• Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi
Rabu, 9 September 2026
  • Login
Tamborapost.com
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

‎Kisah Inspiratif H. Boy Mashudi‎ Menanam Masa Depan lewat Pertanian Integrasi Modern di Tanah Kelahiran

Tambora Post by Tambora Post
11 Februari 2026
in HEADLINE, Uncategorized
0
‎Kisah Inspiratif H. Boy Mashudi‎ Menanam Masa Depan lewat Pertanian Integrasi Modern di Tanah Kelahiran
‎INSPIRASI : Ketua JMSI NTB sekaligus CEO Boy Farm, H. Boy Mashudi bersama seorang anggota rombongan usai melihat tanaman melon tumbuh subur dan seragam di greenhouse. 

 

‎Laporan : Saudi – Banyuwangi

RELATED POSTS

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

‎

‎KERETA api melintas perlahan di Banyuwangi. Suaranya beradu dengan desir angin desa yang membawa aroma tanah basah. Tak jauh dari rel, hamparan hijau terbentang rapi, tenang, hidup dan penuh janji.

‎Di bawah cahaya pagi, sebuah bangunan greenhouse berdiri memantulkan sinar, sementara buah-buah alpukat bergelayut berat di dahan, menunggu waktu jatuh ke pangkuan tanah.

‎Di tempat inilah, perjalanan rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat menemukan pengalaman baru.

‎Usai mengikuti Hari Pers Nasional 2026 di Banten, langkah mereka tak langsung pulang.  Arah perjalanan justru berbelok ke timur Pulau Jawa menuju Banyuwangi.

‎Sesampainya di Banyuwangi, rombongan seakan diajak berhenti sejenak dari hiruk-pikuk perjalanan. Di dekat rel kereta api, terbentang lahan pertanian seluas kurang lebih empat hektare.

‎Hamparannya hijau, tertata dan penuh kehidupan. Angin desa berhembus lembut, membawa aroma yang mengingatkan bahwa dari tanah inilah segala sesuatu bermula.

‎Mata dimanjakan tanpa jeda. Di dalam greenhouse, tanaman melon tumbuh subur dan seragam. Seorang pemuda tampak telaten memeriksa tanaman, menyemprot daun, lalu mengukur pH air.

TELITI : Nampak seorang pemuda sedang mengukur tingkat nutrisi dalam tanaman melon di greenhouse Boy Farm.

‎“pH air harus selalu dicek untuk mengetahui nutrisinya. Kalau kurang atau lebih, bisa langsung kita atur,” ujarnya sambil terus bekerja.

‎Saat ini, di dalam greenhouse tersebut tumbuh sekitar 240 pohon melon premium. Setiap panen, buahnya ludes dalam sekejap. Pengembangan pun dilakukan. Sebuah greenhouse baru tengah dibangun, berkapasitas hingga 2.000 pohon, tanda bahwa pertanian di sini bukan hanya bertahan, tetapi terus melangkah maju.

‎Tak jauh dari situ, pohon-pohon alpukat berdiri kokoh. Buahnya besar, lebat, menggantung rapat di dahan. Di sisi lain, belasan pohon durian nyaris menuntaskan musim panen, menyisakan jejak hasil yang melimpah. Rombongan pun berkesempatan mencicipi durian kebun. Rasanya legit, membuat siapa pun lupa waktu.

‎Di tepian sungai, deretan pohon pisang dengan tandan-tandan buah menguning menambah keindahan pemandangan. Pisang matang dan pisang kukus dari hasil kebun disuguhkan. Sensasi menyantap buah langsung dari bawah pohon menghadirkan pengalaman sederhana, namun mengesankan. Rombongan menikmati bukan hanya rasa, tetapi juga suasana.

‎Tempat itu bernama Boy Farm. Sebuah kawasan pertanian terpadu yang dilengkapi villa megah, milik Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi. Lahan ini dikelola oleh saudara-saudaranya di Banyuwangi, sementara sang pemilik datang sesekali menengok mimpi yang perlahan tumbuh menjadi kenyataan.

‎Berlokasi di Dusun Kebalen Lor, Desa Lemahbang Dewo, Kecamatan Rogojampi, Boy Farm bukan hanya kawasan agrowisata yang tengah berkembang. Ia adalah narasi hidup tentang bagaimana pertanian modern dapat tumbuh selaras dengan alam tanpa merusak, namun berkelanjutan.

