• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Minggu, 19 April 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

Disnakeswan Dompu Edukasi Peteni Ternak Gunakan Fermentasi Jerami untuk Pakan Sapi  

Tambora Post by Tambora Post
4 November 2024
in Uncategorized
0
Disnakeswan Dompu Edukasi Peteni Ternak Gunakan Fermentasi Jerami untuk Pakan Sapi   

DOMPU-Hijauan merupakan pakan pokok untuk ternak ruminansia. Umumnya, hijauan berasal dari tanaman rumput dan kacang-kacangan. Kekurangan hijauan makanan ternak setiap tahun, terutama pada musim kemarau merupakan masalah yang harus dipecahkan.

Peningkatan produksi hijauan makanan ternak dibatasi oleh kecendrungan makin sempitnya lahan akibat jumlah penduduk yang selalu bertambah dan perluasan lahan pertanian. Untuk itu, pemanfaatan limbah pertanian untuk pakan ternak dapat menjadi solusi masalah tersebut.

RELATED POSTS

‎Jaga Keberlanjutan Hutan Lindung, BKPH Wilayah VII Perkuat Kolaborasi dengan PT Sumbawa Timur Mining ‎

Jagung dan Arah Baru Pertanian Dompu…(1) ‎

Hal ini, diungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh SE, M.Si “Dari bermacam-macam limbah pertanian yang mempunyai potensi besar untuk dijadikan sebagai pakan ternak adalah jerami padi. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang cukup besar jumlahnya dan belum sepenuhnya dimanfaatkan karena selalu dibakar setelah proses pemanenan,” ujarnya.

Produksi jerami padi bervariasi yaitu dapat mencapai 12-15 ton jerami segar per-hektar satu kali panen, atau 4-5 ton jerami kering per-hektar  tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang digunakan. “Jerami padi sangat penting artinya untuk dimanfaatkan menjadi makanan ternak ruminansia khususnya sapi potong, kambing dan domba,” jelasnya.

Meski demikian, jerami padi mutunya rendah karena mengandung serat kasar dan silikat yang tinggi. Bahkan, kadar protein dan daya cernanya rendah. Namun, untuk meningkatkan mutu jerami padi, perlu dilakukan proses fermentasi dengan menggunakan urea dan probiotik.

“Probiotik adalah campuran berbagai mikro organisme yang berguna untuk mempercepat proses pemecahan serat jerami padi, sehingga mudah dicerna oleh ternak,” paparnya.

Pembuatan fermentasi jerami dilakukan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Kapasitas 10 ton dapat dibuat bangunan dengan ukuran 4 x 5 meter. Lantai dasar, dapat dibuat dari semen atau tanah yang dipadatkan dan ditinggikan dari tempat sekitarnya, tanpa didinding. “Bahan bangunan menggunakan kayu atau bambu dan untuk atap dapat berupa seng atau bahan yang tersedia di tempat dengan jarak lantai ke atap 3 meter,” terangnya.

Proses fermentasi, dilakukan dengan 2 tahap yaitu tahap fermentasi dan pengeringan. Tahap pertama, jerami padi yang baru dipanen dengan kadar air 65 persen, kemudian ditumpuk ditempat yang telah disediakan dengan ketinggian 20 meter. Taburi urea dan probiotik secara merata dengan takaran masing-masing 2.5 kilo gram untuk setiap 1 ton jerami padi. Tambahkan lagi, timbunan jerami padi setebal 20 cm lalu taburi lagi urea dan probiotik secara merata. “Demikian seterusnya sampai tumbukan jerami padi mencapai 1-2 meter tutup Plastik, diamkan selama 14 hari, agar proses fermentasi berlangsung secara sempurna,” paparnya lagi.

Selanjutnya, untuk tahap kedua tumpukan jerami padi yang telah mengalami proses fermentasi, diangin-anginkan sehingga cukup kering sebelum disimpan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Setelah kering, jerami fermentasi dapat diberikan kepada sapi sebagai pakan pengganti rumput segar. Ia menyebut, hasil fermentasi jerami yang baik ditandai dengan ciri-ciri yakni Baunya agak harum, warnanya kuning agak kecoklatan, Teksturnya lemas(tidak kaku), tidak busuk dan tidak berjamur.

Pemberian pada ternak, Jerami padi yang difermentasi dijadikan sebagai pakan berserat utama untuk ternak sapi, diberikan sebanyak 6-8 kilo gram (per-ekor – per-hari). Sedangkan, pakan konsentrat diberikan sebanyak 1 persen dari berat badan.”Formula ransum pakan konsentrat dapat disesuaikan dengan bahan yang ada ditempat, salah satu contoh formula ransum pakan konsentrat adalah 50 persen dedak, 22 persen jagung halus dan 18 persen  bungkil kelapa, 5 persen tepung ikan, 4 persen mineral dan 1 persen garam,” tandasnya. (di)

Loading

Related Posts

‎Jaga Keberlanjutan Hutan Lindung, BKPH Wilayah VII Perkuat Kolaborasi dengan PT Sumbawa Timur Mining  ‎

‎Jaga Keberlanjutan Hutan Lindung, BKPH Wilayah VII Perkuat Kolaborasi dengan PT Sumbawa Timur Mining ‎

by Tambora Post
5 April 2026
0

  ‎MATARAM - Kolaborasi otoritas kehutanan dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor usaha, dinilai kian mendesak untuk memperkuat perlindungan kawasan...

Jagung dan Arah Baru Pertanian Dompu…(1)  ‎

Jagung dan Arah Baru Pertanian Dompu…(1) ‎

by Tambora Post
3 April 2026
0

‎Pagi di ladang-ladang Kabupaten Dompu tak lagi sekadar rutinitas petani. Di antara barisan jagung yang tumbuh serempak, mulai terasa ada...

Info APBD Provinsi NTB TA.2026..(52)

Info APBD Provinsi NTB TA.2026..(52)

by Tambora Post
3 April 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(51)…(

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(51)…(

by Tambora Post
3 April 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(50)

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(50)

by Tambora Post
3 April 2026
0

Next Post
Mengolah Tongkol Jagung jadi Pakan Ternak

Mengolah Tongkol Jagung jadi Pakan Ternak

Disnakeswan Dompu Genjot Pencapaian Target PAD

Disnakeswan Dompu Genjot Pencapaian Target PAD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

‎Kenangan Terakhir Sang Sekjen PWI di Bumi NTB  ‎

‎Kenangan Terakhir Sang Sekjen PWI di Bumi NTB ‎

18 April 2026
‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang  ‎

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

18 April 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • ‎Kenangan Terakhir Sang Sekjen PWI di Bumi NTB ‎
  • ‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎
  • ‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎
  • Persiapan Maksimal Menuju Tanah Suci, PT Taufik Almadani Gelar Manasik di Islamic Center Mataram
  • ‎Adakah Keberanian Politik Bupati Dompu Merombak Kenyamanan Birokrasi? ‎
November 2024
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
« Okt   Des »
November 2024
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
« Okt   Des »

November 2024
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  
« Okt   Des »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com