DOMPU—Ditengah pandemi Covid-19, sejumlah istri pejabat di Lingkup Pemkab Dompu ramai-ramai ke Bandung, Jawa Barat. Padahal, saat ini daerah itu dalam status zona merah. Sangat tidak aman untuk dikunjungi.
Rombongan berangkat, Selasa (25/5). Jumlahnya mencapai 40 lebih orang. Dalam rombongan terdapat istri Bupati Dompu selaku Ketua TP. PKK. Kemudian istri Wakil Bupati Dompu sebagai Ketua GOW Dompu dan istri Pj. Sekda selaku Ketua Darma Wanita.
Selain itu, diikuti pejabat Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Dompu, Arif Mundandar sebagai Sekretaris, Kabid Gender Hj. Nurjanyanti dan sejumlah staf. Rombongan juga diikuti perwakilan istri Camat dan Kepala Desa.
Rombongan ini tergabung dalam Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA). Kegiatan ini digagas oleh DP3A Dompu. Menelan anggaran ratusan juta. Rencananya, mereka akan melakukan studi banding terkait dengan persoalan perempuan dan anak selama 5 hari.
Kepala DP3A Kabupaten Dompu, Daryati Kustilawati enggan memberikan komentar terkait dengan studi banding tersebut. “Nanti setelah rombongan pulang baru saya kasi keterangan,” ungkap kadis P3A singkat.
Sementara itu, Kepala Bagian Prokopim Setda Dompu, M. Iksan, S.Si, MM mengakui, adanya kunjungan studi banding tersebut. “Surat jalan rombongan sudah kita keluarkan. Rombongan akan melakukan studi banding di daerah Bandung,” terangnya.
Diakuinya, permohonan kunjungan sempat minta diundur. Mengingat kondisi pandemi Covid-19. “Ada satu pertimbangan sehingga rombongan diizinkan untuk berangkat,” katanya.
Pertimbangan itu yakni, bahwa pihak DP3A Dompu telah terlanjur membangun komunikasi yang lebih jauh dengan pihak Event Organizer di Bandung. Dimana seluruh biaya-biaya seperti, tiket pesawat, pembayaran tempat penginapan dan makan minum sudah dikeluarkan. “Kalau tidak berangkat. Bagaimana pertanggungjawaban anggaran negara,” jelasnya
Atas dasar itu, rombongan diizinkan berangkat. Dengan catatan wajib mematuhi protokol kesehatan. “Kita sudah ingatkan agar selama disana dapat mematuhi prokes. Jangan sampai pulang membawa virus,” pungkasnya. (di)
![]()