‎Di sini, pertanian tidak berdiri sendiri. Melon dan sayuran hidroponik hidup berdampingan dengan perkebunan alpukat, mangga, rambutan, pisang, nangka, kelengkeng, hingga durian. Di sudut lain, peternakan domba dan ayam dikelola secara terpadu. Limbah pertanian diolah menjadi pakan, sementara kotoran ternak kembali ke tanah sebagai pupuk organik.

‎Di sepanjang tepi lahan, kolam-kolam ikan dibuat memanjang menyerupai saluran irigasi. Tidak memakan banyak ruang, justru mempercantik pemandangan. Di dalamnya, ikan lele, gurami, nila, hingga patin berenang bebas, menciptakan pemandangan yang menenangkan sekaligus menjanjikan.

‎Inilah wajah pertanian integrasi. Sebuah sistem budidaya yang memadukan tanaman, ternak, perikanan dan sumber daya alam dalam satu ekosistem utuh. Sistem yang meniru cara kerja alam, namun disentuh oleh ilmu pengetahuan dan manajemen modern.

‎Yang membuat Boy Farm kian istimewa adalah pendekatan pengelolaannya. Modernitas hadir tanpa menyingkirkan kearifan lokal. Anak-anak muda terdidik, lulusan agribisnis, dilibatkan secara aktif. Mereka bukan hanya tenaga kerja, tetapi bagian dari proses belajar, bereksperimen dan berinovasi. Dari tangan merekalah, pertanian perlahan menjelma menjadi ruang harapan.

‎Boy Farm kini bukan hanya lahan produksi, tetapi juga pusat edukasi. Tempat belajar, berbagi dan menyalakan inspirasi.

TANAMAN BUAH : Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin takjub melihat tanaman alpukat yang tumbuh subur dengan buah yang lebat di lahan pertanian Boy Farm. 

‎Bagi rombongan JMSI NTB, termasuk penulis, kunjungan ini bukan hanya agenda wisata. Di balik langkah yang menyusuri kebun, di balik tatapan pada buah-buah yang menggantung, tersimpan gagasan besar, membawa pulang inspirasi ini ke kampung halaman.

‎Banyuwangi seakan menjadi cermin kemungkinan. Bahwa pertanian tidak harus identik dengan cara lama, keterbatasan dan ketidakpastian. Dengan konsep integrasi, manajemen modern dan keberanian berinovasi, pertanian justru dapat menjadi sumber kesejahteraan, membuka lapangan kerja, bahkan tumbuh sebagai destinasi wisata.

‎Di tanah Nusa Tenggara Barat yang kaya lahan, cahaya matahari dan semangat generasi muda, gagasan itu terasa sangat mungkin diwujudkan.

‎Boy Farm pun menjadi pengingat bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak perlu dicari jauh-jauh. Ia sudah tumbuh, hijau dan berbuah di hadapan mata. Tinggal bagaimana keberanian dan visi itu dibawa pulang, lalu ditanam kembali di bumi sendiri. (*)

‎

‎

Loading

Related Posts

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

by tamborapost
1 September 2026
0

MATARAM — Malika Tours & Travel Haji dan Umrah resmi hadir dan mulai beroperasi setelah diresmikan dalam sebuah acara yang...

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

by tamborapost
30 Agustus 2026
0

Ada Pakar Ongkologi Hingga Influencer. Inilah Mereka LOMBOK TIMUR – Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur...

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

by tamborapost
28 Agustus 2026
0

DOMPU— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu dan PT Sumbawa Timur Mining (STM) menandatangani nota kesepakatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)....

Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran

Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran

by tamborapost
28 Agustus 2026
0

MATARAM - Upaya mendorong transformasi digital di sektor kelautan dan perikanan terus diperkuat melalui sinergi antara Dinas Perikanan Provinsi Nusa...

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis

by tamborapost
27 Agustus 2026
0

MATARAM - Bank NTB Syariah resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) yang ditandai dengan penandatanganan Nota...

Next Post
Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(24)

Info APBD Provinsi NTB TA.2026...(24)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(25)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026...(25)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result




Pos-pos Terbaru

  • Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
  • Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026
  • Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat
  • Menuju Pelabuhan Perikanan Digital, Bank NTB Syariah dan Dinas Perikanan NTB Perkuat Ekosistem Pembayaran
  • Perkuat Tridarma Perguruan Tinggi, PT Bank NTB Syariah dan Universitas Islam Al-Azhar Jalin Kerja Sama Strategis
Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan   Mar »
Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan   Mar »
Februari 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  
« Jan   Mar »
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com