• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Sabtu, 18 April 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

‎Kisah Perjuangan Membangkitkan Pacuan Kuda Dompu, Rogoh Kocek Sendiri Demi Budaya 

Tambora Post by Tambora Post
1 November 2025
in HEADLINE
0
‎Kisah Perjuangan Membangkitkan Pacuan Kuda Dompu, Rogoh Kocek Sendiri Demi Budaya 
SEMANGAT – Ketua Pordasi Dompu, H. Abdul Haris saat menghadiri rapat bersama Bupati Dompu dalam rangka persiapan pelaksanaan pacuan kuda di Lapangan Lemba Kara Dompu.

 

‎Penulis : Saudi Al Gibran

RELATED POSTS

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎

‎‎

‎Pagi itu, Lemba Kara tampak bernafas kembali. Embun masih menggantung di pucuk rumput yang baru tumbuh menghijau. Sinar matahari menimpa pagar-pagar kayu yang kini berdiri rapi mengelilingi lintasan pacuan kuda. Lapangan yang dulu sempat terlupakan, kini kembali hidup. ‎

‎Angin pagi berembus membawa aroma tanah dan semangat baru. Di ujung utara, boks start berdiri gaga. Catnya masih segar. Dari kejauhan, beberapa warga tampak memandang dengan bangga. “Akhirnya, pacuan akan kembali,” bisik seorang bapak tua yang rambutnya memutih, matanya berbinar mengenang masa-masa ketika sorak sorai penonton menggema di lembah ini.

‎Dua tahun lamanya Lemba Kara terdiam. Sepi dari derap kuda, lengang dari teriakan joki cilik yang beradu keberanian di atas pelana. Namun tahun 2025 ini, semuanya akan berubah.

‎Di balik kebangkitan itu, berdiri sosok yang tidak menyerah pada keadaan. Haji Abdul Haris, Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Dompu.‎

‎Ketika menerima Surat Keputusan (SK) sebagai ketua baru, Haji Haris tahu bahwa tantangan di depan tidak ringan. Kepengurusan sebelumnya terbiasa dengan dana hibah pemerintah yang rutin diberikan untuk penyelenggaraan pacuan. Tapi kali ini, nihil. Tidak ada sepeser pun bantuan turun dari kas daerah.‎

‎Bahkan, sempat beredar kabar akan ada dana Rp400 juta. Namun setelah ia telusuri langsung ke instansi terkait, kenyataan berkata lain. Tak ada anggaran sama sekali.

‎Bagi sebagian orang, itu cukup alasan untuk mundur. Tapi bagi Haji Haris, justru menjadi ujian komitmen. “Kalau bukan kita yang jaga budaya ini, siapa lagi?,” katanya.

‎Dengan tekad bulat, H. Haris memutuskan untuk tidak menunggu uluran tangan siapa pun. Ia merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki lapangan yang rusak dimakan waktu dan cuaca.‎

‎Pagar lintasan diperkuat, besi tribun  mulai terkelupas akibat dihantam agin di las kembali. Dan gerbang masuk yang dulu reyot kini berdiri megah menyambut pengunjung. “Biar kecil, asal dari niat yang besar,” ujarnya.

‎Tak berhenti di situ, ia bahkan membuat alat ukur kuda baru dari dana pribadi. Ada yang sempat menawarkan pinjaman alat, tapi ia menolak dengan halus.

‎“Saya tidak ingin berhutang budi. Pengukuran harus profesional, tanpa ada pengaruh siapa pun,” katanya tegas.

‎Di matanya, pacuan bukan sekadar adu cepat. Ia adalah harga diri budaya, tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Simbol kegagahan dan kejujuran masyarakat Dompu.‎

‎Bagi H. Haris, pacuan ini bukan hanya ajang olahraga rakyat. Ia ingin menjadikannya sekolah kehidupan. Tempat di mana nilai-nilai disiplin, sportivitas dan cinta tanah lahir tumbuh bersamaan.‎

‎Karena itu, ia menggagas hal baru.  Selama berlangsungnya pacuan, para joki cilik tidak akan dibiarkan meninggalkan dunia belajar. Mereka akan mendapatkan pelajaran di lapangan.

‎“Nanti kita hadirkan guru-guru. Disela-sela bertanding mereka belajar,” jelasnya.‎

‎Ia bahkan menyiapkan tempat khusus agar para joki memiliki ruang bermain dan belajar di sela-sela perlombaan.‎

‎Bagi Haji Haris, menjadi joki bukan alasan untuk berhenti menuntut ilmu. Ia ingin anak-anak itu tetap bisa bermimpi. Bukan hanya menjadi pemenang di lintasan, tapi juga menjadi pemenang dalam hidup.‎

‎Selama persiapan, berbagai dinamika muncul. Ada perdebatan, ada cibiran, ada yang meragukan langkah Pordasi tanpa dukungan anggaran. Tapi Haji Haris tetap teguh.

