Dari Desa Saneo hingga Soritatanga, gema program ini mulai menghidupkan optimisme baru. Lahan-lahan yang sebelumnya tidak tergarap kini dilihat sebagai peluang.
Imran, petani Desa Saneo, menyebut program ini sebagai “nafas baru” bagi petani kecil.
“Kalau bicara jujur, kami ini sudah lama menunggu program seperti ini. Banyak lahan di sini sebenarnya bagus, tapi tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Sekarang, kami merasa ada harapan nyata,” ujarnya.
Ia kemudian menggambarkan perubahan yang ia bayangkan:
“Dengan sawah baru, kami tidak lagi hanya menunggu hujan. Akan ada sistem yang lebih baik. Kami bisa tanam lebih teratur, hasil lebih pasti. Ini sangat berarti bagi kami.”
Namun lebih dari sekadar hasil, Imran melihat program ini sebagai bentuk keberpihakan.
“Kami merasa pemerintah benar-benar hadir. Petani kecil seperti kami akhirnya diperhatikan. Ini yang membuat kami yakin bahwa pertanian masih punya masa depan.”
Di Kecamatan Pekat, semangat yang sama juga tumbuh. Ariyanto, petani muda di Desa Soritatanga, melihat program ini dari perspektif yang lebih luas—sebagai harapan bagi generasi muda.
“Selama ini banyak anak muda enggan bertani karena dianggap tidak menjanjikan. Tapi dengan adanya program seperti ini, kami mulai melihat bahwa pertanian bisa jadi masa depan,” katanya.
Ia melanjutkan dengan penuh keyakinan: “Kalau program ini berjalan baik, bukan hanya produksi yang meningkat. Tapi juga ekonomi desa akan bergerak. Kami bisa menciptakan peluang baru, bahkan membuka lapangan kerja.”
Ariyanto juga mengapresiasi peran pemerintah daerah:
“Kami melihat keseriusan Dinas Pertanian. Mereka turun langsung, mendata, memastikan kami masuk dalam program. Ini membuat kami percaya bahwa program ini tidak main-main.”
Namun ia juga menitipkan harapan: “Kami berharap program ini berkelanjutan. Tidak berhenti di satu tahap. Harus ada pendampingan, pelatihan, dan dukungan lanjutan agar hasilnya benar-benar maksimal.”
Dari Saneo hingga Pekat, satu hal yang sama terasa: harapan yang mulai tumbuh dari tanah yang selama ini terabaikan. (Kerjasama)
![]()










