• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Rabu, 8 Juli 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

‎Warga Gili Meno Desak Pipa Bawah Laut, Krisis Air Bersih Dinilai Kian Genting ‎

tamborapost by tamborapost
22 Mei 2026
in HEADLINE
0
‎Warga Gili Meno Desak Pipa Bawah Laut, Krisis Air Bersih Dinilai Kian Genting  ‎

LOMBOK UTARA — Krisis air bersih yang menahun di Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memicu gelombang protes warga. Mereka menuntut pemerintah segera membangun sistem distribusi air bersih melalui pipa bawah laut dari Pulau Lombok, setelah bertahun-tahun bergantung pada air hujan dan pasokan terbatas dari sistem desalinasi yang dinilai gagal menjawab kebutuhan masyarakat.‎

‎Tuntutan itu disuarakan dalam aksi warga bersama Aliansi Meno Bersatu yang terdiri dari WALHI NTB, Meno Lestari, dan Wanapala NTB, Kamis, 21 Mei 2026. Mereka membawa satu pesan utama kepada pemerintah daerah: “Kami Butuh Air Bersih Melalui Pipa Bawah Laut.”‎

RELATED POSTS

PON 2028 Diminta Beri Ruang Olahraga Tradisi, Mi6: Ini Bagian dari Jati Diri Bangsa

Paling Ditunggu di Porwada NTB, Golden Ticket Karya Jurnalistik dan Fotografi Akhirnya Resmi Diumumkan

‎Di tengah ancaman perubahan iklim dan prediksi menguatnya fenomena El Niño pada 2026–2027, warga menilai kondisi di pulau wisata tersebut sudah berada dalam fase darurat. Sedikitnya 267 kepala keluarga atau sekitar 1.000 jiwa di Gili Meno disebut telah lebih dari tiga tahun mengalami kesulitan memperoleh air bersih layak konsumsi.‎

‎Koordinator Lapangan Aksi Meno di Laut, Masrun, mengatakan persoalan air bersih di Gili Meno bukan sekadar krisis layanan dasar, tetapi telah menjadi persoalan kemanusiaan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga.‎

‎“Selama lebih dari tiga tahun masyarakat tidak mendapatkan akses air bersih yang layak sebagai hak dasar warga negara. Kebutuhan air sehari-hari bergantung pada air hujan yang ditampung secara mandiri,” kata Masrun dalam keterangan tertulis.

‎Menurut dia, beban paling berat dirasakan perempuan yang harus memastikan kebutuhan air minum keluarga, sanitasi, hingga kebutuhan pangan rumah tangga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pasokan air.

‎Gili Meno yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia dengan keindahan laut dan terumbu karangnya kini menghadapi ancaman berlapis. Selain krisis air bersih, warga juga menyoroti kerusakan ekosistem pesisir akibat aktivitas pengelolaan air berbasis teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) yang dioperasikan korporasi.

‎Warga menilai kebijakan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyerahkan pengelolaan air kepada perusahaan swasta justru memperburuk keadaan. Perusahaan yang disebut dalam tuntutan warga, PT Tiara Cipta Nirwana (TCN), dituding menyebabkan pencemaran laut akibat pembuangan limbah desalinasi.

‎Kerusakan terumbu karang bahkan disebut mencapai panjang 1,6 kilometer dengan lebar sekitar 200 meter. Kawasan yang terdampak termasuk lokasi wisata blue coral yang selama ini menjadi daya tarik utama wisata bahari Gili Indah.

‎Investigasi Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang disebut menemukan adanya pencemaran perairan yang mengancam keanekaragaman hayati laut. Meski Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaporkan telah memerintahkan penghentian operasi dan mencabut izin pemanfaatan ruang laut PT TCN pada awal 2024, aktivitas perusahaan disebut masih berlangsung.

‎“Pemerintah justru menghasilkan kebijakan yang berlawanan dengan perlindungan ekosistem laut, padahal Desa Gili Indah selama ini menjadi penyumbang PAD terbesar Lombok Utara,” ujar Masrun.

‎Warga menyebut solusi penyediaan air bersih melalui pipa bawah laut sebenarnya telah lama dibahas bersama pemerintah. Sejak 2023, berbagai dialog, advokasi, hingga audiensi dilakukan untuk mencari jalan keluar permanen atas persoalan tersebut.

‎DPRD Lombok Utara melalui berita acara audiensi pada 14 November 2024 bahkan telah merekomendasikan percepatan pembangunan jaringan distribusi air bersih dari Pulau Lombok menuju Gili Meno. Namun hingga kini, proyek itu belum terealisasi.‎

‎Di sisi lain, ancaman kekeringan diperkirakan akan semakin berat seiring peringatan sejumlah lembaga iklim dunia seperti WMO dan NOAA, termasuk BRIN, terkait peluang munculnya super El Niño dalam dua tahun mendatang. Fenomena itu diprediksi memperpanjang musim panas dan memperburuk ketersediaan air di wilayah kepulauan seperti Nusa Tenggara Barat.‎

‎Bagi warga Gili Meno, persoalan air bersih kini tidak hanya menyangkut kebutuhan domestik, tetapi juga keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat. Penurunan kualitas lingkungan dan terganggunya pasokan air disebut mulai berdampak terhadap aktivitas wisata dan ekonomi lokal.

