SEMBALUN, LOTIM – Media online Tambora Post kembali menorehkan prestasi dalam ajang Lomba Karya Jurnalistik Cerita Sasambo 2026 yang diselenggarakan PT Amman Mineral. Dua karya feature yang ditulis jurnalis Tambora Post, Saudi, berhasil menempati posisi ketiga pada dua kategori berbeda.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam malam penganugerahan Cerita Sasambo 2026 di Edelweis Sembalun Village, Lombok Timur, Kamis (8/10/2026). Atas capaian itu, Saudi membawa pulang total hadiah Rp15 juta beserta kepingan emas.
Dua penghargaan tersebut diraih pada kategori media online untuk zona Sumbawa, Dompu, dan Bima. Masing-masing berasal dari tema Inovasi dan Teknologi serta Dampak Sosial dan Keberlanjutan.
Pada tema Inovasi dan Teknologi, karya berjudul “Menjinakkan Asap, Merawat Kepercayaan: Ketika Teknologi Smelter AMMAN Mengubah Polutan Jadi Nilai” berhasil meraih juara ketiga.
Sementara itu, pada tema Dampak Sosial dan Keberlanjutan, karya “Ketika Sawah Tetangga Panen Dua Kali Lipat, Petani Maluk Mulai Melirik Pertanian Organik Inisiatif AMMAN” juga menempati posisi ketiga.
Kedua karya tersebut mengangkat isu berbeda. Namun, keduanya bertemu pada upaya menggali lebih dalam dampak aktivitas industri pertambangan, baik melalui penerapan teknologi pengendalian polutan maupun inisiatif pemberdayaan masyarakat.
Sebanyak 227 karya jurnalistik dinilai oleh dewan juri dalam kompetisi tahun ini. Di tengah persaingan tersebut, dua karya Saudi berhasil masuk jajaran pemenang sekaligus.
Prestasi Kedua, Tantangan Karya Semakin Besar
Bagi Saudi, capaian tahun ini memiliki arti tersendiri. Penghargaan tersebut menjadi prestasi kedua yang diraihnya dalam ajang Cerita Sasambo setelah sebelumnya keluar sebagai juara pertama pada 2025.
Saat itu, karya berjudul “Inovasi Energi di Batu Hijau, Oli Bekas yang Menggerakkan Listrik Tambang” mengantarkannya menjadi pemenang utama kategori media online.
Setahun berselang, Saudi kembali naik podium. Kali ini, dua karyanya sekaligus mendapatkan pengakuan dari dewan juri.
Meski belum mengulang posisi juara pertama, raihan dua penghargaan dalam satu kompetisi menjadi catatan tersendiri bagi Saudi dan Tambora Post.
Ia menilai, penghargaan bukanlah tujuan utama dalam menghasilkan karya jurnalistik. Lebih penting dari itu adalah kemampuan menghadirkan informasi yang faktual, mendalam, dan memberikan perspektif baru bagi masyarakat.
“Bagi saya, penghargaan ini bukan tujuan utama. Yang paling penting adalah bagaimana karya jurnalistik bisa memberikan informasi dan perspektif baru kepada masyarakat,” kata Saudi.
Ia mengaku bersyukur kembali mendapatkan apresiasi melalui ajang yang sama. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas peliputan dan penulisan.
“Ini tentu menjadi motivasi bagi saya dan Tambora Post untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik,” ujarnya.
Saudi mengatakan, menghasilkan karya jurnalistik mendalam membutuhkan proses yang tidak sederhana. Apalagi, isu industri pertambangan berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari teknologi, lingkungan, hingga kehidupan sosial masyarakat sekitar.
Jurnalis, menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan informasi dari satu pihak. Peliputan membutuhkan data, observasi lapangan, verifikasi, serta keterangan dari berbagai narasumber agar persoalan dapat disajikan secara utuh.
“Setiap karya memiliki prosesnya. Kita harus turun ke lapangan, menggali informasi dan melihat persoalan dari berbagai sudut,” katanya.
Ia menegaskan, prinsip jurnalistik tetap harus menjadi pegangan dalam setiap proses peliputan. Fakta mesti diverifikasi, sudut pandang perlu diperluas, dan informasi harus disajikan secara berimbang.
Bagi Saudi, kompetisi jurnalistik menjadi salah satu ruang untuk menguji kemampuan tersebut. Bukan hanya dalam menentukan sudut pandang tulisan, tetapi juga dalam menggali persoalan yang memiliki relevansi dengan kepentingan publik.
Ia juga mengapresiasi PT Amman Mineral yang secara konsisten menyelenggarakan Cerita Sasambo sebagai ruang kompetisi bagi jurnalis untuk menghasilkan karya jurnalistik.
Menurutnya, ajang semacam ini dapat mendorong jurnalis daerah untuk tidak berhenti pada pemberitaan peristiwa. Jurnalis juga perlu mengembangkan liputan yang lebih mendalam, kritis, dan berbasis fakta.
Cerita Sasambo 2026 menambah catatan prestasi Tambora Post dalam kompetisi jurnalistik. Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan konsistensi media berbasis di Pulau Sumbawa itu dalam mengembangkan karya feature.
Bagi media daerah, tantangan menghasilkan karya mendalam tidak hanya terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya. Jurnalis juga dituntut mampu menemukan sudut pandang yang kuat, mengolah data, serta menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Saudi berharap, capaian tersebut menjadi pijakan untuk terus meningkatkan kualitas karya jurnalistik Tambora Post.
Baginya, penghargaan bukanlah garis akhir. Masih banyak persoalan di daerah yang perlu digali, diuji, dan disampaikan kepada publik melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.
Ia ingin prestasi ini menjadi pemacu untuk menghasilkan karya yang lebih tajam, independen, dan relevan bagi masyarakat.
Sebab, ukuran keberhasilan jurnalisme bukan semata-mata jumlah penghargaan yang diraih. Lebih dari itu, karya jurnalistik harus mampu memperluas pengetahuan publik dan membantu masyarakat memahami persoalan secara lebih utuh. (gbr)
![]()





