DOMPU— Kompetisi menuju kursi panas Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Dompu 2025 kian memanas. Dua kandidat kuat, Mohammad Subahan, SE dan Asrullah, ST, kini saling klaim dukungan mayoritas dari cabang olahraga (cabor) menjelang Musyawarah Olahraga Luar Biasa (Musorlub) KONI Dompu yang dijadwalkan digelar pada 28 Juni 2025 mendatang.
Kedua figur ini bukanlah sosok asing dalam dunia olahraga maupun politik lokal Dompu. Kali ini, bukan hanya reputasi yang diuji, melainkan juga kecermatan membangun koalisi, membingkai komunikasi hingga mengamankan loyalitas dari 39 cabor yang memiliki hak suara sah dalam forum Musorlub nanti.
Mohammad Subhan, SE yang selama ini dikenal sebagai figur tenang namun memiliki jaringan luas di kalangan pengurus olahraga mengklaim telah mengantongi 30 dukungan dari cabor. Jika klaim ini benar, maka Subhan praktis sudah mengunci lebih dari 75 persen suara dan akan melenggang mulus menjadi Ketua KONI berikutnya.
“Dukungan 30 cabor itu sudah solid. Mereka percaya pada visi saya dan komitmen untuk membangun olahraga Dompu ke depan,” tegas Subhan, saat dihubungi Tambora Post, Sabtu (21/6/2025).
Ia menyebut, pendekatan yang ia bangun bukan sekadar ‘political deal’, melainkan hasil dari proses panjang dan komunikasi intensif dengan para pengurus cabor. “Saya bukan datang menjelang Musorlub saja. Saya sudah lama membangun hubungan dan kedekatan dengan mereka. Karena bagi saya, olahraga adalah keberlanjutan, bukan sekadar jabatan,” ungkapnya.
Di sisi lain, calon Ketua KONI lainnya, Asrullah, ST juga menunjukkan kekuatan yang tidak main-main. Saat mendaftarkan diri sebagai calon ketua, ia tak datang sendiri. Bersama tim pemenangannya, ia membawa serta berkas dukungan 28 cabor yang ditandatangani langsung oleh para ketua cabor masing-masing.
Langkah ini dianggap sebagai demonstrasi kekuatan sekaligus pesan bahwa ia adalah pesaing serius yang harus diperhitungkan.
“Dukungan mayoritas ini mencerminkan kepercayaan terhadap figur Asrullah. Bukan hanya karena pengalaman organisasinya, tetapi karena kepedulian dan keberpihakan nyata kepada atlet dan dunia olahraga Dompu,” ujar Yudi Dwi Yudhayana, SH, Ketua Tim Pemenangan sekaligus LO dari Asrullah.
Ia menyebut, Asrullah selama ini dikenal terlibat mendukung kegiatan olahraga, salah satunya pernah menjadi Ketua PSSI Dompu. “Beliau tidak hanya hadir saat Musorlub. Tapi sejak dulu, jejaknya ada di lapangan. Ini yang dilihat cabor,” kata Yudha.
Kondisi saling klaim yang mengemuka belakangan ini membuat tensi politik olahraga di Dompu terasa meninggi. Sejumlah pengurus cabor bahkan mengaku mendapat tawaran-tawaran ‘khusus’ dari kedua kubu. Namun mereka berharap Musorlub nanti tetap berlangsung demokratis, bersih dan sportif.
“Kami hanya ingin KONI dipimpin oleh sosok yang benar-benar peduli pada pembinaan atlet dan punya rekam jejak. Jangan sampai dinamika ini justru merusak solidaritas antarcabor,” ujar salah satu pengurus cabor yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, di Sekretariat KONI Dompu, Tim Penjaringan dan Penyaringan menyatakan bahwa validasi terhadap dukungan sah dari masing-masing cabor akan dilakukan secara ketat. Verifikasi akan melihat keabsahan dokumen, tanda tangan ketua cabor serta dukungan lainnya.
Proses verifikasi dilakukan mulai tanggal 21 sampai 23 Juni 2025. Selanjutnya, pada 24 Juni, TPP akan menyampaikan hasil verifikasi terhadap kelengkapan berkas tersebut kepada masing-masing calon. “Jika ada kekurangan berkas, kita akan berikan waktu sehari, pada tanggal 25 Juni kepada para calon untuk melengkapi,” ujar Ketua TPP Musorlub KONI Dompu, Jon Edison.
Pemilihan Ketua KONI Dompu tahun ini tidak hanya menjadi ajang kontestasi antarpribadi, tetapi juga ajang untuk menentukan arah masa depan dunia olahraga Dompu.
Siapa pun yang menang, tantangannya akan berat. Mulai dari peningkatan prestasi atlet, penyediaan sarana dan prasarana latihan hingga pengelolaan anggaran olahraga yang transparan dan akuntabel.
Musorlub KONI Dompu akan menjadi ajang penting untuk melihat apakah olahraga akan tetap berada dalam kendali profesional atau justru terjebak dalam tarik-menarik kepentingan nonolahraga.
“Kami sangat berharap proses pemilihan Ketua KONI ini melahirkan pemimpin sejati, bukan hanya pemenang sesaat,” harap salah seorang atlit Kabupaten Dompu. (di)
![]()










