• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Inovasi AMMAN Menambang Masa Depan Tanpa Membakar Bumi

tamborapost by tamborapost
21 Agustus 2026
in HEADLINE
0
Inovasi AMMAN Menambang Masa Depan Tanpa Membakar Bumi
Fasilitas LNG PT AMMAN Mineral Nusa Tenggara menjadi bagian dari infrastruktur pendukung operasional industri pertambangan dan pengolahan mineral di Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

 

AMMAN menjawab salah satu kontradiksi terbesar dalam industri pertambangan. Bagaimana memenuhi kebutuhan mineral dunia sekaligus menekan emisi karbon. Jalan yang ditempuh bukan tanpa dilema. Berikut laporan. 

RELATED POSTS

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

Jelang Event TJR, Taman Nasional Tambora Raih Penghargaan 

Saudi – Tambora Post

Matahari belum sepenuhnya naik ketika alat-alat berat mulai bergerak di kawasan tambang Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Truk-truk mekanis berukuran raksasa perlahan menuruni lereng tambang terbuka, membawa batuan menuju fasilitas pengolahan. Dua puluh empat jam sehari, tujuh hari dalam sepekan, aktivitas industri ini berdetak tanpa henti.

Dari kawasan inilah tembaga ditambang, diolah, kemudian masuk ke rantai pasok industri. Di balik suara mesin dan pergerakan jutaan ton material, berlangsung pertarungan yang lebih besar daripada mengejar target produksi.

Bagaimana menghasilkan mineral yang dibutuhkan dunia tanpa mempercepat laju perubahan iklim?

Pertanyaan itu terdengar kontradiksi. Dunia sedang berusaha mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Kendaraan listrik, panel surya membutuhkan tembaga. Turbin angin, jaringan transmisi listrik, baterai, hingga pusat data juga membutuhkan mineral yang sama. Semakin cepat dunia beralih ke teknologi rendah karbon, semakin besar kebutuhan terhadap mineral kritis.

Tetapi mineral tersebut tidak muncul begitu saja. Ia harus ditambang, dihancurkan, digiling, dipisahkan, diangkut dan untuk tembaga, dilebur. Semua proses itu membutuhkan energi.

Dengan kata lain, dunia membutuhkan lebih banyak mineral untuk melakukan transisi energi. Namun proses menyediakan mineral itu sendiri membutuhkan energi dalam jumlah besar. Di Batu Hijau, paradoks tersebut menjadi nyata.

Ketika Tambang Membutuhkan Energi Besar

Pertambangan modern bukan hanya perkara menggali batuan dari perut bumi. Ia merupakan sebuah sistem industri yang membutuhkan listrik dalam jumlah besar dan pasokan energi yang harus tersedia sepanjang waktu.

Kebutuhan itu semakin kompleks ketika kegiatan penambangan terhubung dengan fasilitas pengolahan dan smelter.

AMMAN memilih membangun sistem energi yang terintegrasi untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana

Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, mengatakan perusahaan tidak melihat energi hanya sebagai kebutuhan operasional jangka pendek.

“Yang membedakan AMMAN adalah pendekatan energi yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang,” kata Kartika.

Menurut dia, perusahaan membangun ekosistem energi yang menghubungkan liquefied natural gas (LNG), pembangkit listrik tenaga gas dan uap atau combined cycle power plant (CCPP), serta energi surya.

Sistem itu dirancang untuk menopang rantai operasi AMMAN, dari pertambangan hingga fasilitas pengolahan dan pemurnian.

Di sinilah strategi AMMAN mulai terlihat. Alih-alih menggantungkan seluruh kebutuhan listrik pada satu sumber energi, perusahaan membangun portofolio energi dengan karakter berbeda.

LNG menjadi bahan bakar pembangkit. Matahari dimanfaatkan melalui pembangkit listrik tenaga surya. Sementara sistem digital digunakan untuk mengatur distribusi dan beban listrik.

Target akhirnya bukan semata-mata mendapatkan listrik. Energi harus tersedia ketika dibutuhkan, digunakan seefisien mungkin, dan pada saat bersamaan menghasilkan emisi yang lebih rendah.

450 Megawatt dari Gas

Salah satu bagian terbesar dari sistem tersebut adalah CCPP berkapasitas 450 megawatt.

