DOMPU — Bupati Dompu, Bambang Firdaus, meresmikan gedung baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Tri Sila Skill di Dusun Buncu, Desa Matua, Kecamatan Woja, Sabtu, 30 Mei 2026. Kehadiran sekolah tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Dompu.
Peresmian gedung baru itu dihadiri sejumlah pejabat daerah, tokoh masyarakat, unsur pendidikan, aparat keamanan, serta para orang tua dan siswa. Acara diawali dengan penyambutan Bupati melalui atraksi tari tradisional Wura Bongi Monca yang ditampilkan oleh siswa-siswi berkebutuhan khusus.
Dalam sambutannya, Bambang Firdaus menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara tanpa memandang kondisi sosial, ekonomi, latar belakang, maupun keterbatasan yang dimiliki seseorang.
Menurut dia, kehadiran SLB Tri Sila Skill merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan layanan pendidikan khusus.
“Pendidikan tidak boleh membedakan siapa pun. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Bambang.
Ia menilai pembangunan gedung baru tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Dompu, saya menyampaikan apresiasi kepada yayasan, kepala sekolah, tenaga pendidik, dan seluruh pihak yang selama ini mengabdikan diri dengan penuh kesabaran dan kasih sayang dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus,” ujarnya.
Bambang juga mengingatkan para guru agar tidak sekadar menjalankan proses belajar mengajar, tetapi mampu menjadi jembatan yang menghubungkan para siswa dengan cita-cita dan masa depan mereka.
Menurut dia, setiap anak memiliki mimpi yang ingin diwujudkan. Karena itu, peran guru menjadi sangat penting dalam membimbing dan membuka jalan bagi para peserta didik untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Ia mengaitkan pentingnya pendidikan inklusif dengan agenda pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 yang menjadi visi nasional.
“Generasi hari ini adalah fondasi bagi Indonesia Emas 2045. Karena itu, tidak boleh ada anak yang tertinggal dari proses pembangunan, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang turut mengajak para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus untuk tidak ragu menyekolahkan putra-putri mereka.
Menurut dia, pendidikan merupakan instrumen utama yang mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi masa depan anak.
“Jangan pernah merasa anak memiliki keterbatasan lalu tidak diberikan kesempatan belajar. Pendidikan dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik,” ujarnya.
Selain menyoroti sektor pendidikan, Bambang juga menyampaikan pesan kepada para camat di Kabupaten Dompu. Ia menyebut camat sebagai “bupati kecil” yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan sebagian kewenangan pemerintahan di wilayah masing-masing.
Karena itu, ia meminta para camat lebih responsif, gesit, dan produktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sebagian kewenangan bupati telah dilimpahkan kepada camat. Maka saya berharap para camat mampu bergerak cepat dan hadir menyelesaikan persoalan masyarakat di wilayahnya,” kata Bambang.
Sementara itu, Kepala SLB Tri Sila Skill, Muhtar, menyatakan sekolah yang dipimpinnya siap menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Ia mengatakan kehadiran gedung baru tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan pendidikan sekaligus memberikan ruang yang lebih memadai bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan mereka.
“Kami berkomitmen menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Muhtar.
Peresmian gedung baru ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng oleh Bupati Dompu. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan fasilitas baru yang diharapkan mampu memperluas layanan pendidikan inklusif di Kabupaten Dompu. (di/*)
![]()








