JEDDAH — Pintu pesawat perlahan terbuka. Satu per satu jamaah mulai berdiri, merapikan pakaian ihram dan membawa tas kecil yang sejak berjam-jam menemani perjalanan panjang dari Indonesia.
Di balik jendela, hamparan Kota Jeddah terlihat diselimuti cahaya matahari yang khas. Bagi sebagian besar dari mereka, inilah kali pertama menapakkan kaki di Tanah Suci. Perasaan haru, syukur, dan takjub bercampur menjadi satu.
Perjalanan ribuan kilometer akhirnya berakhir dengan satu kalimat sederhana yang begitu menenangkan, “Alhamdulillah, kami tiba dengan selamat.”
Sebanyak 50 jamaah umrah PT Taufik Haji dan Umrah (THU) untuk keberangkatan bulan Juli 2026 tiba dengan selamat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi. Sebelumnya, rombongan berangkat dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok dan transit di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum melanjutkan penerbangan menuju Jeddah.
Namun, perjalanan ibadah tidak berhenti ketika roda pesawat menyentuh landasan. Justru di titik itulah pelayanan sesungguhnya mulai dirasakan oleh para jamaah.
Sejak keluar dari ruang kedatangan, para jamaah langsung disambut hangat oleh tim operasional THU yang telah menunggu di bandara. Senyum ramah, sapaan penuh kekeluargaan, hingga bantuan mengurus barang bawaan menjadi pemandangan pertama yang mereka temui setelah menempuh perjalanan udara selama berjam-jam.
Bagi jamaah, sambutan seperti ini memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar pelayanan teknis. Di negeri yang baru pertama kali mereka kunjungi, kehadiran tim pendamping menghadirkan rasa aman sekaligus menghilangkan kegelisahan menghadapi suasana asing, bahasa yang berbeda, hingga prosedur kedatangan yang cukup panjang.
Di tengah kesibukan Bandara Jeddah yang menjadi pintu masuk jutaan tamu Allah dari berbagai penjuru dunia, tim THU bergerak cepat memastikan seluruh jamaah tetap bersama dalam rombongan. Mereka membantu proses imigrasi, mengarahkan pengambilan bagasi, hingga memastikan seluruh jamaah dapat melanjutkan perjalanan menuju hotel tanpa hambatan.
Pendampingan tersebut dipimpin langsung oleh Ibu Direktur Operasional THU, Rosdiana, yang sejak keberangkatan dari Indonesia terus mendampingi jamaah.
Kehadirannya menjadi bentuk komitmen bahwa pelayanan THU tidak berhenti di ruang kantor ataupun saat pelepasan keberangkatan, tetapi berlangsung sepanjang perjalanan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.
Rosdiana tampak aktif memastikan kondisi jamaah, mulai dari lansia hingga jamaah yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri. Ia bersama tim terus berkoordinasi agar setiap proses berjalan tertib, nyaman, dan sesuai jadwal.
Dalam perjalanan umrah, momentum kedatangan di Jeddah memang menjadi fase yang cukup krusial. Setelah menempuh penerbangan panjang, jamaah membutuhkan pendampingan yang sigap agar dapat beradaptasi dengan kondisi setempat. Di sinilah pengalaman sebuah biro perjalanan menjadi penentu kenyamanan jamaah.
THU memilih menghadirkan tim lapangan yang telah berpengalaman menangani kedatangan jamaah di Arab Saudi. Pengalaman tersebut memungkinkan setiap proses berlangsung lebih efektif, mulai dari koordinasi dengan otoritas bandara hingga pengaturan transportasi menuju hotel.
Direktur PT Taufik Haji dan Umrah, Taufik, SH, mengatakan bahwa pelayanan kepada jamaah merupakan amanah yang harus dijaga sejak awal keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.
Menurutnya, ibadah umrah bukan sekadar perjalanan wisata religi, melainkan perjalanan spiritual yang membutuhkan ketenangan lahir dan batin. Karena itu, seluruh sistem pelayanan THU dirancang agar jamaah tidak direpotkan oleh persoalan teknis selama berada di Tanah Suci.
“Kami ingin jamaah fokus beribadah. Urusan pelayanan, pendampingan, dan kebutuhan selama perjalanan menjadi tanggung jawab kami. Karena itu kami menyiapkan tim yang berpengalaman, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi, sehingga jamaah merasa aman dan nyaman sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” ujar Taufik.
Komitmen tersebut telah terlihat bahkan sebelum keberangkatan. Para jamaah lebih dahulu bermalam di Hotel Prime Park Mataram, mengikuti manasik di Islamic Center NTB, kemudian diberangkatkan melalui Bandara Internasional Lombok menuju Kuala Lumpur sebelum akhirnya terbang ke Jeddah.
Rangkaian pelayanan yang tersusun sejak sebelum keberangkatan hingga tiba di Arab Saudi menjadi bagian dari upaya THU menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih tenang, tertata, dan berkesan.
Kini, setelah menjejakkan kaki di Tanah Suci, perjalanan spiritual para jamaah baru saja dimulai. Di depan mereka telah menanti rangkaian ibadah umrah, mulai dari mengambil miqat, memasuki Kota Makkah, melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, hingga tahallul sebagai penutup rangkaian umrah.
Bagi para jamaah, momen ketika pesawat mendarat di Jeddah bukan hanya penanda berakhirnya perjalanan udara. Lebih dari itu, ia menjadi awal dari perjalanan hati menuju rumah Allah, perjalanan yang telah lama mereka impikan dan kini akhirnya terwujud dengan pendampingan serta pelayanan yang terus mengiringi setiap langkah mereka di Tanah Suci.(di)
![]()