Pembangkit ini menggunakan turbin gas SGT 800. Teknologi combined cycle memungkinkan energi panas yang dihasilkan dari proses pembakaran gas dimanfaatkan kembali untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin.

Dengan mekanisme itu, energi dari bahan bakar tidak langsung terbuang.

AMMAN menyebut efisiensi combined cycle pembangkit tersebut dapat mencapai sekitar 57–59 persen. Angka itu lebih tinggi dibandingkan pembangkit konvensional yang berada pada kisaran 28–33 persen.

Pembangkit tersebut juga menggunakan teknologi Dry Low Emission atau DLE untuk membantu menekan emisi nitrogen oksida (NOx) dan karbon monoksida (CO).

Namun ada satu hal yang perlu digarisbawahi. LNG tetap merupakan bahan bakar fosil.

Karena itu, pembangunan pembangkit berbahan bakar gas tidak dapat disamakan dengan pembangkit energi terbarukan yang tidak menggunakan bahan bakar fosil dalam proses pembangkitannya.

Posisinya lebih tepat dilihat sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan menekan emisi dibandingkan penggunaan teknologi pembangkitan yang lebih intensif emisi.

Di sinilah tantangan AMMAN menjadi menarik. Perusahaan tidak sedang berpindah langsung dari energi fosil menuju sistem energi tanpa karbon. Perusahaan sedang membangun sebuah jembatan.

Pertanyaannya kemudian bukan apakah LNG merupakan energi bersih. Melainkan, seberapa jauh efisiensi teknologi berbahan bakar gas dapat membantu menurunkan jejak emisi sebuah operasi tambang dan smelter yang terus berkembang?

Matahari Masuk ke Tambang
Panel surya AMMAN menjadi bagian dari langkah pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan energi operasional sekaligus mendorong upaya pengurangan emisi.

Di tengah dominasi energi konvensional tersebut, matahari menjadi sumber energi lain. AMMAN memiliki PLTS berkapasitas 26,8 megawatt peak (MWp).

Pada 2025, pembangkit ini menghasilkan 36.629 megawatt-hour (MWh) listrik terbarukan. Produksi tersebut, menurut data perusahaan, setara dengan penghindaran emisi sekitar 34.794 ton CO₂e.

Perusahaan sebelumnya menargetkan PLTS tersebut dapat mengurangi emisi hingga sekitar 40.000 ton CO₂ per tahun.

Angka produksi listrik pada 2025 memang belum mencapai angka maksimal yang ditargetkan. AMMAN menyebut tingkat radiasi matahari yang lebih rendah sepanjang tahun ikut memengaruhi produksi listrik.

Tetapi kontribusinya menunjukkan perubahan lain dalam cara industri melihat energi.

Matahari yang selama ini hanya dianggap sebagai kondisi alam di kawasan tambang mulai diposisikan sebagai sumber daya energi.

Pada 2025, energi terbarukan menyumbang sekitar 13 persen dari total konsumsi energi perusahaan.

Angka itu belum menjadikan operasi AMMAN sebagai tambang berbasis energi terbarukan. Tetapi ia menunjukkan bahwa sumber energi tersebut sudah masuk ke dalam sistem energi perusahaan.

Dan di sinilah ukuran keberhasilan transisi energi seharusnya tidak berhenti pada berapa banyak panel surya yang dipasang.

Ukuran yang lebih penting adalah berapa banyak energi fosil yang dapat digantikan. Berapa banyak emisi yang berhasil dihindari. Dan apakah pertumbuhan produksi tidak menghapus manfaat efisiensi tersebut.

Regulator Memasang Ukuran
Kepala Dinas ESDM NTB, Syamsudin

Persoalan itu tidak hanya menjadi urusan internal perusahaan.

Dari perspektif regulator, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB melihat transisi energi di sektor pertambangan sebagai bagian dari arah kebijakan energi yang lebih luas.

Kepala Dinas ESDM NTB, Syamsudin, menegaskan bahwa transisi energi di sektor pertambangan bukan lagi sekadar pilihan sukarela.

“Sektor pertambangan adalah konsumen energi skala raksasa, sehingga inovasi hilirisasi rendah karbon penting menjadi preseden bagi industri nasional. Pemerintah daerah terus mendorong penerapan praktik pertambangan yang baik,” jelas Syamsudin.

