Pagi di hamparan lahan pertanian Dompu terasa berbeda. Di balik barisan tanaman jagung yang berdiri kokoh, tersimpan cerita tentang kerja keras, kebijakan yang tepat, dan harapan yang kini mulai menjadi kenyataan.
Musim tanam 2025–2026 menjadi salah satu periode yang paling dikenang oleh petani. Produksi meningkat, harga stabil, dan yang paling terasa: biaya produksi semakin terkendali.
“Dulu kami selalu cemas soal pupuk. Sekarang, alhamdulillah, pupuk mudah didapat dan harganya juga terjangkau. Ini sangat membantu kami,” ujar Safrudin, petani asal Desa Riwo, Kecamatan Woja, dengan wajah yang sulit menyembunyikan rasa lega.
Dompu memang bukan pemain baru dalam dunia jagung. Daerah ini telah lama dikenal sebagai salah satu sentra jagung unggulan. Namun, capaian kali ini terasa lebih istimewa. Bukan hanya soal jumlah produksi, tetapi juga stabilitas sistem yang dibangun.
Di bawah kepemimpinan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, sektor pertanian—khususnya jagung—mendapat perhatian serius. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi parsial, melainkan menyeluruh: dari hulu hingga hilir.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi yang kuat.
“Ini bukan kerja satu pihak. Ini kerja bersama. Pemerintah hadir memastikan ketersediaan pupuk, pendampingan teknis berjalan, dan petani tetap menjadi pusat dari seluruh kebijakan,” ujarnya.
Menurutnya, kunci utama keberhasilan musim tanam ini adalah memastikan petani tidak lagi terbebani oleh persoalan klasik.
“Kami ingin petani fokus pada produksi, bukan lagi dipusingkan dengan kelangkaan pupuk atau fluktuasi harga,” tambahnya.
Dan hasilnya mulai terlihat. Produksi melimpah. Lahan-lahan yang dulu tidak maksimal kini kembali produktif. Semangat petani pun ikut tumbuh.
“Kalau kondisi seperti ini terus, kami yakin kehidupan petani akan jauh lebih baik ke depan,” kata Safrudin.
Di Dompu, jagung bukan sekadar komoditas. Ia adalah denyut nadi ekonomi. Dan kini, denyut itu berdetak lebih kuat dari sebelumnya. (kerjasama)
![]()










