MATARAM – PT. Taufik Haji dan Umroh (THU) menghadirkan pendekatan berbeda dalam mempersiapkan calon jamaah umroh. Tidak hanya fokus pada proses keberangkatan menuju Tanah Suci, perusahaan travel yang dipimpin Direktur H. Taufik, SH itu mulai membangun pengalaman ibadah sejak jamaah masih berada di tanah air. Salah satunya melalui program manasik dan adaptasi fasilitas hotel berbintang di Prime Park Hotel Mataram.
Langkah tersebut terlihat saat jajaran manajemen PT THU bersama Direktur perusahaan turun langsung meninjau hotel yang akan digunakan calon jamaah sebelum keberangkatan. Mereka memeriksa berbagai fasilitas mulai dari lobi, kamar, sistem pendingin ruangan, lift, eskalator, hingga akses kartu elektronik yang nantinya dipakai para jemaah.
Manajemen PT THU, Jamaludin, S.Sos, M.Sos yang juga merupakan Dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram mengatakan, pengecekan detail dilakukan untuk memastikan calon jamaah memperoleh kenyamanan sekaligus kesiapan mental sebelum berada di Makkah dan Madinah.
“Perjalanan umroh adalah ibadah yang sangat mulia. Karena itu kami tidak ingin jamaah merasa canggung atau kesulitan hanya karena belum terbiasa dengan fasilitas modern hotel,” ujarnya.
Menurut Jamaludin, banyak calon jamaah berasal dari daerah dan belum pernah menginap di hotel berbintang. Kondisi itu membuat PT THU memilih menghadirkan pelatihan adaptasi sejak dini agar jamaah tidak mengalami culture shock ketika berada di Arab Saudi.
Program tersebut bahkan dirancang sangat rinci. Setelah tiba di hotel, jemaah akan mendapat tutorial langsung mulai dari cara menggunakan lift dan eskalator, membuka pintu kamar dengan kartu akses, mengatur suhu AC, menggunakan air hangat, hingga memahami penggunaan fasilitas kamar mandi modern.
Bagi sebagian orang, hal itu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi jamaah lanjut usia atau masyarakat yang baru pertama kali merasakan fasilitas hotel modern, pendampingan tersebut dinilai penting demi menjaga kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.
“Kalau adaptasi dilakukan sejak di Mataram, maka saat tiba di Madinah atau Makkah mereka sudah lebih siap. Fokus jemaah nantinya bukan lagi bingung menggunakan fasilitas hotel, tetapi fokus pada ibadah,” katanya.
Selain menawarkan fasilitas hotel bintang empat yang nyaman, PT THU juga memanfaatkan lokasi strategis hotel yang berada dekat dengan Islamic Center NTB. Kawasan tersebut memiliki miniatur Ka’bah dan sarana manasik yang biasa digunakan untuk simulasi thawaf serta sa’i.
Manajemen hotel, Dewi, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menyebut Prime Park Hotel siap memberikan pelayanan terbaik bagi calon jemaah umroh PT THU, terutama dalam menciptakan suasana nyaman sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Kedekatan hotel dengan Islamic Center membuat agenda manasik menjadi lebih efektif. Setelah beristirahat dan mendapatkan pembekalan adaptasi fasilitas hotel, jemaah dapat langsung menjalani praktik manasik secara menyeluruh tanpa perjalanan panjang yang melelahkan.
Konsep inilah yang kini menjadi salah satu daya tarik PT THU. Travel umroh tersebut tidak hanya menawarkan perjalanan ibadah, tetapi juga membangun kesiapan lahir dan batin jemaah secara bertahap, mulai dari lingkungan hotel hingga simulasi ibadah di miniatur Ka’bah.
Saat ini, minat masyarakat terhadap program umroh PT THU disebut terus meningkat. Dua bus keberangkatan telah penuh terisi dan perusahaan kini membuka kuota untuk bus ketiga. Calon jamaah juga diberikan kemudahan pendaftaran dengan uang muka mulai Rp3,5 juta.
PT THU menegaskan, pembatasan kuota dilakukan agar setiap jamaah tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan maksimal selama proses persiapan hingga keberangkatan menuju Tanah Suci. (di)
![]()