Pernyataan tersebut menempatkan langkah AMMAN dalam konteks yang lebih luas.

Sebab semakin besar konsumsi energi sebuah industri, semakin besar pula konsekuensi ketika sumber energi yang digunakan menghasilkan emisi.

Pertambangan kemudian tidak hanya dituntut menghasilkan mineral. Ia juga dituntut memperlihatkan bagaimana mineral itu diproduksi. Di sinilah teknologi menjadi penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran.

Listrik Tak Lagi Sekadar Mengalir

Di ruang kendali, persoalannya menjadi berbeda. Listrik tidak cukup hanya diproduksi. Ia harus dikelola setiap detik.

AMMAN menggunakan sistem digital yang disebut Smart Grid Team untuk memantau sistem kelistrikan, transmisi, dan distribusi.

Salah satu perangkatnya adalah Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), sistem yang memungkinkan kondisi jaringan dipantau secara real time.

Ada pula Intelligent Load Shedding (ILS), yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengatur beban ketika terjadi gangguan atau perubahan sistem.

Teknologi itu memungkinkan pengaturan beban dilakukan tanpa selalu menunggu intervensi manusia.

Bagi sebuah operasi industri dengan kebutuhan listrik besar, persoalan tersebut bukan perkara kecil.

Kelebihan beban dapat mengganggu operasi. Gangguan pasokan dapat menghentikan rangkaian proses produksi. Sementara penggunaan energi yang tidak efisien berarti biaya lebih besar sekaligus emisi yang berpotensi lebih tinggi.

Digitalisasi karena itu menjadi bagian dari strategi dekarbonisasi.

Bukan karena perangkat lunaknya menghasilkan listrik. Tetapi karena data memungkinkan listrik digunakan dengan lebih presisi.

AMMAN juga menggunakan sistem perencanaan beban, perencanaan pembangkitan, pemantauan konsumsi energi, serta analisis data operasional untuk mengoptimalkan kinerja peralatan.

Dengan kata lain, transformasi energi tidak hanya berlangsung di pembangkit. Ia juga berlangsung di layar komputer.

Publik Meminta Data
Ketua Aliansi Peduli Lingkungan Hidup (APLH) NTB, Muhammad Fathonah Yuniarto.

Di titik inilah klaim mengenai transisi energi berhadapan dengan tuntutan dari luar perusahaan.

Aktivis lingkungan di NTB mendesak perusahaan memperkuat transparansi sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.

“Perusahaan wajib memperkuat keterbukaan informasi publik terkait data real-time pelaporan emisi, manajemen limbah B3, serta hasil pemantauan berkala kualitas udara dan air. Hak atas informasi ini penting agar masyarakat sipil dapat ikut mengawasi jalannya transisi energi secara objektif,” ujar Ketua Aliansi Peduli Lingkungan Hidup (APLH) NTB, Muhammad Fathonah Yuniarto.

Permintaan tersebut penting karena angka pengurangan emisi bukan sekadar urusan laporan perusahaan. Ia berkaitan dengan ruang hidup masyarakat.

Jika perusahaan menyebut penggunaan energi semakin efisien, publik membutuhkan data untuk melihat bagaimana perubahan itu terjadi.

Jika emisi diklaim menurun, publik perlu mengetahui indikator dan periode pengukurannya.

Begitu pula dengan kualitas udara, air, dan pengelolaan limbah. Dengan demikian, transparansi menjadi jembatan antara inovasi teknologi dan kepercayaan masyarakat.

Tanpa data yang dapat diuji, istilah seperti rendah karbon, efisiensi energi, dan keberlanjutan mudah berhenti menjadi jargon.

Ketika Pertumbuhan Menjadi Ujian

AMMAN menghadapi persoalan yang tidak sederhana. Kebutuhan energi justru berpotensi terus meningkat.

Smelter membutuhkan energi. Precious metal refinery membutuhkan energi. Perluasan fasilitas pengolahan membutuhkan energi.

Operasi tambang Batu Hijau juga membutuhkan energi. Artinya, perusahaan menghadapi dua garis yang harus dijaga secara bersamaan.

