• Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi
Kamis, 3 September 2026
  • Login
Tamborapost.com
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Ketika Senapan Jadi Mainan, Dua Nyawa Melayang, Tangis tak lagi Bisa Dihentikan

Tambora Post by Tambora Post
4 Mei 2025
in HEADLINE
0
Ketika Senapan Jadi Mainan, Dua Nyawa Melayang, Tangis tak lagi Bisa Dihentikan
Nampak korban penembakan dengan senapan angin oleh temannya sendiri sudah tidak bernyawa. Ini adalah kejadian kedua sebelumnya menimpa seorang bocah di Desa Sorinomo, Kecamatan Pekat.

 

Dentuman itu kecil. Tapi dampaknya memecah dunia. Dua keluarga menjadi kepingan duka. Penyebabnya adalah senapan angin di tangan yang salah. Inilah laporan.

RELATED POSTS

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

SAUDI – DOMPU

Di tengah ladang jagung Desa Sorinomo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sebuah pondok kecil menjadi saksi bisu tragedi memilukan. Tangis seorang ibu menggema, memecah kesunyian pedesaan. Di hadapannya, sang buah hati TC, bocah perempuan berusia tiga tahun terbaring tanpa nyawa.

Sebutir peluru senapan angin bersarang di kepalanya. Yang menarik pelatuk bukanlah penjahat. Melainkan kakak kandungnya sendiri. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang mengira senapan itu hanyalah mainan.

Tragedi itu baru awal. Hanya sehari berselang, duka serupa menyelimuti sebuah rumah di Desa Nowa, Kecamatan Woja. IKB, remaja 17 tahun, tewas setelah tertembak di bagian dada saat sedang bermain ponsel.

Pelakunya adalah SA, tidak lain sahabatnya sendiri yang masih duduk di bangku SMP. Ia mengaku hanya bercanda dengan senapan angin yang ditemukan di rumah saudaranya.

Dua nyawa muda melayang. Dua keluarga hancur. Dan satu pola yang berulang.  Senapan angin, tergeletak tanpa pengamanan, berada di tangan yang salah.

Ceritanya, kejadian pertama berlangsung saat dua keluarga petani membawa anak-anak mereka ke ladang jagung. Dalam suasana santai, anak-anak bermain di pondok kecil tempat keluarga beristirahat. Tanpa pengawasan ketat, senapan angin jenis PCP diletakkan begitu saja. Tidak terkunci, tidak dibongkar, tidak diamankan.

Sekilas benda itu menjadi alat pembunuh dalam tangan bocah polos yang bahkan belum memahami arti kematian.

Keesokan harinya, nasib serupa menimpa IKB. Ceritanya, bersama temannya, SA (pelaku), mereka mengunjungi rumah kakak SA. Di ruang tamu, senapan PCP kembali ditemukan dalam kondisi tak terkunci. Tanpa berpikir panjang, SA mengangkatnya, mengarahkan ke dada IKB, dan menekan pelatuk. Dentuman kecil terdengar. Jerit singkat menyusul. Setelah itu, hanya sunyi dan sesal.

Duka mendalam menyelimuti dua keluarga korban. Di Sorinomo, sang ibu masih kerap menangis saat mengenang putrinya yang lincah. Di Nowa, orang tua IKB hanya bisa memandangi ponsel anaknya yang kini diam selamanya.

Selama ini, senapan angin PCP ini kerap digunakan masyarakat untuk berburu atau menjaga ladang. Tidak memerlukan izin layaknya senjata api militer, keberadaannya menyebar luas, bahkan dianggap barang biasa di banyak rumah.

Namun daya rusaknya nyata. Ini bukan hanya alat hobi atau pelindung ladang. Ia bisa berubah menjadi mesin maut jika berada di tangan yang salah.

“Banyak yang tidak paham bahayanya. Disimpan di ruang tamu, di pojok rumah, bahkan bisa dijangkau anak-anak,” ujar seorang tokoh masyarakat di Desa Nowa.

Dari tragedi ini, muncul peringatan keras, bahwa satu kelalaian kecil bisa merenggut nyawa. Bahwa senapan, meskipun bukan senjata militer, tak pernah pantas berada dalam jangkauan anak-anak.

Polisi kini mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyimpan senapan angin. Gunakan brankas. Bongkar jika tidak dipakai. Ajarkan anak bahwa ini bukan mainan. Karena nyawa tidak bisa dikembalikan.

Tragedi ini meninggalkan luka yang dalam bagi mereka yang kehilangan. Tapi bagi kita semua, ini adalah pengingat keras bahwa keselamatan anak-anak tidak boleh dikompromikan.

Dua dentuman kecil. Dua nyawa melayang. Tapi pelajaran ini harusnya menggema keras, bahwa yang tampak sepele bisa jadi bencana ketika kita lengah. Tetaplah waspada sebelum penyesalan itu datang. (*)

Loading

Tags: DOMPUDua Nyawa Melayangpembawa mautPolres DompuSenapan angin

Related Posts

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

by tamborapost
1 September 2026
0

MATARAM — Malika Tours & Travel Haji dan Umrah resmi hadir dan mulai beroperasi setelah diresmikan dalam sebuah acara yang...

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

by tamborapost
30 Agustus 2026
0

Ada Pakar Ongkologi Hingga Influencer. Inilah Mereka LOMBOK TIMUR – Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur...

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

by tamborapost
28 Agustus 2026
0

DOMPU— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu dan PT Sumbawa Timur Mining (STM) menandatangani nota kesepakatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)....

Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran

Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran

by tamborapost
28 Agustus 2026
0

MATARAM - Upaya mendorong transformasi digital di sektor kelautan dan perikanan terus diperkuat melalui sinergi antara Dinas Perikanan Provinsi Nusa...

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

by tamborapost
27 Agustus 2026
0

MATARAM - Bank NTB Syariah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) yang ditandai dengan penandatanganan Nota...

Next Post
Bupati Dompu Lakukan Pembinaan Disiplin ASN di Bappeda & Litbang

Bupati Dompu Lakukan Pembinaan Disiplin ASN di Bappeda & Litbang

RINGKASAN RANWAL RPJMD KABUPATEN DOMPU TAHUN 2025-2030..(23)

RINGKASAN RANWAL RPJMD KABUPATEN DOMPU TAHUN 2025-2030..(23)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result




Pos-pos Terbaru

  • Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
  • Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026
  • Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat
  • Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran
  • Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Mei 2025
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »
Mei 2025
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »
Mei 2025
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com