• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

EDITORIAL : Ketelitian yang Hilang di Lingkaran Kekuasaan Dompu

tamborapost by tamborapost
10 Juni 2026
in HEADLINE
0
EDITORIAL : Ketelitian yang Hilang di Lingkaran Kekuasaan Dompu

Ada satu prinsip sederhana dalam tata kelola pemerintahan. Jangan pernah menandatangani sesuatu yang belum dipahami sepenuhnya. Sebab tanda tangan seorang bupati bukan sekadar coretan tinta. Di baliknya melekat kewenangan, legitimasi, dan konsekuensi politik yang besar.

Sayangnya, dua peristiwa yang terjadi belakangan di Kabupaten Dompu justru memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan. Lemahnya ketelitian dalam proses pengambilan keputusan dan buruknya kualitas kontrol di lingkungan birokrasi.

RELATED POSTS

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah

Kasus pertama muncul saat aksi demonstrasi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Dompu (GMPD). Dalam dokumen kesepakatan yang ditandatangani Bupati Dompu bersama pimpinan DPRD, terdapat poin tuntutan yang meminta DPRD mengevaluasi bahkan menolak LKPJ Bupati Dompu Tahun 2025.

Ironis. Di atas kertas, bupati ikut membubuhkan tanda tangan pada dokumen yang memuat tuntutan terhadap laporan pertanggungjawabannya sendiri. Lebih ironis lagi, Inspektur Inspektorat juga ikut menandatangani dokumen yang salah satu poinnya meminta evaluasi terhadap OPD yang dipimpinnya.

Sulit membayangkan bagaimana dokumen sepenting itu bisa lolos tanpa pembacaan dan kajian yang memadai. Apakah isi dokumen tidak diperiksa terlebih dahulu? Ataukah para pejabat yang hadir sekadar menandatangani demi meredam massa tanpa memahami konsekuensi substansinya?

Apa pun jawabannya, keduanya sama-sama buruk.

Jika tidak dibaca, itu menunjukkan kelalaian. Jika dibaca tetapi tetap ditandatangani, itu menunjukkan ketidakhati-hatian dalam menggunakan kewenangan.

Kasus kedua terjadi dalam proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Sebuah pengumuman resmi pansel mencantumkan empat peserta untuk jabatan Sekretaris DPRD. Namun pada tahap berikutnya muncul lima nama peserta.

Belakangan dijelaskan bahwa peserta sejak awal memang berjumlah lima orang dan pengumuman sebelumnya telah direvisi.

Masalahnya bukan pada revisi. Masalahnya adalah mengapa kesalahan itu bisa terjadi sejak awal.

Dokumen resmi pemerintah bukan status media sosial yang bisa diedit sesuka hati setelah dipublikasikan. Dokumen resmi harus lahir dari proses verifikasi berlapis, pengecekan berulang, dan pengawasan yang ketat.

Kesalahan data pada seleksi pejabat strategis menunjukkan adanya celah serius dalam manajemen administrasi pemerintahan. Jika jumlah peserta saja bisa salah diumumkan, publik berhak bertanya. Bagaimana dengan tahapan yang lebih penting seperti penilaian kompetensi, rekam jejak, hingga penetapan calon pejabat?

Dua peristiwa tersebut memang berbeda. Namun keduanya memiliki benang merah yang sama. Ketelitian yang lemah.

Dan dalam pemerintahan, ketidaktelitian bukan persoalan kecil.

Kesalahan seorang staf mungkin hanya berakhir pada koreksi administrasi. Namun kesalahan yang melibatkan kepala daerah dapat berdampak pada legitimasi kebijakan, kepercayaan publik, bahkan stabilitas pemerintahan.

Bupati tidak bisa bekerja sendiri. Ia bergantung pada sistem birokrasi yang menopangnya. Karena itu, kualitas seorang kepala daerah tidak hanya diukur dari kemampuannya mengambil keputusan, tetapi juga dari kemampuannya memastikan setiap keputusan telah melalui proses pemeriksaan yang memadai.

