H. Boy naik ke atas panggung dengan gaya khas penyanyi cowboy-country berhasil mencuri perhatian penonton dalam ajang lomba karaoke Porwada NTB 2026
MATARAM – Di tengah ketatnya persaingan cabang olahraga dan berbagai perlombaan dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) NTB, panggung karaoke justru menjadi salah satu arena yang paling ramai menyedot perhatian.
Sebanyak 70 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat ambil bagian dan menghadirkan suasana yang hidup sejak awal perlombaan.
Di antara puluhan peserta itu, penampilan Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian penonton.
Bukan hanya karena pilihan lagu yang dibawakan, tetapi juga penampilannya yang berbeda dari peserta lain. H. Boy naik ke atas panggung dengan gaya khas penyanyi cowboy-country. Ia mengenakan topi koboi warna terang, dipadukan dengan jaket kulit hitam, kaos hitam, celana jeans robek, serta sepatu boots cokelat yang memperkuat karakter penampilannya.
Kostum itu membuat suasana panggung terasa lebih cair. Saat musik mulai dimainkan, perhatian penonton perlahan mengarah ke atas panggung.
Pagi itu, H. Boy membawakan dua lagu. Salah satunya lagu bernuansa Banyuwangi. Dengan pengalaman tampil yang sudah lama digeluti, ia terlihat nyaman menguasai panggung dan berinteraksi dengan penonton.
Bagi sebagian orang, penampilan itu mungkin terlihat spontan. Namun bagi H. Boy, bernyanyi bukanlah sesuatu yang baru.
Di luar aktivitasnya sebagai pimpinan organisasi media, ia memang memiliki hobi menyanyi dan cukup aktif memproduksi karya musik. Sejumlah video klip yang dibawakannya telah diunggah melalui kanal YouTube Kelapa Tiga Official, yang telah diikuti ribuan pelanggan.
Kecintaannya terhadap musik juga terlihat dari fasilitas yang ia siapkan di rumah. H. Boy diketahui memiliki studio mini bawah tanah yang dilengkapi peralatan rekaman dan pendukung produksi musik.
Pengalaman tampil di berbagai acara membuatnya cukup leluasa mengolah lagu di atas panggung. Salah satu ciri yang menarik dari penampilannya adalah kemampuannya mengubah warna lagu, termasuk membawakan lagu pop dengan sentuhan reggae yang lebih santai dan mudah dinikmati.
Di Porwada NTB, panggung karaoke akhirnya bukan sekadar tempat berlomba mencari nilai. Ia menjadi ruang pertemuan sisi lain para wartawan dan pelaku media yang di luar rutinitas liputan ternyata juga menyimpan hobi, keberanian tampil, dan cara masing-masing menikmati panggung. (di)
![]()








