JUMADIL, tidak lahir dari anak orang kaya. Ia tumbuh dan hidup dalam lingkungan keluarga yang serba kekurangan.
Pria kelahiran 5 Januari 2001 tinggal di Dusun Nusa Jaya, Desa Taropo Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebuah wilayah terpencil yang jauh dari perkotaan.
Di kampung ini, ia dibesarkan disebuah rumah sempit. Berdidingkan papan yang beberapa bagian ditempelkan terpal. Karena kondisi papan sudah mulai mengalami kerusakan.
Diruang sempit inilah semua aktivitas dilakukan. Mulai dari memasak, makan dan tidur bersama keluarga. Termasuk melaksanakan aktivitas belajar di rumah selama duduk dibangka sekolah.
Berasal dari keluarga miskin, tidak membuat Jumadil putus asa dalam menjalani hidup. Selama masa sekolah ia terus menunjukan prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Bahkan, ia sangat aktif berorganisasi, termasuk menjadi anggota Pramuka di Satuan Karya (Saka) Pramuka Wira Kartika yang merupakan binaan TNI AD.
Kini, berkat tekad dan semangat yang kuat untuk merubah nasib mengantarnya sukses menjadi seorang anggota TNI AD. Putra pertama dari pasangan, Ishaka Rasul dan Misbah ini berhasil membuat kedua orang tuanya bangga dan tersenyum setelah lolos dalam testing anggota TNI AD yang diumumkan pada tanggal 18 April 2021 lalu.
Pria lulusan SMAN 2 Kilo tahun 2020 ini mencoba keberuntungan mengikuti seleksi penerimaan Tamtama TNI AD gelombang I tahun 2021 di Kodam XVII/Kasuari Papua Barat. “Alhamdullilah, berkat kegigihan dan semangat untuk menjadi abdi negara anakda Jumadil berhasil mewujudkan mimpinya,” ungkap Iskandar salah seorang keluarga. (di)
![]()










