DOMPU—Bangunan Masjid di wilayah relokasi pemukiman masyarakat yang terdampak banjir di Desa Daha, Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat menuai kritik.
Pasalnya, bangunan Masjid yang dikerjakan oleh PT. Hutama Karya (HK) itu beratap mirip gereja. Pihak perusahaan diminta untuk segara melakukan konstruksi ulang.
“Kami bersama masyarakat sangat berharap agar Masjid ini segera di konstruksi ulang bagian atapnya. Kemudian, ditambahkan teras agar terlihat seperti Masjid pada umumnya,” ungkap, Iskandar, S.Pd (PAS Dompu) saat melakukan kunjugan di lokasi pembangunan Masjid.
Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Satu ini tidak turun sendiri. Ia didampingi Kepala Desa Daha, Pengurus Forum Umat Islam (FUI) Dompu, BPD dan tokoh masyarakat.
Dalam kunjungannya, sejumlah pihak ini menyaksikan langsung bangunan Masjid yg konstruksinya di anggap asing.
Anggota legislatif bersama rombongan berkomunikasi secara ramah dengan para pekerja proyek. Para pekerjapun menunjukan sikap senang dengan kehadiran rombongan. Bahkan, mereka juga menyampaikan perasaan kecewanya. Berharap agar permaslahan tersebut bisa secepatnya diatasi.
Selain itu, rombongan juga bertemu dengan pihak HK sebagai pelaksana proyek. Pihak HK menyampaikan, bahwa mereka bekerja wajib sesuai gambar. Karena kalau tidak, maka akan disalahkan pimpinannya.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati lima point antara, HK dengan Anggota DPRD Dompu, Pemdes, FUI, BPD dan tokoh masyarakat.
1. Pihak HK menyadari model Masjid yang di bangun mirip bangunan peribadatan agama lain.
2. Sepakat untuk merubah bagian atap saja agar profilnya sama dengan model masjid umat islam pada umumnya.
3. Sebelum dirubah harus melalui proses konsultasi dan kordinasi dengan Pemkab Dompu.
4. Sumber anggaran untuk perubahan tersebut dibebankan ke APBD Dompu atau ke Perusahaan Pelaksana.
5. Perubahan bisa berlangsung cepat jika pemerintah cepat merespon masalah tersebut.
PAS Dompu sapaan akrban Iskandar sangat berharap sejumlah point kesepakatan itu segera direalisasikan. “Kami berharap kesepakatan ini dapat segera ditindaklanjuti,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dafa, Fadlin juga menyampaikan rasa kekecewaanya terhadap pembangunan Masjid yang menyerupai bangunan peribadatan agama lain. Dia berharap masalah ini segera diselesaikan.
“Kami selaku pemerintah desa menyampaikan apresiasi dan ucapan terimaksih kepada anggota dewan PAS Dompu dan pengurus FUI yang ikut mendorong lahirnya kesepakatan perubahan konstruksi Masjid,” ujarnya. (di)
![]()