‎“Kalau niat kita baik, Allah yang bantu,” katanya lirih, senyum kecil tersungging di wajahnya. ‎

‎Ia tahu, pacuan ini bukan hanya milik organisasi. Tetapi ini milik masyarakat Dompu. Sebuah warisan budaya yang menjadi denyut nadi kebanggaan mereka. Karena itu, segala keterbatasan ia ubah menjadi energi. Ia ingin pacuan kali ini menjadi momentum kebangkitan, bukan hanya acara seremonial.‎

‎Targetnya tidak main-main. 800 peserta dari berbagai daerah akan ikut serta. Dan panitia pun sudah terbentuk, bekerja siang malam menyiapkan segalanya.

‎Kini, jelang tanggal delapan november, yang ditetapkan sebagai jadwal pengukuran kuda pacuan, suara langkah dan tawa mulai terdengar di sekitar Lemba Kara. Para pemilik kuda membawa harapan. Debu yang lama mengendap di tanah itu seolah mulai menari kembali dihembus semangat baru.‎

‎Bagi Haji Haris, pacuan ini bukan sekadar lomba. Ia adalah pernyataan cinta budaya pada tanah Dompu dan semangat untuk bangkit meski dalam keterbatasan.‎

‎Dan ketika kuda-kuda itu mulai berlari pada tanggal 15 November nanti, setiap derapnya akan menjadi saksi bahwa dari tangan-tangan yang tulus, sebuah budaya daerah bisa hidup kembali. (*)

Loading

Tags: Budaya DompuJoki CilikLemba KaraPacuan Kuda TradisionalPordasi Dompu

Related Posts

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang  ‎

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

by tamborapost
18 April 2026
0

Oleh : Saudi - Tambora Post ‎ ‎Ada yang janggal dari arah kebijakan fiskal Kabupaten Dompu. Di saat ruang anggaran...

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh  ‎

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎

by tamborapost
18 April 2026
0

Oleh : Saudi - Tambora Post   ‎Ada yang janggal dalam cara Pemerintah Kabupaten Dompu mengelola logika kesejahteraan aparatur sipil...

Persiapan Maksimal Menuju Tanah Suci, PT Taufik Almadani Gelar Manasik di Islamic Center Mataram

Persiapan Maksimal Menuju Tanah Suci, PT Taufik Almadani Gelar Manasik di Islamic Center Mataram

by tamborapost
18 April 2026
0

‎Kerinduan itu selalu sama. Diam-diam tumbuh di hati setiap muslim. Sebuah panggilan suci yang tak pernah lekang oleh waktu. Panggilan...

‎Adakah Keberanian Politik Bupati Dompu Merombak Kenyamanan Birokrasi?  ‎

‎Adakah Keberanian Politik Bupati Dompu Merombak Kenyamanan Birokrasi? ‎

by tamborapost
16 April 2026
0

‎Hadapi Pemberlakuan UU HKPD Januari 2027 ‎Oleh : Saudi - Tambora Post   ‎Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten...

‎Janji Bupati Dipertanyakan: Mutasi Mandek, Puluhan Sekolah Dibiarkan Tanpa Kepala Definitif  ‎  ‎

‎Janji Bupati Dipertanyakan: Mutasi Mandek, Puluhan Sekolah Dibiarkan Tanpa Kepala Definitif ‎ ‎

by tamborapost
16 April 2026
0

DOMPU — Janji Bupati Dompu, Bambang Firdaus, untuk menuntaskan mutasi kepala sekolah paling lambat Maret 2026 kini layak dipertanyakan. Pernyataan...

Next Post
‎Danramil Sebut Siskamling di Kempo Berhasil Tekan Aksi Kriminal 

‎Danramil Sebut Siskamling di Kempo Berhasil Tekan Aksi Kriminal 

‎Pilih Ketua Baru, Karang Taruna Dompu Gelar Temu Karya   ‎

‎Pilih Ketua Baru, Karang Taruna Dompu Gelar Temu Karya  ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang  ‎

‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎

18 April 2026
‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh  ‎

‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎

18 April 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • ‎Dompu tak Kekurangan Uang: Berhemat atau Terjerat Utang ‎
  • ‎TPP Besar, PAD Kerdil: Kesejahteraan Semu di Atas Fondasi Rapuh ‎
  • Persiapan Maksimal Menuju Tanah Suci, PT Taufik Almadani Gelar Manasik di Islamic Center Mataram
  • ‎Adakah Keberanian Politik Bupati Dompu Merombak Kenyamanan Birokrasi? ‎
  • ‎Janji Bupati Dipertanyakan: Mutasi Mandek, Puluhan Sekolah Dibiarkan Tanpa Kepala Definitif ‎ ‎
November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« Okt   Des »
November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« Okt   Des »

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« Okt   Des »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com