Di sinilah persoalan sesungguhnya. Ketika kesalahan demi kesalahan muncul dalam ruang publik, sorotan tidak lagi tertuju pada individu tertentu, melainkan pada keseluruhan sistem pemerintahan. Publik mulai mempertanyakan apakah para pembantu bupati bekerja dengan standar profesional yang cukup.

Apakah setiap dokumen penting benar-benar ditelaah sebelum sampai ke meja pimpinan. Ataukah budaya “asal tanda tangan” masih menjadi kebiasaan yang dipelihara diam-diam di balik tembok birokrasi.

Kepercayaan publik dibangun dari hal-hal kecil: akurasi data, ketelitian dokumen, dan kecermatan dalam mengambil keputusan.

Karena itu, peringatan terbesar dari dua kasus ini bukan soal demonstrasi GMPD atau kekeliruan pansel semata. Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya kesan bahwa ketelitian tidak lagi menjadi prioritas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Padahal sejarah birokrasi mengajarkan satu hal: kebijakan besar sering runtuh bukan karena niat buruk, melainkan karena kelalaian yang dianggap sepele.

Dan dalam pemerintahan, kelalaian yang dibiarkan berulang suatu saat akan berubah menjadi kesalahan yang fatal. (*)

Loading

Tags: Bambang FirdausBupati DompuEditorialKekuasaan DompuKetelitianPemkab Dompu

Related Posts

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

by tamborapost
12 Juni 2026
0

LOMBOK BARAT – PT Bank NTB Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi digital sektor transportasi dan pariwisata daerah melalui...

Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah

Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah

by tamborapost
12 Juni 2026
0

Surat permakluman dari Sekretariat Daerah Kabupaten Dompu mengenai cekaknya saldo kas daerah adalah sebuah dokumen yang memalukan sekaligus mencemaskan.  Dokumen...

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

by tamborapost
11 Juni 2026
0

MATARAM - Nama Muhamad Haerudin MS cukup dikenal di kalangan praktisi hukum di Nusa Tenggara Barat. Advokat yang akrab disapa...

PT THU Hadirkan Seragam Batik Motif Jagung dan Padi, Simbol Perjuangan Petani Bima-Dompu Menuju Tanah Suci

PT THU Hadirkan Seragam Batik Motif Jagung dan Padi, Simbol Perjuangan Petani Bima-Dompu Menuju Tanah Suci

by tamborapost
9 Juni 2026
0

DOMPU – PT Taufik Haji dan Umroh (THU) kembali menunjukkan komitmennya sebagai travel keluarga masyarakat Bima dan Dompu dengan menghadirkan...

Tiga Tahun Menuju Pilkada 2029, Mi6 Ingatkan Kandidat Jangan Terlambat Tanam Investasi Sosial

Tiga Tahun Menuju Pilkada 2029, Mi6 Ingatkan Kandidat Jangan Terlambat Tanam Investasi Sosial

by tamborapost
9 Juni 2026
0

MATARAM—Pilkada Serentak 2029 diperkirakan menjadi salah satu kontestasi politik paling terbuka dalam sejarah NTB. Tiga daerah strategis di Pulau Lombok...

Next Post
Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB

Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah

Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook

12 Juni 2026
Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah

Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah

12 Juni 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • Bank NTB Syariah Dukung Digitalisasi Pelabuhan Senggigi Melalui Kerja Sama Sistem Pembayaran Digital Easybook
  • Editorial: Dompu Gagal Menjaga Denyut Keuangan Daerah
  • Bangun Reputasi Lewat Integritas, Bung Heru Besarkan Seniman Hukum Law Firm di NTB
  • EDITORIAL : Ketelitian yang Hilang di Lingkaran Kekuasaan Dompu
  • PT THU Hadirkan Seragam Batik Motif Jagung dan Padi, Simbol Perjuangan Petani Bima-Dompu Menuju Tanah Suci
Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    
Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    

Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei    
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com