Pertama, kebutuhan energi harus tetap terpenuhi agar produksi berjalan. Kedua, intensitas dan emisi energi harus ditekan.

Di sinilah ukuran keberhasilan transisi energi menjadi penting. Jika penggunaan energi meningkat karena ekspansi produksi, angka emisi absolut belum tentu langsung turun.

Karena itu, indikator seperti intensitas emisi menjadi relevan. Seberapa besar emisi yang dihasilkan untuk menghasilkan satu unit produk.

AMMAN menyatakan kinerja emisi gas rumah kaca, termasuk intensitas emisi, dipantau dan dilaporkan secara berkala melalui laporan keberlanjutan.

Perusahaan juga mengakui bahwa intensitas emisi dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tahap pengembangan tambang, karakteristik bijih, hingga proyek ekspansi.

Ini menunjukkan satu kenyataan penting dalam industri pertambangan. Dekarbonisasi tidak berlangsung dalam ruang hampa.

Ia berhadapan dengan kondisi geologi, umur tambang, kadar bijih, kapasitas produksi, teknologi, investasi, hingga kebutuhan energi.

Karena itu, keberhasilan tidak cukup diukur dengan satu angka penurunan emisi. Ia harus dibaca bersama dengan perubahan produksi dan konsumsi energi.

Suara dari Tapak Kawasan
Iwan petani di Dusun Otak Keris, Desa Maluk

Namun angka-angka tersebut pada akhirnya kembali kepada mereka yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Di Desa Maluk, Iwan sehari-hari menyaksikan pertumbuhan industri di Batu Hijau. Menurut dia, pendekatan perusahaan terhadap lingkungan mengalami perubahan dari tahun ke tahun.

“Dulu, fokus perhatian warga selalu tertuju pada kepulan debu, hilir mudik kendaraan berat, dan dampak langsung operasi terhadap alam sekitar. Namun belakangan, kami mulai melihat adanya pergeseran cara kerja perusahaan,” kata Iwan.

Ia mengakui warga mungkin tidak memahami seluruh hitung-hitungan emisi karbon atau kecanggihan teknologi energi. Tetapi perubahan di lapangan dapat mereka lihat.

Mulai dari pembangunan ladang panel surya, pengelolaan lingkungan yang dinilai lebih tertata, hingga keterbukaan dalam menyampaikan program keberlanjutan.

“Bagi kami, menjaga lingkungan bukan hanya menggugurkan kewajiban aturan pemerintah. Kualitas udara yang bersih, limbah yang dikelola dengan aman, serta reklamasi lahan bekas tambang yang konsisten adalah penentu mutlak kualitas hidup anak cucu kami di masa depan,” ujarnya.

Iwan berharap komitmen tersebut tidak berhenti ketika teknologi baru telah beroperasi. “Harapan terbesar kami adalah komitmen ini terus dijaga ketat. Kemajuan industri harus berjalan beriringan dengan perlindungan ruang hidup kami,” harap Iwan.

Pernyataan Iwan memperlihatkan ukuran lain dari keberhasilan transisi energi. Bagi masyarakat, keberhasilan tidak selalu hadir dalam satuan megawatt atau ton CO₂e.

Ia hadir dalam bentuk udara yang dapat dihirup, air yang dapat digunakan, tanah yang tetap produktif, dan lingkungan yang layak diwariskan.

Perempuan dan Masa Depan Lingkar Tambang
Supriani, ibu rumah tangga di Desa Pasir Putih, Kecamatan Maluk

Perspektif serupa datang dari Supriani, warga Desa Pasir Putih. Namun ia melihat persoalan tersebut dari ruang yang lebih dekat. Rumah tangga dan masa depan keluarga.

Menurut Supriani, kaum perempuan menjadi kelompok yang pertama merasakan dampak ketika lingkungan mengalami kerusakan. Mulai dari kesehatan anak-anak hingga ketersediaan air bersih.

“Warga tentu tidak paham teknis bagaimana turbin smelter berputar atau bagaimana pembangkit listrik bekerja. Indikator keberhasilan kami sangat sederhana. Jika alam tetap terjaga, udara tidak menyesakkan, dan air tidak tercemar, berarti dekarbonisasi itu nyata,” ungkap Supriani.

