DOMPU—PT. Sumbawa Timur Mining (STM) yang melakukan kegiatan eksplorasi pertambangan emas dan tembaga di wilayah Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat telah mengucurkan dana sebesar Rp. 37,45 miliar untuk membiayai program pemberdayaan masyarakat.
Total anggaran ini dikeluarkan selama 11 tahun terakhir. Mulai tahun 2012 sampai dengan 2022. Hal tersebut disampaikan, Principal Communications PT. STM, Cindy Elza saat menggelar jumpa pers di Cafe Laberka, Rabu (01/03/2023).
Dia menjelaskan, program pemberdayaan masyarakat masih berfokus pada wilayah ring satu atau delapan desa yang ada di Kecamatan Hu’u.
Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan bermacam-macam. Mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial budaya dan pembangunan infrastruktur.
Lanjutnya, ada tiga fokus program yang dilaksanakan. Yang pertama adalah program partisipasi desa. Program ini melibatkan masyarakat dalam mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program.
Kedua program kemitraan strategis dimana, PT. Sumbawa Timur Mining bekerjasama dengan lembaga pemberdayaan dalam menjalankan program-program jangka penjang. “Terakhir adalah donasi dan sponsorship dengan mensupport permintaan dalam bentuk proposal masyarakat dan inisiatif program,” terangnya.
Selain fokus terhadap program pemberdayaan masyarakat, dalam menjalankan aktivitasnya, PT. STM yang merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (Anak perusahaan Vale SA) dan PT. Antam ini juga fokus dalam mendukung usaha lokal di Kecamatan Hu’u.
Sejak tahun 2018 hingga 2022, STM terus menjalin kerjasama dengan perusahaan lokal. Selama tiga tahun berturut-turut mulai 2018 sampai dengan 2020 STM konsisten bekerjasama dengan 101 vendor lokal.
Kemudian, pada tahun 2021 akibat penurunan aktivitas jumlah vendor lokal berkurang menjadi 84 perusahaan. “Tapi di tahun 2022 jumlah perusahaan lokal yang diakomodir meningkat 22 vendor atau 26 persen, dengan jumlah perusahaan sebanyak 106,” jelasnya.
Keberpihakan terhadap masyarakat lokal juga ditunjukan dalam hal penyerapan tenaga kerja. Hingga Desember 2022, STM telah merekrut sebanyak 818,66 persen tenaga kerja lokal. Sedangkan tenaga kerja non lokal hanya 416,34 persen.
Adapun rincian tenaga kerja lokal ini berasal dari Desa Daha sebanyak 130 orang, Marada 122 orang, Rasabou 108 tenaga kerja, Desa Hu’u 97 orang, Desa Adu 94 orang, Sawe 84 orang, Cempi Jaya 64 orang dan Desa Jala sebanyak 62 orang. Selain itu, Dompu 50 orang dan dari Kabupaten Bima 7 orang.
Komitmen yang ditunjukan perusahaan ini terhadap program pemberdayaan masyarakat membuat PT. STM berhasil meraih lima penghargaan dalam Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA).
Pertama penghargaan perusahaan paling berkomitmen pada SDGs untuk pilar sosial. Kedua penghargaan emas untuk program peningkatan kualitas pendidikan. Ketiga penghargaan emas untuk program literasi dasar. Keempat penghargaan emas untuk program pengelolaan sampah berbasis masyarakat (program Bank Sampah). Dan yang kelima adalah penghargaan perak untuk program pertanian sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan. (di)
![]()










