• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Jumat, 1 Mei 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home Uncategorized

‎Wartawan Dompu : Dibutuhkan Saat Publikasi, Diabaikan Saat Kritik

Tambora Post by Tambora Post
16 Maret 2026
in Uncategorized
0
‎Wartawan Dompu : Dibutuhkan Saat Publikasi, Diabaikan Saat Kritik

‎Oleh: Fauzi Wahyudin,S.I.Kom.,M.Sos.

‎Di atas kertas, pers adalah salah satu pilar demokrasi. Undang-Undang Pers bahkan menegaskan bahwa wartawan memiliki fungsi kontrol sosial terhadap jalannya kekuasaan. Namun realitas di banyak daerah sering menunjukkan hal yang berbeda. Di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, wartawan justru kerap berada pada posisi yang paradoksal: dibutuhkan ketika pemerintah ingin dipublikasikan, tetapi diabaikan ketika menjalankan fungsi kritik.

RELATED POSTS

‎Jaga Keberlanjutan Hutan Lindung, BKPH Wilayah VII Perkuat Kolaborasi dengan PT Sumbawa Timur Mining ‎

Jagung dan Arah Baru Pertanian Dompu…(1) ‎

‎Fenomena ini bukan sekadar persoalan hubungan personal antara wartawan dan pejabat daerah. Ia adalah masalah struktural yang mencerminkan bagaimana kekuasaan lokal memandang pers: bukan sebagai pengawas publik, melainkan sekadar alat komunikasi pemerintah.

‎Padahal, jumlah media di Dompu sebenarnya cukup banyak. Dalam beberapa tahun terakhir, puluhan media online, cetak, maupun kontributor media nasional beroperasi di daerah ini. Namun jika dilihat lebih dalam, jumlah wartawan yang benar-benar aktif secara profesional tidak terlalu besar—diperkirakan hanya belasan hingga dua puluhan orang yang rutin meliput kegiatan pemerintahan dan isu publik.

‎Jumlah yang kecil ini seharusnya justru menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang sehat dengan pers. Sayangnya, yang terjadi sering sebaliknya.

‎Pers yang Dipersempit Menjadi Tukang Publikasi

‎‎Dalam praktik birokrasi daerah, wartawan sering ditempatkan hanya sebagai peliput kegiatan seremonial pemerintah. Konferensi pers, peresmian proyek, pembagian bantuan sosial, hingga agenda kunjungan pejabat hampir selalu membutuhkan kehadiran media.

‎‎Namun ketika wartawan mulai mengangkat isu sensitif seperti persoalan anggaran, kebijakan publik, atau dugaan penyimpangan proyek—hubungan yang tadinya ramah bisa berubah menjadi dingin.

‎‎Tidak jarang wartawan yang kritis justru dianggap sebagai “pengganggu stabilitas pemerintahan”.

‎Fenomena ini memperlihatkan satu hal yang cukup jelas: sebagian pejabat daerah masih memandang media sebagai alat pencitraan, bukan sebagai institusi pengawas kekuasaan.

‎Ekonomi Media yang Bergantung pada Pemerintah

‎‎Masalah lain yang memperumit relasi ini adalah struktur ekonomi media lokal.

‎‎Di daerah seperti Dompu, sumber pendapatan media sering bergantung pada kerja sama publikasi dengan pemerintah daerah. Advertorial kegiatan dinas, publikasi proyek pembangunan, atau kerja sama media menjadi sumber pemasukan yang cukup penting bagi banyak media lokal.

‎‎Ketergantungan ini menciptakan relasi yang tidak seimbang.

‎‎Pemerintah memiliki kekuatan ekonomi untuk menentukan media mana yang mendapatkan kerja sama dan media mana yang tidak. Dalam situasi seperti ini, independensi pers sering berada dalam posisi yang rapuh.

‎Wartawan yang terlalu kritis berpotensi kehilangan akses terhadap sumber informasi maupun kerja sama publikasi.

‎‎Inilah yang membuat sebagian wartawan akhirnya memilih berada di zona aman: meliput kegiatan pemerintah tanpa terlalu banyak mempertanyakan kebijakan yang diambil.

‎ Politik Lokal dan Alergi Kritik

‎‎Persoalan lain yang tidak bisa diabaikan adalah karakter politik lokal.

‎‎Di banyak daerah, termasuk Dompu, struktur kekuasaan masih sangat dipengaruhi oleh jaringan patronase politik. Hubungan antara pejabat, elite lokal, dan kelompok kepentingan sering kali lebih kuat dibandingkan mekanisme kontrol publik.

‎‎Dalam situasi seperti ini, kritik dari wartawan sering dianggap sebagai ancaman terhadap stabilitas jaringan kekuasaan tersebut.

‎‎Padahal dalam sistem demokrasi, kritik justru merupakan mekanisme penting untuk menjaga akuntabilitas pemerintahan.

