• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Kamis, 5 Maret 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home PEDESAAN

‎Asa di Kaki Tambora: Saat Sekotak Susu Menjemput Mimpi Anak Pelosok 

Tambora Post by Tambora Post
27 Februari 2026
in PEDESAAN
0
‎Asa di Kaki Tambora: Saat Sekotak Susu Menjemput Mimpi Anak Pelosok 
‎Sejumlah siswi nampak bahagia menikmati Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program ini mulai memberikan dampak nyata bagi perkembangan anak.

 

‎Di Dusun Sorisoga, Kabupaten Dompu, sekotak susu bukan sekadar pelengkap sarapan. Ia adalah garis pertahanan pertama melawan stunting. Di tengah statistik prevalensi gizi buruk yang masih menghantui Nusa Tenggara Barat, SDN 20 Pekat menjadi saksi bagaimana intervensi gizi mampu mengubah wajah pendidikan di pelosok. Dari ruang kelas sederhana di kaki Gunung Tambora, sebuah program nasional sedang diuji. Mampukah segelas susu memutus rantai kemiskinan dan menghidupkan kembali mimpi yang sempat lesu?

RELATED POSTS

Asisten III Setda Dompu Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2024

Bupati dan Wakil Bupati Dompu Himbau Sukseskan Pemilu 2024 & Jaga Netralitas ASN

‎Laporan: Saudi – Tambora Post

‎Sesaat sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, Tambora Post berkesempatan mengunjungi sebuah sekolah dasar di pelosok barat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Berada tepat di kaki Gunung Tambora, sekolah ini berdiri di antara bentang ladang kering yang gersang.

‎Jaraknya dua kilometer dari jalan lintas Calabai. Tampak singkat di atas peta, namun terasa jauh saat musim penghujan tiba. Aspal berganti menjadi kubangan tanah liat yang pekat dan lengket, memaksa anak-anak menanggalkan alas kaki demi bisa melangkah.

‎Mereka datang dengan apa adanya. Mengenakan tas usang yang berkali-kali dijahit ulang oleh jemari ibu mereka, dan seringkali dengan perut yang keroncongan. Bukan karena enggan sarapan, melainkan karena tak ada yang bisa tersaji di atas meja hari itu.

‎Namun, beberapa bulan terakhir, ada magnet baru yang membuat langkah mereka lebih ringan menembus lumpur. Mereka datang bukan hanya belajar mengeja huruf atau berhitung, melainkan untuk sesuatu yang jauh lebih mendasar bagi tubuh mereka. Sekotak susu.

‎Di halaman sekolah, kotak-kotak susu tersusun rapi di atas meja kayu yang mulai kusam. Antrean terbentuk tanpa komando. Tangan-tangan kecil menggenggam kemasan putih itu dengan khidmat, seolah takut kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

‎Di Dusun Sorisoga, susu bukan hanya minuman bergizi. Ia adalah energi, bentuk perhatian, dan tanda paling nyata bahwa negara mulai hadir di piring mereka. “Sekarang mereka lebih semangat,” ujar Irawati, S.Pd., guru yang telah lebih dari satu dekade mengabdi di sana.

‎Ia hafal betul wajah-wajah lesu yang dulu sering menunduk sebelum jam pelajaran usai. “Sebelum ada program susu, menjelang siang mereka sudah lemas. Sekarang, mereka bisa bertahan dengan fokus hingga jam terakhir,” ungkapnya.

‎Program ini adalah bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah kebijakan nasional untuk memutus rantai stunting. Bagi Kepala Sekolah SDN 20 Pekat, Mukhsin, S.Pd., dampaknya instan. “Kehadiran meningkat tajam. Anak-anak datang lebih pagi karena takut ketinggalan jatah susu,” ungkapnya.

‎Melawan Statisik, Menanam Masa Depan

‎Apa yang terjadi di SDN 20 Pekat adalah upaya kecil melawan statistik yang mengerikan. Data survei kesehatan mencatat prevalensi stunting di NTB hingga Desember 2025 mencapai 29,8 persen. Sebuah lonjakan yang mengkhawatirkan. Di Kabupaten Dompu sendiri, per Desember 2025, tercatat 10,89 persen atau sekitar 2.276 balita masih terjebak dalam masalah gizi kronis.

