BIMA – Upaya memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah umrah terus dilakukan PT Taufik Haji dan Umroh (THU). Terbaru, THU menggandeng Kantor Imigrasi Bima untuk memberikan kemudahan pengurusan paspor langsung di tengah masyarakat.
Melalui layanan tersebut, calon jamaah umrah tidak lagi harus datang ke Kantor Imigrasi Bima untuk mengurus dokumen paspor. Petugas Imigrasi bersama tim THU justru turun langsung ke desa-desa mendatangi calon jamaah.
Langkah ini dinilai memberikan banyak kemudahan, terutama bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat layanan keimigrasian. Jamaah dapat menghemat waktu, tenaga, sekaligus biaya transportasi yang selama ini harus dikeluarkan untuk mendatangi kantor Imigrasi Bima.
Pelayanan tersebut merupakan bagian dari komitmen THU menghadirkan konsep pelayanan dari muka hingga keberangkatan, termasuk membantu jamaah dalam menyiapkan berbagai dokumen administrasi perjalanan umrah.
Petugas Kantor Imigrasi Bima, Galih, mengatakan kerja sama dengan THU merupakan salah satu bentuk pelayanan keimigrasian yang mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Menurut dia, petugas Imigrasi Bima bersama THU turun langsung ke desa-desa untuk membantu proses pengurusan paspor calon jamaah. “Kami bekerja sama dengan THU turun langsung ke desa-desa untuk mengurus paspor jamaah. Semoga masyarakat luas bisa mendapatkan manfaat dari pelayanan Kantor Imigrasi Bima,” ujar Galih.
Pelayanan jemput bola tersebut telah dilakukan di sejumlah lokasi. Setelah sebelumnya menyambangi Desa Teta, Bima, tim THU bersama Kantor Imigrasi Bima kemudian melanjutkan pelayanan ke Desa Samili, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
Direktur THU, H. Taufik, SH, yang didampingi Ustadz Uje Bima, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah umrah.
“Setelah Desa Teta, tim THU bersama Imigrasi Bima melanjutkan pembuatan paspor di Desa Samili, Kecamatan Woha. Total jamaah yang dibuatkan paspornya sebanyak 36 orang untuk keberangkatan kloter ketiga,” kata H. Taufik.
Menurut dia, bagi sebagian masyarakat, pengurusan paspor menjadi salah satu tahapan yang cukup merepotkan karena harus mendatangi kantor Imigrasi. Karena itu, THU berupaya menghadirkan solusi dengan membawa layanan tersebut lebih dekat kepada calon jamaah.
“Jamaah tidak perlu lagi repot datang ke Kantor Imigrasi Bima. Kami berusaha memberikan pelayanan sejak pengurusan dokumen, sehingga jamaah bisa lebih mudah mempersiapkan keberangkatannya,” ujarnya.
Pelayanan tersebut mendapat apresiasi dari calon jamaah di Desa Samili. Salah seorang jamaah mengaku terbantu dengan adanya layanan pengurusan paspor langsung di desa.
Ia menilai program tersebut sangat memudahkan masyarakat, terutama mereka yang harus menempuh perjalanan cukup jauh apabila harus mengurus paspor langsung ke kantor Imigrasi.
Dengan pola pelayanan jemput bola ini, THU tidak hanya menawarkan perjalanan ibadah umrah, tetapi juga berupaya memangkas berbagai kerepotan jamaah sejak tahap awal.
Bagi THU, kenyamanan jamaah bukan hanya soal perjalanan ke Tanah Suci. Pelayanan dimulai sejak calon jamaah mendaftarkan diri, menyiapkan dokumen, hingga nantinya berangkat dan menjalankan rangkaian ibadah umrah. (di)
![]()