‎Tanpa pengawasan media, berbagai persoalan seperti penyalahgunaan anggaran, konflik kepentingan, atau kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat akan lebih mudah terjadi tanpa diketahui publik.

‎‎Pers yang Lemah, Demokrasi yang Rapuh

‎‎Kondisi wartawan yang dipandang sebelah mata oleh pemerintah daerah sebenarnya bukan hanya merugikan profesi jurnalistik. Ia juga menjadi indikator bahwa kualitas demokrasi lokal masih menghadapi banyak tantangan.

‎‎Pers yang kuat adalah syarat utama bagi pemerintahan yang transparan.

‎‎Sebaliknya, jika wartawan hanya diperlakukan sebagai alat publikasi pemerintah, maka fungsi kontrol sosial akan melemah.

‎‎Dalam jangka panjang, yang dirugikan bukan hanya wartawan, tetapi masyarakat itu sendiri.

‎‎Karena tanpa pers yang independen, publik akan kehilangan salah satu sumber informasi yang paling penting untuk memahami bagaimana kekuasaan dijalankan.

‎Saatnya Mengubah Cara Pandang

‎‎Pemerintah daerah seharusnya menyadari bahwa wartawan bukan musuh birokrasi. Pers adalah mitra penting dalam membangun pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

‎‎Di sisi lain, komunitas wartawan juga perlu memperkuat profesionalisme dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

‎‎Hubungan yang sehat antara pers dan pemerintah hanya bisa dibangun jika kedua pihak memahami perannya masing-masing.

‎‎Pemerintah harus berani membuka diri terhadap kritik. Wartawan harus tetap menjaga independensi dan integritasnya.

‎‎Tanpa itu semua, hubungan antara pers dan kekuasaan akan terus berada dalam lingkaran yang sama: saling membutuhkan, tetapi tidak pernah benar-benar saling menghargai. (*)

‎

Loading

Related Posts

‎Jaga Keberlanjutan Hutan Lindung, BKPH Wilayah VII Perkuat Kolaborasi dengan PT Sumbawa Timur Mining  ‎

‎Jaga Keberlanjutan Hutan Lindung, BKPH Wilayah VII Perkuat Kolaborasi dengan PT Sumbawa Timur Mining ‎

by Tambora Post
5 April 2026
0

  ‎MATARAM - Kolaborasi otoritas kehutanan dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk sektor usaha, dinilai kian mendesak untuk memperkuat perlindungan kawasan...

Jagung dan Arah Baru Pertanian Dompu…(1)  ‎

Jagung dan Arah Baru Pertanian Dompu…(1) ‎

by Tambora Post
3 April 2026
0

‎Pagi di ladang-ladang Kabupaten Dompu tak lagi sekadar rutinitas petani. Di antara barisan jagung yang tumbuh serempak, mulai terasa ada...

Info APBD Provinsi NTB TA.2026..(52)

Info APBD Provinsi NTB TA.2026..(52)

by Tambora Post
3 April 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(51)…(

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(51)…(

by Tambora Post
3 April 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(50)

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(50)

by Tambora Post
3 April 2026
0

Next Post
Bank NTB Syariah Tegaskan Kinerja Operasional Tetap Tumbuh

Bank NTB Syariah Tegaskan Kinerja Operasional Tetap Tumbuh

‎Riset LPEM UI Ungkap Kontribusi Besar AMMAN bagi Ekonomi Nasional  ‎

‎Riset LPEM UI Ungkap Kontribusi Besar AMMAN bagi Ekonomi Nasional ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

ANGGOTA DPRD PROVINSI NTB FRAKSI PPP, MARGA HARUN, SH, MH : Selamat Hari Buruh Nasional, 01 Mei 2026 ‎

ANGGOTA DPRD PROVINSI NTB FRAKSI PPP, MARGA HARUN, SH, MH : Selamat Hari Buruh Nasional, 01 Mei 2026 ‎

1 Mei 2026
‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit

‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit

29 April 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • ANGGOTA DPRD PROVINSI NTB FRAKSI PPP, MARGA HARUN, SH, MH : Selamat Hari Buruh Nasional, 01 Mei 2026 ‎
  • ‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit
  • Melalui Program GENTING, DPPKB Dompu Hadirkan Bantuan Nutrisi bagi Keluarga Risiko Stunting di Desa Sorisakolo
  • ‎DPPKB Dompu Salurkan Bantuan Nutrisi Program GENTING untuk Keluarga Rentan Stunting di Desa Mumbu
  • ‎DPPKB Dompu Distribusikan Bantuan Nutrisi untuk Keluarga Risiko Stunting di Desa Karamabura ‎
Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb   Apr »
Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb   Apr »

Maret 2026
S S R K J S M
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Feb   Apr »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com