DOMPU – Petani padi di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang memasuki masa panen serentak.
Sempat dihadapkan dengan persoalan anjloknya harga gabah. Kini petani kembali dihadapkan dengan masalah kelangkaan Combain (mobil panen padi).
Kondisi ini menyebabkan sejumlah tanaman padi petani rusak. Terancam gagal panen. Karena umur sudah melebihi waktu panen.
Menyikapi masalah ini, anggota DPRD Dompu, Yatim angkat bicara. Pria yang dikenal sebagai singa parlemen ini mempertanyakan sejumlah Combain bantuan pemerintah pusat selama ini.
“Beberapa tahun terakhir ada banyak Combain dari pemerintah pusat. Jumlahnya tidak terhitung. Sudah dikemanakan alat-alat itu. Sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan petani,” ungkap Yatim.
Saat turun lapangan di beberapa lokasi pertanian, Yatim merasa sangat sedih melihat kondisi tanaman padi petani yang sudah berumur rusak. Batangnya sudah tidak kuat. Tanaman padi rata dengan tanah.
“Kami berharap kepada Bupati Dompu untuk segera mendata dan mempertanyakan kembali keberadaan alat. Jangan sampai alal-alat itu sudah dijual ke luar daerah. Itu aset negara,” pungkasnya. (di)
![]()










