DOMPU – Suasana jelang Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Dompu yang akan digelar Sabtu, 6 September 2026 mendatang semakin seru.
Dua kandidat resmi telah mendaftarkan diri, salah satunya adalah Dediansyah, putra asli Desa Lepadi. Kampung yang dikenal sebagai pusat pacuan kuda Dompu di arena legendaris Lemba Kara.
Dengan percaya diri, Dediansyah menyatakan dirinya siap membawa Pordasi Dompu ke arah yang lebih maju. Ia bahkan mengklaim telah mengantongi dukungan mayoritas.
“Saya sudah berbicara dari hati ke hati dengan para pemilik stable, dan Alhamdulillah sudah ada enam stable yang memberikan dukungan. Dengan 6 dari total 10 suara yang diperebutkan, saya optimistis bisa memenangkan pertarungan ini,” ujarnya.
Dediansyah menegaskan, niatnya maju bukan sekadar untuk jabatan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kemajuan olahraga berkuda Dompu. Menurutnya, pacuan kuda bukan hanya olahraga, melainkan juga bagian dari budaya dan pariwisata daerah yang sejalan dengan visi Bupati Dompu, yakni mewujudkan Dompu Maju.
“Pordasi harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat lokal. Tradisi pacuan kuda ini bisa dikemas sebagai atraksi wisata yang mendatangkan manfaat lebih besar, bukan hanya bagi penghobi kuda, tapi juga untuk masyarakat Dompu secara luas,” tegasnya.
Selain itu, Dediansyah juga menyoroti perlunya evaluasi terhadap keberlangsungan Pordasi. Ia berkomitmen memperhatikan hak-hak joki cilik agar tetap terlindungi, sekaligus memastikan para peternak kuda mendapat ruang berkembang di bawah naungan organisasi.
“Pordasi harus berpihak pada para stable dan peternak kuda. Mereka adalah tulang punggung olahraga berkuda kita. Saya ingin memastikan keberadaan mereka diperhatikan dan diberdayakan,” katanya.
Dengan basis dukungan yang kuat, Dediansyah berharap bisa membawa harum nama Dompu di kancah nasional melalui budaya pacuan kuda. Baginya, Lemba Kara bukan sekadar lapangan pacuan, tetapi simbol kebanggaan masyarakat Dompu yang harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan. (di/**)
![]()










