Suasana Rakernas JMSI ke-3 Tahun 2024 dibuka secara resmi oleh Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai.
Di penghujung tahun 2024 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Salah satu agenda tahunan JMSI. Rapat ini digelar untuk ketiga kalinya sejak organisasi perusahaan media itu dibentuk dan diakui sebagai konstituen Dewan Pers. Bagaimana suasananya.
SAUDI – SAMARINDA, KALTIM
KOTA Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kali ini memperoleh kesempatan untuk menjadi tuan rumah Rakernas. Kota ini merupakan salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Ibu kota negara baru yang saat ini masih dalam proses penyiapan infrastruktur.
Seluruh pengurus JMSI dari berbagai Provinsi se Indonesia berkumpul di tempat ini. Selama dua hari mereka akan mengevaluasi dan merumuskan berbagai program kerja kedepan. Kegiatan itu dipusatkan di Hotel Aston. Salah satu hotel bintang lima di daerah Samarinda.
Atraksi dan tarian khas daerah Kalimantan Timur menjadi pembuka gelaran Rakernas yang dihadiri oleh sejumlah tamu-tamu istimewa. Baik dari kalangan pemerintahan maupun swasta. Salah satu tamu kehormatan yang hadir adalah Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Dimana saat sambutan ia sangat berapi-api berbicara tentang peran media dan pers.
“JMSI sebagai organisasi tidak hanya wadah berkumpulnya insan media, tetapi juga menjadi pelita yang menerangi masyarakat dengan informasi yang objektif dan berkualitas,” ungkap Natalius Pigai.
Pigai menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga pilar demokrasi, menegakkan hak asasi manusia dan menyuarakan keadilan sosial.
Menteri Pigai pun berpesan bahwa pers harus menjadi lebih berani dan tegas dalam menyuarakan kebenaran. “Dari pers yang suaranya makin lemah, jadilah pers yang suaranya makin keras. Bukan kemunduran, melainkan kemajuan,” katanya.
Ketua JMSI NTB, Boy Mashudi saat menghadiri kegiatan Rakernas ke-3 di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Pria Kelahiran Papua Tengah ini menegaskan Pers merupakan salah satu pilar utama yang menopang demokrasi Indonesia. Tanpa pers, nilai-nilai kejujuran, perdamaian dan keadilan tidak akan dapat dipancarkan kepada publik. “Media ibarat matahari dan bulan yang menerangi dunia, membuka cakrawala yang sebelumnya tersembunyi,” ucapnya.
Tak lupa ia mengingatkan tugas pers bukan hanya menjadi jendela dunia, tetapi juga cahaya dunia, yang mampu menjadi jembatan informasi bagi masyarakat. Khususnya di tempat-tempat yang sulit dijangkau.
Pria yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Tinggi Pemerintah Masyarakat Desa di Yogyakarta ini juga menghubungkan peran media dengan Asta Cita yakni delapan cita-cita Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan HAM sebagai poin pertama, sekaligus pusat tata kelola demokrasi, perdamaian dan keadilan. “HAM adalah pusat dari tata kelola demokrasi, perdamaian, dan keadilan,” tegasnya.
Pigai yang dikenal kritis dalam memperjuangkan HAM di Indonesia ini juga mendorong para insan pers untuk tidak takut menyuarakan kebenaran dan memberikan kritik. “Jangan takut untuk mengucap dan mengungkapkan kebenaran. Jangan takut memberi kritikan,” pungkasnya.
Di awal kegiatan, Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri menyampaikan terima kasih dan rasa bangganya atas kehadiran Menteri HAM Natalius Pigai pada acara ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum JMSI Teguh Santosa yang berharap kegiatan ini mampu berperan dalam mendukung proses transisi Kepemimpinan Nasional, sebagaimana tercermin dalam tema kegiatan “JMSI mengawal Asta Cita Sampai Jadi Emas”.
Kegiatan diakhiri dengan Penandatanganan Deklarasi Lembaran Baru Indonesia oleh Menteri HAM yang diikuti oleh perwakilan Undangan Kehormatan yang hadir. Kemudian diikuti dengan Pelantikan Pengurus Cabang JMSI pada 3 Wilayah di kalimantan Timur, dan dikemas dengan acara Malam Penganugerahan JMSI Award dan JMSI Kaltim Award Tahun 2024. (*)
![]()