Tetapi baginya, keberlanjutan tidak boleh berhenti pada ekologi. Masyarakat di sekitar tambang juga harus mendapatkan manfaat ekonomi dan sosial.

“Masyarakat, terutama kaum perempuan di lingkar tambang, harus dilibatkan secara aktif dalam program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, kesehatan, dan pendidikan. Keberlanjutan baru akan bermakna utuh apabila keadilan ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan bersama-sama oleh masyarakat yang hidup berdampingan dengan aktivitas pertambangan ini,” kata Supriani.

Pernyataan itu memperluas definisi transisi energi. Dekarbonisasi bukan hanya soal mengganti sumber energi. Ia juga menyangkut siapa yang mendapatkan manfaat dari perubahan tersebut.

Dari Mesin ke Manusia

AMMAN mengatakan transformasi energi memang tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan manfaat lingkungan.

Perusahaan mengklaim perubahan tersebut juga dibarengi pengembangan tenaga kerja lokal.

Kartika mengatakan perusahaan mengintegrasikan agenda transformasi energi dengan perekrutan dan pengembangan tenaga kerja lokal di pembangkit listrik serta sepanjang rantai energi di site.

AMMAN menjalankan Graduate Development Program (GDP) dan Skill Development Program (SDP), termasuk dengan merekrut peserta dari Nusa Tenggara Barat.

Pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting karena teknologi baru membutuhkan kompetensi baru.

Perusahaan menyatakan terus memperkuat kemampuan karyawan dan tenaga kerja lokal melalui pelatihan, sertifikasi, serta program pengembangan yang relevan dengan kebutuhan industri.

Di sinilah janji transisi energi kembali diuji. Sebab perubahan teknologi akan lebih berarti apabila masyarakat di sekitar industri tidak hanya menjadi penonton. Mereka harus mempunyai kesempatan untuk menjadi bagian dari perubahan itu.

AMMAN dan Jalan Panjang Menuju 2030

AMMAN menyatakan strategi energi perusahaan tidak dikunci pada satu teknologi.

Perusahaan terus mengevaluasi sumber energi dan teknologi yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan operasional, perkembangan teknologi, keekonomian, serta tujuan keberlanjutan.

Sikap itu memperlihatkan bahwa perjalanan menuju emisi lebih rendah tidak dianggap sebagai proyek sekali jadi. Hari ini LNG menjadi bagian dari sistem. Energi surya menjadi pelengkap. Teknologi digital menjadi pengendali.

Besok, komposisinya dapat berubah ketika teknologi energi yang lebih rendah karbon semakin matang dan layak secara ekonomi.

Namun tantangannya tetap besar. Data keberlanjutan AMMAN menunjukkan emisi Scope 1 perusahaan pada 2025 mencapai sekitar 2,21 juta ton CO₂e.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan itu menjadi pengingat bahwa transisi energi tidak dapat dinilai hanya dari hadirnya teknologi baru.

Sebuah perusahaan bisa memasang PLTS, membangun pembangkit yang lebih efisien, dan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengatur listrik. Tetapi pada saat yang sama emisi absolut masih dapat meningkat ketika skala operasi bertambah.

Justru di situlah transparansi data menjadi penting. Target penurunan emisi harus dapat diuji dari tahun ke tahun.

Efisiensi harus dapat diukur. Dan setiap teknologi harus dapat menunjukkan kontribusinya.

Pertanyaan yang Belum Selesai

Pada akhirnya, Batu Hijau memperlihatkan sebuah dilema yang tidak mudah diselesaikan. Dunia membutuhkan tembaga untuk membangun masa depan rendah karbon.

Tetapi untuk menghasilkan tembaga tersebut, energi dalam jumlah besar tetap dibutuhkan.

AMMAN mencoba menjawab dilema itu melalui kombinasi LNG, CCPP 450 MW, PLTS 26,8 MWp, digitalisasi sistem kelistrikan, dan pengembangan sumber daya manusia lokal.

Regulator mendorong agar langkah tersebut menjadi bagian dari praktik pertambangan yang baik. Masyarakat meminta lingkungan tetap terlindungi.

Aktivis meminta data dibuka agar klaim perusahaan dapat diawasi. Semua pihak akhirnya bertemu pada satu pertanyaan yang sama.

