DOMPU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu kembali menggelar Lomba Perpustakaan Desa tingkat kabupaten tahun 2025. Ajang tahunan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan perpustakaan di tingkat desa serta memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat.
Tim juri mulai melakukan visitasi lapangan selama dua hari, yaitu pada Rabu dan Kamis, 7–8 Mei 2025. Penilaian hari pertama dimulai di Desa O’O, Kecamatan Dompu, lalu berlanjut ke Perpustakaan Desa Ranggo dan Rumah Baca Desa Jambu, Kecamatan Pajo.
Pada hari kedua, Kamis (8/5), tim melanjutkan visitasi ke Perpustakaan Desa Bakajaya dan Desa Bara di Kecamatan Woja, sebelum bergeser ke Kecamatan Manggelewa untuk menilai Perpustakaan Desa Soriutu.
Kepala Bidang Perpustakaan Dompu, Wusiat, SE, menjelaskan bahwa berbagai aspek dinilai dalam lomba ini, termasuk penataan ruang perpustakaan, kelengkapan dan keberagaman bahan bacaan, serta aspek administrasi dan manajemen pengelolaan.
“Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan semangat para pengelola perpustakaan desa untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan. Kami juga ingin memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat,” ujar Wusiat.
Lomba Perpustakaan Desa 2025 ini terbuka bagi perpustakaan desa yang telah memenuhi sejumlah persyaratan administratif, termasuk telah terdaftar dalam sistem data perpustakaan nasional dan telah beroperasi minimal selama tiga tahun. Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp20 juta.
Pemenang lomba direncanakan akan diumumkan secara resmi pada 8 Mei 2025.
Perpusda Dompu berharap, melalui kegiatan ini, akan lahir lebih banyak perpustakaan desa yang mampu menjadi ruang belajar masyarakat yang hidup, dinamis, dan mudah diakses.
“Perpustakaan desa seharusnya menjadi jantung literasi di desa. Lomba ini kami harapkan bisa menjadi titik tolak menuju ke arah itu,” pungkas Wusiat. (di/*)
![]()










