SMPN 1 Woja bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Dompu. Terutama tentang cara mereka dalam mencapai target vaksinasi Covid-19.
Karena, sekolah ini adalah satu-satunya sekolah di Kabupaten Dompu yang berhasil mendorong siswa dan guru untuk melakukan vaksinasi.
Sekolah dengan jumlah siswa lebih dari 3 ribu siswa ini, mampu mendorong siswa dan guru hingga 80 persen untuk melakukan vaksin sampai dosis kedua.
Dengan capaian tersebut sekolah itu telah berhasil membentuk herd immunity diatas 70 persen.
Kepala sekolah SMPN 1 Woja, Abdul Kharis menceritakan tentang kisah suksesnya dalam membentuk kekebalan kelompok disekolah. Dimana, dimulai dengan terbangunnya kesadaran siswa dan orang tua.
“Sistem pembelajaran daring selama pandemi yang diterapkan, membuat orang tua dan siswa, jenuh. Keberhasilan ini, merupakan kolaborasi antar stake holder di Kecamatan Woja. Karena, tanpa terbentuknya kekebalan kelompok, maka KTM tidak bisa dilakukan,” katanya.
Awalnya, lanjut Kharis, pihaknya mengaku kewalahan dengan tantangan orang tua siswa yang menolak pemberihan vaksin bagi anaknya. Namun dengan pendekatan yang humanis dan menjelaskan manfaat vaksin, akhirnya bisa diterima orang tua wali murid.
“Mereka (orang tua wali), sangat merindukan KTM. Nah, kami jelaskan syarat KTM adalah minimal 70 persen siswa sudah mendapatkan vaksin,” jelasnya.
Dengan penjelasan itu, lanjut Kharis, orang tua siswa akhirnya memberi persetujuan. Bahkan, perkembangan terakhir, sudah mencapai 90 persen siswa di SMPN 1 Woja, tervaksin. 10 persen sisanya, kata dia merupakan siswa dengan usia dibawah 12 tahun. Kharis berharap, upaya Pemerintah dalam menghadirkan vaksin yang dikhususkan bagi anak dibawah 12 tahun, segera terealisasi.
Kharis tidak menyangka, jika keberhasilannya dalam membentuk herd immunity pada sekolahnya, berbuah manis. Sebuah penghargaan dari Pemkab Dompu dan dianugrahi pahlawan vaksin, disematkan pada dirinya.
Penulis : Saudi
![]()