‎Angka-angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Mereka adalah anak-anak yang tumbuh terlambat. Mereka adalah masa depan yang berjalan tertatih sebelum sempat berlari. Dalam konteks inilah, segelas susu di kaki Gunung Tambora menjadi garis pertahanan pertama.

‎Bagi banyak keluarga petani tadah hujan di Desa Pekat, susu adalah kemewahan yang tak terjangkau. “Kami makan seadanya. Sekarang anak saya lebih kuat dan tidak mudah sakit,” kata Sri Rahmawati, salah satu orang tua siswa dengan nada haru.

‎Ujian Keberlanjutan di Jalur Terpencil

‎Namun, menghadirkan nutrisi ke Dusun Sorisoga bukan perkara mudah. Infrastruktur yang terbatas dan ketiadaan fasilitas pendingin menjadi tantangan logistik yang nyata. Beruntung, teknologi kemasan aseptik memungkinkan susu tetap aman meski harus melewati jalur distribusi yang berat.

‎Kepala Desa Pekat, Sahlan, melihat program ini sebagai langkah menuju keadilan sosial. Meski begitu, ia menyimpan kekhawatiran yang sama dengan banyak warga lainnya. Yakni soal keberlanjutan. “Anak desa punya mimpi yang sama dengan anak kota. Tapi kalau program ini berhenti, mereka akan kembali ke kondisi semula,” ujarnya lirih.

‎Kekhawatiran itu beralasan. Akademisi dari STIE Dompu, Dr. Dodo Kurniawan, SE., ME., menilai intervensi gizi adalah investasi SDM jangka panjang yang tak boleh terhenti karena siklus politik. “Jika anggaran gizi dipangkas, yang dipangkas sebenarnya adalah kualitas masa depan bangsa,” tegasnya.

‎Bel pulang berbunyi. Anak-anak berlarian keluar kelas, meninggalkan tumpukan kotak susu kosong di sudut ruangan. Di dalam kelas, seorang siswa berdiri menjawab soal matematika dengan suara lantang. Dulu ia jarang mengangkat tangan, namun hari ini ia tampil penuh percaya diri.

‎Perubahan kecil ini mungkin tidak langsung menaikkan grafik pertumbuhan ekonomi nasional secara instan. Namun di Dusun Sorisoga, perubahan itu nyata. Segelas susu telah memberi mereka keberanian untuk bermimpi dan keyakinan bahwa mereka tidak lagi dilupakan.

‎‎Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan di ruang-ruang rapat ber-AC di ibu kota. Ia sedang dipertaruhkan di ruang kelas sederhana seperti SDN 20 Pekat. Di mana harapan hadir dalam kemasan kecil dan negara benar-benar terasa hadir di tengah mereka. (*)

Loading

Tags: daerah pelosokdaerah terpencilDOMPUGunung TamboraNtbProgram MBG

Related Posts

Asisten III Setda Dompu Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2024

by Tambora Post
7 Februari 2024
0

Bupati dan Wakil Bupati Dompu Himbau Sukseskan Pemilu 2024 & Jaga Netralitas ASN

Bupati dan Wakil Bupati Dompu Himbau Sukseskan Pemilu 2024 & Jaga Netralitas ASN

by Tambora Post
7 Februari 2024
0

Bupati dan Wakil Bupati Dompu Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek Tahun 2024

Bupati dan Wakil Bupati Dompu Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek Tahun 2024

by Tambora Post
7 Februari 2024
0

Sekda Dompu Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek Tahun 2024

by Tambora Post
7 Februari 2024
0

Bupati dan Wakil Bupati Dompu Mengucapkan Selamat Hari Pers Tahun 2024

Bupati dan Wakil Bupati Dompu Mengucapkan Selamat Hari Pers Tahun 2024

by Tambora Post
7 Februari 2024
0

Next Post
Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(34)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026...(34)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(35)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026...(35)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(36)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(36)

3 Maret 2026
Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(35)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(35)

3 Maret 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(36)
  • Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(35)
  • Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(34)
  • ‎Asa di Kaki Tambora: Saat Sekotak Susu Menjemput Mimpi Anak Pelosok 
  • Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(33)
Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan   Mar »
Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan   Mar »

Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan   Mar »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com