DOMPU – Ditengah tantangan musim kemarau yang kian terasa, suasana kebersamaan tampak hangat di Desa Lepadi. Para petani berkumpul dalam sebuah tradisi yang sarat makna, “Mbolo So” atau musyawarah petani, yang dirangkaikan dengan doa syukur bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Lebih dari itu, “Mbolo So” menjadi ruang kolektif bagi para petani untuk menyatukan pandangan, merumuskan langkah, dan memperkuat solidaritas dalam menghadapi musim tanam, khususnya pada musim kemarau pertama (MK 1).
Doa syukur yang mengawali kegiatan menjadi simbol harapan. Harapan agar musim tanam yang akan dijalani diberi kelancaran, dijauhkan dari gagal panen, serta membawa hasil yang melimpah bagi kesejahteraan petani. Dalam suasana khidmat, para petani dan jajaran Dinas Pertanian larut dalam kebersamaan, memohon keberkahan atas setiap ikhtiar yang akan dilakukan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dompu dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan petani. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh kekompakan dan kedisiplinan dalam menjalankan pola tanam yang telah disepakati bersama.
“Melalui Mbolo So ini, kita ingin memastikan seluruh petani memiliki pemahaman yang sama terkait waktu tanam, pengelolaan air, hingga langkah antisipasi menghadapi kondisi cuaca. Ini penting agar hasil yang dicapai bisa optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Ahmadin, salah satu petani Desa Lepadi, menuturkan bahwa Mbolo So memiliki peran vital dalam kehidupan pertanian masyarakat setempat. Menurutnya, forum ini menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan teknis secara terbuka dan mencari solusi bersama.
“Mbolo So ini bertujuan untuk membahas urusan pertanian, mulai dari kapan harus mulai tanam hingga pengaturan air di musim tanam kemarau pertama. Jadi semua petani punya acuan yang sama,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya kesepakatan bersama, potensi konflik antarpetani, terutama terkait pembagian air, dapat diminimalisir.
Kegiatan ini mencerminkan bahwa pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang kebersamaan, tradisi, dan nilai-nilai gotong royong yang terus dijaga. Di Desa Lepadi, Mbolo So menjadi bukti bahwa kearifan lokal masih menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
Dengan semangat musyawarah dan doa, para petani Lepadi kini menatap musim tanam dengan optimisme baru—bahwa kerja keras yang dilakukan bersama akan berbuah hasil yang lebih baik. (kerjasama)
![]()










