DOMPU—Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dompu, Jufri, ST, M.Si menyempatkan diri menghadiri kegiatan Bina Cinta Alam Educational Camping (Educamp).
Kegiatan itu dilaksanakan di area Sanctuary Rusa Doro Ncanga di dalam kawasan Taman Nasional Tambora, Selasa malam (9/1/2024). Educamp ini merupakan rangkaian dari kegiatan penanaman 1000 pohon yang digelar Kodim 1614/Dompu bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Tambora dan Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu.
Pada kesempatan itu, Bang Jef sapaan akrab Kadis LH diberi kesempatan untuk berbicara dihadapan ratusan anak Pramuka. Memaparkan tentang pentingnya menjaga dan mengelola lingkungan hidup untuk kehidupan yang lebih baik.
Bang Jef menyampaikan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan sehat menjadi penunjang pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Karena itu masyarakat perlu didorong agar lebih peka dalam menjaga dan memelihara lingkungan hidup.
“Rasa kebersamaan dan kegotongroyongan harus terus ditumbuhkembangkan kepada masyarakat untuk bersama mengembalikan kondisi hutan serra menjaga lingkungan hidup agar aksi perusakan hutan tidak terus terjadi,” jelasnya.
Sementara itu, Dandim 1614/Dompu, Letkol Kav. Riyan Oktiya Virajati menyampaikan kegiatan penanaman pohon dirangkaikan dengan educamp bertujuan untuk menggugah kesadaran para kawupa muda sebagai generasi penerus bangsa untuk sadar menjaga dan mengelola lingkungan.
“Pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi pohon masa depan bagi kalian. Karena kalian akan lebih lama melihat bagaimana pohon itu akan tumbuh menjadi besar dan hijau. Maka dari itu sangat penting bagi kalian untuk merawatnya,” ujar Dandim.
Dikemukakan Dandim, kegiatan penanaman pohon harus melibatkan generasi muda dimaksudkan agar memiliki kesadaran yang tinggi dalam menjaga dan memelihara lingkungan hidup. Generasi muda harus menjadi pionir (pelopor) bagi perubahan di Kabupaten Dompu, khususnya di Kecamatan Pekat.
“Tujuan utama kalian diajak ke sini adalah untuk menjadi pionir pembawa perubahan. Maka dari itu cintailah lingkungan hidup sehingga dapat menghijaukan tambora dan membirukan langit,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) Bima, Aryansyah Susilo memberikan edukasi tentang mitigasi kebencanaan serta penanggulangan risiko bencana. Antara lain cara melakukan evakuasi terhadap korban bencana alam dari lokasi berbahaya menuju tempat yang aman serta tindakan penyelamatan maupun penanganan lainnya yang dibutuhkan ketika terjadi bencana alam.
“Dengan memindahkan korban ke tempat yang lebih aman, maka akan membantu dalam proses penanganan korbannya. Penanganan korban yang salah akan menimbulkan cedera lanjutan atau cedera baru,” paparnya.
Pada momen tersebut, anak-anak Pramuka dari 3 Satuan Karya (Saka) itu mendapatkan piagam penghargaan atas partisipasi aktifnya dalam mengikuti kegiatan penanaman dan educamp. Piagam penghargaan diserahkan oleh Dandim 1614/Dompu Letkol Kav. Riyan Oktiya Virajati, Kepala Dinas LH Jufri M. Saleh dan Kepala Balai Taman Nasional Tambora, Deni Rahad. (di)
![]()










