DOMPU – Jagung merupakan salah satu program prioritas pemerintah Kabupaten Dompu. Saat ini, jagung masih menjadi primadona bagi masyarakat Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Hal ini, dibuktikan dengan realisasi pertanaman Jagung se Kabupaten Dompu periode Oktober 2022 sampai Januari 2023 yang mencapai seluas 41.193 Ha.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu melakukan Monitoring dampak kekeringan pada pertanaman jagung di beberapa wilayah di kecamatan Kempo dan Manggelewa.
“Secara keseluruhan kondisi pertananaman jagung relatif baik. Dengan umur tanaman berkisar pada umur 20 sampai dengan 90 hari setelah tanam (HST),” katanya.
Namun dalam kurun waktu 15 hari terakhir kondisi pertumbuhan pertanaman sedikit terganggu sebagai akibat mininnya intensiitas curah hujan, bahkan pada beberapa lokasi dalam kurun waktu 10 hari sama sekali tidak turun hujan.
Merujuk pada kondisi tersebut jika intensitas curah hujan tetap minim, maka pada beberapa wilayah akan terancam kekeringan pada pertanaman Jagung.
Penanganan melalui optimalisasi sarana prasarana pengairan relatif sulit krn rata-rata pertanaman Jagung di Lahan kering, sehingga sebagai bagian dari ihktiar maka di sarankan kepada kelompok tani atau pemangku wilayah administratif melakukan doa bersama untuk meminta hujan. (di/adv)
![]()










