Pagi itu, Minggu (5/4/2026), suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Nusantara, Kelurahan Bada, Kecamatan Dompu terasa berbeda dari biasanya. Di tengah riuh warga yang berolahraga dan bersantai bersama keluarga, hadir sebuah gerakan yang memberi makna lebih: pelayanan langsung untuk petani.
Di bawah tajuk “Dompu Melayani”, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Dompu mengambil bagian dalam peringatan Hari Ulang Tahun Dompu ke-211 dengan cara yang sederhana, namun berdampak nyata—membagikan obat-obatan pertanian, benih, dan bibit hortikultura secara gratis.
Tenda pelayanan yang didirikan sejak pagi menjadi pusat perhatian. Warga berdatangan, sebagian membawa pertanyaan, sebagian lagi pulang dengan harapan baru di tangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Syahrul Ramadhan, SP, tampak turun langsung menyapa masyarakat. Ia tidak hanya berdiri sebagai pejabat, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi.
“Kami ingin memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir di tengah masyarakat, khususnya petani. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung HUT Dompu ke-211,” ujarnya.
Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menyasar persoalan nyata yang dihadapi petani—serangan hama dan penyakit tanaman yang kerap menjadi momok di musim tanam.
Di meja konsultasi, sejumlah petani terlihat serius berdiskusi dengan petugas. Mereka membawa sampel daun, bahkan foto tanaman yang terserang hama.
“Ini jagung saya diserang ulat, Pak. Sudah dua minggu,” ujar seorang petani muda.
Petugas pun menjelaskan jenis serangan, sekaligus memberikan solusi lengkap—mulai dari jenis pestisida hingga cara penggunaannya.
Menurut Syahrul, bantuan yang diberikan mencakup berbagai kebutuhan penting:
* Fungisida untuk penyakit jamur
* Insektisida untuk hama
* Herbisida untuk gulma
* Benih dan bibit hortikultura seperti cabai, terong, dan lainnya
“Semua kami berikan gratis. Ini bentuk dukungan langsung kepada petani agar produksi tetap terjaga,” jelasnya.
Bagi masyarakat, kegiatan ini bukan hanya bantuan, tetapi bentuk perhatian yang jarang mereka rasakan secara langsung.
Rahman (42), petani asal Desa Riwo yang datang bersama anaknya, mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut.
“Biasanya kami harus beli obat dengan harga mahal. Hari ini kami dapat gratis dan sekaligus diajari cara pakainya. Ini sangat membantu,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Nurhayati (35), seorang ibu rumah tangga yang juga menanam cabai di pekarangan rumahnya.
“Saya ambil bibit cabai dan terong. Lumayan untuk tambahan dapur. Kalau bisa kegiatan seperti ini sering dilakukan,” ujarnya sambil tersenyum.
Di tengah suasana santai CFD, “Dompu Melayani” menghadirkan wajah lain dari pelayanan publik—lebih dekat, lebih hangat, dan lebih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Bagi Distanbun, ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, tetapi bagian dari strategi membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian.
Pagi itu, Dompu tidak hanya merayakan usia. Ia merayakan kedekatan antara pemerintah dan rakyatnya. (kerjasama)
![]()










