Tekankan Kualitas, Keselamatan dan Mitigasi Lingkungan
DOMPU – Bupati Dompu, Bambang Firdaus SE, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Pekat untuk meninjau progres pembangunan Proyek Irigasi Nangakara Komplek (Jaringan Irigasi Sori Naa) pada Sabtu (22/11/2025). Proyek strategis nasional tersebut merupakan program pemerintah pusat melalui APBN (Inpres No. 2 Tahap II Tahun 2025) yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) bekerja sama dengan PT Nindya Karya Group serta PT Agrinas Palma Nusantara sebagai konsultan teknis.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati turut didampingi Kepala Dinas PUPR Dompu, perwakilan BWS, jajaran manajemen PT Nindya Karya Group, dan pejabat teras Pemkab Dompu. Rombongan memeriksa sejumlah titik pekerjaan, mulai dari saluran primer, sekunder, hingga struktur penunjang yang kini memasuki tahap penyelesaian.
Dorong Pengerjaan Tepat Waktu dan Sesuai Standar
Bupati Bambang Firdaus menegaskan bahwa proyek ini memiliki peran vital dalam peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Pekat.
“Ini adalah proyek besar dari pemerintah pusat yang sangat dinantikan masyarakat. Kami berharap pengerjaannya berjalan sesuai standar dan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan para petani,” ujarnya.
Ia meminta BWS dan kontraktor agar sangat memperhatikan kualitas dan keselamatan kerja. Pemerintah daerah, tegasnya, akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada hambatan yang mengganggu progres pembangunan.
Bupati juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan anggaran. Ia berharap masyarakat Pekat dapat memanfaatkan infrastruktur irigasi tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Proyek ini tidak hanya memenuhi kebutuhan air bagi pertanian, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani di Desa Nangakara,” kata Bupati.
Progres Pembangunan Sudah Capai 60 Persen
Sementara itu, SOM (Sains Operational Manager) PT Nindya Karya, Sukardiana, melaporkan bahwa progres proyek telah mencapai sekitar 60 persen. Ia memastikan percepatan pekerjaan tetap mengedepankan kualitas dan spesifikasi teknis.
“Kami terus berkoordinasi agar pekerjaan berjalan lancar dan sesuai standar konstruksi,” ungkapnya.
Masyarakat setempat menyambut baik kehadiran Bupati. Mereka berharap irigasi baru ini dapat menjawab kebutuhan air bagi sawah dan lahan pertanian yang selama ini bergantung pada cuaca.
Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Sori Tula
Usai meninjau irigasi, Bupati melanjutkan kunjungan ke lokasi rencana pembangunan Jembatan Sori Tula di Desa Sori Tatanga. Jembatan tersebut juga akan dibangun menggunakan anggaran APBN.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan perencanaan dan kesiapan lokasi sesuai standar keselamatan dan kelayakan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberi perhatian khusus terhadap aktivitas tambang pasir di sekitar lokasi pembangunan. Ia meminta agar para penambang turut berkontribusi dalam mitigasi lingkungan.
“Pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kita tidak ingin pembangunan jembatan justru menimbulkan masalah baru seperti abrasi atau erosi,” tegasnya.
Bupati meminta agar pihak tambang membangun jaringan aliran air dan tanggul guna menanggulangi luapan air saat banjir agar tidak mengikis sisi kiri dan kanan jembatan.
PUPR Pastikan Standar Teknis dan Lingkungan Terpenuhi
Kepala Dinas PUPR Dompu, Aris Ansary, ST, MT, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan nantinya akan dilakukan sesuai standar teknis dan mempertimbangkan aspek lingkungan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan penambang pasir untuk membangun tanggul dan saluran air sesuai arahan Bupati.
Dengan langkah mitigasi tersebut, pembangunan jembatan Sori Tula diharapkan tidak hanya memperlancar arus transportasi, tetapi juga aman dari ancaman banjir dan kerusakan lingkungan. (di)
![]()










