DOMPU – Pemerintah Kabupaten Dompu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2025 di Gedung PKK Dompu, Selasa (6/5/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan literasi masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal Dompu melalui karya tulis yang kreatif dan inspiratif.
Bimtek ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari siswa SMP, SMA/SMK sederajat, guru, mahasiswa, pengelola perpustakaan sekolah, serta masyarakat umum. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan semangat menulis, terutama yang berakar dari kearifan budaya lokal Dompu agar dapat didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE, Kepala BPKAD Dompu, Muhammad Syahroni, SP., MM, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Ir. Wahiddin serta sejumlah tokoh dan elemen penting lainnya.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yakni Dedy Arsik (Budayawan/Pamong Budaya Dinas Budpar), Fatahullah Jurdi (Aktivis dan Penulis Buku) serta Syarifuddin, ST., MT (Budayawan dan Penulis Buku).
Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan perpustakaan agar mampu menarik minat generasi muda di era digital. Menurutnya, perpustakaan harus bertransformasi menjadi ruang publik yang nyaman, menarik dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Perpustakaan tidak boleh membosankan. Kita harus berpikir kreatif. Bikin bagaimana anak muda mau datang membaca buku? Buat konsep ala kafe, ada musik, ada kopi. Sambil minum kopi, mereka membaca buku-buku budaya kita,” ujarnya.
Bupati menyebut bahwa pendekatan kekinian ini bukan sekadar gaya, tetapi strategi penting dalam meningkatkan minat baca, literasi, dan numerasi yang saat ini dinilai masih rendah. Selain itu, konsep perpustakaan modern juga dapat membuka peluang bagi pertumbuhan sektor UMKM.
“Kalau kita desain perpustakaan seperti taman baca modern, lengkap dengan fasilitas yang ramah generasi muda, saya yakin literasi akan naik. UMKM yang terlibat juga bisa tumbuh. Jadi ada manfaat ekonomi juga di situ,” jelasnya.
Bupati juga menyoroti tantangan besar dalam pelestarian budaya lokal. Menurutnya, minimnya dokumentasi membuat generasi muda lebih mudah mengakses budaya luar ketimbang mengenal sejarah dan kearifan lokal Dompu.
“Dompu ini kaya budaya, punya cerita, punya sejarah. Tapi siapa yang menulis. Kalau tidak ada yang menuliskan, bagaimana generasi kita bisa tahu. Yang mudah diakses sekarang justru budaya barat,” tegasnya.
Untuk itu, ia sangat mengapresiasi pelaksanaan Bimtek ini dan menyatakan kegiatan tersebut sangat sejalan dengan visinya, Dompu Berbudaya.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini. Pelatihan ini bagian dari membangun jati diri daerah. Kita ingin Dompu punya cerita sendiri, yang ditulis dan bisa diakses generasi mendatang,” pungkasnya.
Dengan adanya bimtek ini, diharapkan muncul penulis-penulis lokal yang mampu mendokumentasikan nilai-nilai budaya daerah ke dalam karya tulis yang inspiratif.
Ini menjadi tonggak penting untuk memastikan kekayaan budaya Dompu tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan dikenal secara luas, baik secara lokal maupun digital. (di)
![]()