Apakah pertumbuhan produksi mineral dapat berjalan tanpa pertumbuhan emisi yang tidak terkendali?

Jawabannya belum selesai. Tetapi ukuran keberhasilannya mulai jelas. Bukan sekadar berapa megawatt listrik yang dibangun.

Bukan sekadar berapa panel surya yang dipasang. Bukan pula seberapa canggih kecerdasan buatan yang mengatur beban listrik.

Melainkan apakah seluruh investasi tersebut benar-benar mampu membuat setiap ton mineral yang diproduksi menjadi semakin rendah jejak karbonnya.

Dan yang tak kalah penting. Apakah masyarakat yang hidup di sekeliling tambang dapat merasakan manfaatnya.

Di kawasan Batu Hijau, truk-truk tambang akan tetap bergerak. Mesin akan tetap bekerja. Tembaga akan tetap dibutuhkan dunia. Yang sedang berubah adalah cara energi digunakan untuk menghasilkan semua itu.

Pertarungan AMMAN dengan emisi, karena itu, bukan pertarungan yang sudah dimenangkan.

Ia adalah perjalanan panjang untuk membuktikan bahwa kebutuhan mineral bagi masa depan tidak harus dibayar dengan kerusakan lingkungan pada hari ini.

Sebab tambang yang benar-benar menambang masa depan bukan hanya menghasilkan mineral untuk dunia. Tetapi juga meninggalkan ruang hidup  layak bagi mereka yang tinggal di sekitarnya. (*)

Loading

Tags: Energi BersihEnergi TerbarukanLNGPT. Amman MineralTekan Emisi KarbonTenaga Surya

Related Posts

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

by tamborapost
21 Agustus 2026
0

MATARAM – Dalam suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank NTB Syariah memberikan kado spesial bagi...

Jelang Event TJR, Taman Nasional Tambora Raih Penghargaan 

Jelang Event TJR, Taman Nasional Tambora Raih Penghargaan 

by tamborapost
20 Agustus 2026
0

DOMPU- Detik- detik menjelang pelaksanaan event bergengsi Tambora Jungle Run (TJR) 2026. Kantor Balai Taman Nasional Tambora berhasil menyabet penghargaan...

Gubernur Iqbal Tak Lolos Bursa Ketua KONI NTB, Mi6 Nilai Ada Skenario Lapis Kedua

Gubernur Iqbal Tak Lolos Bursa Ketua KONI NTB, Mi6 Nilai Ada Skenario Lapis Kedua

by tamborapost
20 Agustus 2026
0

MATARAM—Gagalnya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjadi calon Ketua KONI NTB periode 2026-2030, menyisakan pertanyaan yang lebih besar daripada sekadar...

Ketua DPRD NTB Dukung Polri Sukseskan Swasembada Pangan Nasional melalui Panen Raya dan Penanaman Bawang Putih di Sembalun

Ketua DPRD NTB Dukung Polri Sukseskan Swasembada Pangan Nasional melalui Panen Raya dan Penanaman Bawang Putih di Sembalun

by tamborapost
18 Agustus 2026
0

LOMBOK TIMUR — Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat...

DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

DPD II Golkar Dompu Ucapkan Selamat HUT ke-50 Bahlil Lahadalia

by tamborapost
8 Agustus 2026
0

DOMPU —Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Dompu menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-50 kepada Ketua...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

Inovasi AMMAN Menambang Masa Depan Tanpa Membakar Bumi

Inovasi AMMAN Menambang Masa Depan Tanpa Membakar Bumi

21 Agustus 2026
KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa

21 Agustus 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • Inovasi AMMAN Menambang Masa Depan Tanpa Membakar Bumi
  • KUR PMI Bank NTB Syariah, Kado Hari Kemerdekaan Bagi Pahlawan Devisa
  • Jelang Event TJR, Taman Nasional Tambora Raih Penghargaan 
  • Gubernur Iqbal Tak Lolos Bursa Ketua KONI NTB, Mi6 Nilai Ada Skenario Lapis Kedua
  • Ketua DPRD NTB Dukung Polri Sukseskan Swasembada Pangan Nasional melalui Panen Raya dan Penanaman Bawang Putih di Sembalun
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    

Agustus 2026
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Jul    
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com