Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah
DOMPU – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, meresmikan hasil penataan kawasan melalui program Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT) Kawasan Dorokarama II Segmen I Tahun 2025 di Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Senin (15/6/2026).
Dalam kunjungannya, Fahri tidak hanya meresmikan hasil pembangunan, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pekerjaan yang dinilai berhasil mengubah wajah kawasan pesisir menjadi lebih tertata, layak huni, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Fahri, penataan kawasan seperti yang dilakukan di Desa Soro menjadi contoh bahwa pembangunan tidak harus selalu dimulai dari kota-kota besar. Desa dan kawasan pesisir juga memiliki kemampuan untuk tumbuh dan bertransformasi ketika didukung dengan perencanaan yang tepat dan keterlibatan masyarakat.
Ia menilai hasil pekerjaan di kawasan Dorokarama II menunjukkan bahwa pembangunan yang baik bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, tetapi menciptakan perubahan kualitas hidup warga.
“Yang kita lihat hari ini bukan hanya pekerjaan fisik. Ini adalah perubahan cara hidup, perubahan lingkungan, dan perubahan cara masyarakat memandang tempat tinggalnya,” ujar Fahri.
Wamen PKP juga menyoroti besarnya potensi masyarakat lokal dalam mendorong perubahan di daerahnya sendiri. Menurutnya, banyak talenta di desa yang selama ini belum mendapat ruang yang cukup, padahal memiliki kemampuan untuk mendesain dan mentransformasi kawasan menjadi lebih baik.
Ia menyebut keberhasilan penataan kawasan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat daerah mampu menjadi pelaku utama pembangunan apabila didukung kebijakan dan intervensi yang tepat.
Fahri juga mengingatkan bahwa pembangunan permukiman harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia. Infrastruktur yang baik, kata dia, harus diikuti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, dan perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Dalam arahannya, Fahri mengajak masyarakat menjaga kawasan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jangan biarkan kawasan yang sudah baik kembali seperti semula. Jaga kebersihan lingkungan, jangan membuang sampah ke sungai dan laut, karena kualitas lingkungan menentukan masa depan daerah,” pesannya.
Ia bahkan melihat kawasan pesisir Dompu memiliki prospek besar untuk berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis maritim dan pariwisata. Potensi wisata bahari dan kawasan pesisir dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi baru jika terus ditata dan dijaga keberlanjutannya.
Sementara itu, Bupati Dompu yang turut mendampingi peresmian menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas dukungan yang diberikan melalui program DAK PPKT.
Bupati menyebut penataan kawasan Dorokarama II telah memberi dampak nyata bagi masyarakat Desa Soro, terutama dalam menghadirkan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman.
Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut mengingat masih terdapat bagian kawasan yang memerlukan penanganan pada tahap berikutnya.
Peresmian tersebut menjadi penanda bahwa penanganan kawasan kumuh tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang membangun harapan baru bagi masyarakat pesisir menuju kehidupan yang lebih baik dan berkelanjutan. (di)
![]()








