DOMPU – Pelaksana Tugas Kepala Bapeda dan Litbang Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM merasa yakin dengan Sistim Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) akan lahir APBD 2021 yang berkualitas.
Diakuinya proses Penetapan RAPBD 2021 terkesan agak terlambat. Hal ini disebabkan karena Kabupaten Dompu untuk pertama kalinya menyusun RAPBD melalui SIPD sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang diturunkan kedalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan diaplikasikan kedalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No 70 Tahun 2019 tentang SIPD. “Kondisi ini hampir berlaku sama pada kab/kota/Propinsi lainnya,” terangnya.
Saat ini pemerintah Kabupaten Dompu telah berupayakan penyusunan RAPBD melalui aplikasi SIPD yang membutuhkan waktu untuk merubah sistim lama ke SIPD karena terjadi perubahan mendasar dalam menyusun APBD 2021.
“Kami yakin dengan melaksanakan amanat Permendagri no. 70 tahun 2019, penyusunan RAPBD dapat lebih baik, transparan, akuntable dan terintegrasi,” ungkapnya.
Dijelaskan, SIPD adalah Sistem Informasi Pemerintahan Daerah yang dikembangkan oleh Kementerian Dalam Negeri untuk digunakan oleh seluruh daerah se-Indonesia dalam penyusunan perencanaan maupun penganggaran. “Termasuk di dalamnya sistem pembinaan dan pengawasan pemerintahan daerah,” terangnya.
Diharapkan dengan aplikasi ini akan terbentuk sebuah sistem informasi pemerintahan di daerah yang terintegrasi. Dimana Kemendagri dan KPK akan dapat memantau dan memonitoring seluruh proses perencanaan dan penganggaran yang dilakukan oleh daerah.
Disamping itu, adanya komitmen dan kerja keras yg kuat serta adanya sinergisitas yang terbangun harmonis antara eksekutif dan legislatif berkeyakinan bahwa penetapan RAPBD tidak akan melebihi batas waktu yang ditetapkan. “Tentu saja RAPD 2021 akan menjadi APBD 2021 lebih berkualitas melalui SIPD,” ujarnya.
Adanya sinergisitas dan komitmen antara BANGGAR DPRD dengan Tim TAPD dalam menciptakan APBD yang tepat waktu dan berkualitas telah tercermin pada saat proses pembahasan rancangan KUA PPAS, Kamis kemarin. “Rapat pembahasan itu dihadiri hampir semua anggota dewan yg tergabung dalam BANGGAR dan rapat pembahasan berlangsung marathon dari pagi sampai menjelang sore hari,” pungkasnya. (di)
![]()