‎“Harapan kami sederhana, agar keluarga kami tidak kekurangan air bersih untuk kehidupan sehari-hari maupun menopang ekonomi keluarga,” kata Masrun.

‎Warga mendesak pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera mengambil langkah nyata dengan membangun sistem pipa bawah laut sebagai solusi jangka panjang, sekaligus menghentikan kebijakan yang dinilai mengancam keselamatan lingkungan dan hak dasar masyarakat pesisir. (di)

‎

Loading

Tags: Desak Pipa Bawah LautKian Genting ‎Krisis Air Bersih‎Warga Gili Meno

Related Posts

PON 2028 Diminta Beri Ruang Olahraga Tradisi, Mi6: Ini Bagian dari Jati Diri Bangsa

PON 2028 Diminta Beri Ruang Olahraga Tradisi, Mi6: Ini Bagian dari Jati Diri Bangsa

by tamborapost
5 Juli 2026
0

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto   MATARAM – Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mengusulkan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional...

Paling Ditunggu di Porwada NTB, Golden Ticket Karya Jurnalistik dan Fotografi Akhirnya Resmi Diumumkan

Paling Ditunggu di Porwada NTB, Golden Ticket Karya Jurnalistik dan Fotografi Akhirnya Resmi Diumumkan

by tamborapost
2 Juli 2026
0

MATARAM — Jika cabang olahraga lain sudah lebih dulu melahirkan para pemenang, satu pengumuman ini justru menjadi yang paling membuat...

Ruang Sidang Utama DPRD Dirusak Massa, Rapat Paripurna Dipindahkan ke Aula Dikpora

Ruang Sidang Utama DPRD Dirusak Massa, Rapat Paripurna Dipindahkan ke Aula Dikpora

by tamborapost
30 Juni 2026
0

DOMPU — Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Dompu yang sedianya digelar di ruang sidang utama DPRD, Rabu (1/7/2026), terpaksa dipindahkan ke...

Bank NTB Syariah KCP Kempo Diresmikan, Bupati Tekankan Transformasi Layanan dan Dukungan UMKM

Bank NTB Syariah KCP Kempo Diresmikan, Bupati Tekankan Transformasi Layanan dan Dukungan UMKM

by tamborapost
29 Juni 2026
0

DOMPU —Persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif menuntut lembaga keuangan daerah untuk terus beradaptasi. Di tengah perubahan perilaku nasabah dan...

DPPKB Dompu Peringati Harganas ke-33, Ajak Ayah Lebih Aktif dalam Pengasuhan Anak

DPPKB Dompu Peringati Harganas ke-33, Ajak Ayah Lebih Aktif dalam Pengasuhan Anak

by tamborapost
29 Juni 2026
0

DOMPU – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 dengan...

Next Post
‎Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar Beasiswa SMK Unggulan AMMAN 2026      ‎

‎Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar Beasiswa SMK Unggulan AMMAN 2026  ‎

‎Sekjen NasDem Instruksikan DPD Dompu Bersinergi dengan Pemerintahan BBF-DJ

‎Sekjen NasDem Instruksikan DPD Dompu Bersinergi dengan Pemerintahan BBF-DJ

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

PON 2028 Diminta Beri Ruang Olahraga Tradisi, Mi6: Ini Bagian dari Jati Diri Bangsa

PON 2028 Diminta Beri Ruang Olahraga Tradisi, Mi6: Ini Bagian dari Jati Diri Bangsa

5 Juli 2026
Paling Ditunggu di Porwada NTB, Golden Ticket Karya Jurnalistik dan Fotografi Akhirnya Resmi Diumumkan

Paling Ditunggu di Porwada NTB, Golden Ticket Karya Jurnalistik dan Fotografi Akhirnya Resmi Diumumkan

2 Juli 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • PON 2028 Diminta Beri Ruang Olahraga Tradisi, Mi6: Ini Bagian dari Jati Diri Bangsa
  • Paling Ditunggu di Porwada NTB, Golden Ticket Karya Jurnalistik dan Fotografi Akhirnya Resmi Diumumkan
  • Ruang Sidang Utama DPRD Dirusak Massa, Rapat Paripurna Dipindahkan ke Aula Dikpora
  • Bank NTB Syariah KCP Kempo Diresmikan, Bupati Tekankan Transformasi Layanan dan Dukungan UMKM
  • DPPKB Dompu Peringati Harganas ke-33, Ajak Ayah Lebih Aktif dalam Pengasuhan Anak
Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr   Jun »
Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr   Jun »

Mei 2026
S S R K J S M
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Apr   Jun »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com