DOMPU– Perjalanan umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Bagi setiap muslim, perjalanan itu adalah momen yang telah lama diimpikan, penuh harapan agar setiap doa dapat dipanjatkan sedekat mungkin dengan Baitullah.
Pengalaman itulah yang dirasakan H. Abubakar bersama sang istri, Hj. Zainab. Pasangan asal Doromelo, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu itu menjadi bagian dari rombongan jamaah umrah PT Taufik Haji dan Umrah (THU) yang berangkat pada kloter pertama Juli 2026.

Di sela rangkaian ibadah yang masih berlangsung di Makkah dan Madinah, H. Abubakar mengirimkan rekaman suara kepada media ini. Dengan nada penuh syukur, mantan Kepala Sekolah di Kecamatan Manggelewa tersebut mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan THU sejak keberangkatan dari Mataram hingga tiba di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, pelayanan THU benar-benar luar biasa. Sejak berangkat sampai berada di Makkah dan Madinah kami terus didampingi dengan baik. Semua terasa lebih mudah sehingga kami bisa fokus beribadah,” ungkapnya.
Bagi H. Abubakar, pengalaman paling berkesan adalah kesempatan beribadah di sejumlah lokasi yang selama ini menjadi impian banyak jamaah.
Melalui pendampingan tim THU yang telah berpengalaman, ia mengaku memperoleh kesempatan untuk mendekat ke Ka’bah, mencium Hajar Aswad, menyentuh bagian Ka’bah, hingga berdoa di area yang diyakini sebagai tempat-tempat mustajab.
“Ini adalah impian saya sejak lama. Alhamdulillah saya bisa mencium Hajar Aswad, berada sangat dekat dengan Ka’bah, bahkan berdoa di tempat-tempat yang selama ini saya cita-citakan. Semua itu bisa kami lakukan dengan arahan dan pendampingan dari tim THU,” tuturnya.
Tidak hanya dirinya, sang istri juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendekat ke Ka’bah dan memanjatkan doa.
Menurutnya, pengalaman dan pemahaman para pembimbing terhadap kondisi di Masjidil Haram membuat jamaah lebih mudah diarahkan sehingga kesempatan beribadah dapat dimaksimalkan tanpa mengurangi kenyamanan maupun ketertiban.
“Semua keinginan saya selama berada di Tanah Suci Alhamdulillah tercapai. Ini benar-benar menjadi pengalaman ibadah yang sangat berkesan,” katanya.
Selain pendampingan ibadah, H. Abubakar juga mengapresiasi kualitas pelayanan yang diberikan selama perjalanan.
Mulai dari proses keberangkatan di Indonesia, pengurusan administrasi, pendampingan selama perjalanan, hingga pelayanan ketika berada di Arab Saudi dinilainya berjalan sangat baik.
Ia juga mengaku puas dengan fasilitas hotel yang lokasinya dekat dengan Masjidil Haram di Makkah maupun Masjid Nabawi di Madinah. Kedekatan jarak tersebut membuat jamaah lebih mudah memperbanyak ibadah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
“Hotel sangat dekat dengan masjid sehingga kami bisa lebih banyak beribadah. Makanannya juga enak dan pelayanan seluruh tim sangat baik,” ujarnya.
Kemampuan tim pendamping dalam memberikan arahan kepada jamaah, menurutnya, menjadi nilai tambah tersendiri. Jamaah merasa lebih tenang karena selalu mendapatkan pendampingan selama menjalankan setiap rangkaian ibadah.
Bahkan, dengan kemampuan berbahasa Inggris yang dimilikinya, H. Abubakar juga sempat berinteraksi dengan jamaah dari berbagai negara ketika berada di Masjidil Haram. Pengalaman spiritual tersebut semakin melengkapi perjalanan ibadahnya.
Di akhir testimoninya, H. Abubakar mengaku tidak ragu merekomendasikan PT THU kepada keluarga, sahabat, maupun masyarakat Bima dan Dompu yang berencana menunaikan ibadah umrah.
Menurutnya, pelayanan yang ia rasakan bukan sekadar janji promosi, tetapi pengalaman nyata yang dialaminya sendiri selama berada di Tanah Suci.
“Saya merasakan sendiri bagaimana pelayanan THU. Pendampingannya maksimal, fasilitasnya baik, dan yang paling penting kami dibantu agar bisa memaksimalkan ibadah. Karena itu saya tidak ragu merekomendasikan THU kepada keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang ingin berangkat umrah. Jangan ragu, insyaallah pelayanannya benar-benar memuaskan,” tutupnya.
Bagi banyak jamaah, perjalanan ke Tanah Suci adalah ibadah yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Karena itu, memilih penyelenggara perjalanan yang berpengalaman, amanah, dan mampu memberikan pendampingan secara maksimal menjadi bagian penting agar setiap momen ibadah dapat dijalani dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Testimoni H. Abubakar menjadi salah satu gambaran bagaimana pelayanan yang baik dapat membantu jamaah memaksimalkan pengalaman spiritual selama berada di Baitullah. (di)
![]()









