• Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Rabu, 29 April 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

‎Kades Suka Damai Luruskan Polemik Perataan Tanah Kuburan, Unggahan Viral Dinilai Telah Dibelokkan Jauh dari Fakta Lapangan

Tambora Post by Tambora Post
26 November 2025
in HEADLINE
0
‎Kades Suka Damai Luruskan Polemik Perataan Tanah Kuburan, Unggahan Viral Dinilai Telah Dibelokkan Jauh dari Fakta Lapangan
Inilah sebagian kecil tanah kuburan yang diratakan untuk dijadikan tempat parkir. Hal ini justru dipolemikkan.

 

DOMPU –  Kepala Desa Suka Damai, Lalu Wirapati, akhirnya angkat bicara terkait video dan unggahan viral di media sosial yang dibuat oleh seorang konten kreator dengan akun Shalim net. Dalam konten tersebut, sang kreator menuding dirinya menjual material tanah kuburan.  Tuduhan yang disebut Wirapati sebagai fitnah yang sengaja dipelintir untuk menggiring opini dan merusak nama baiknya.

RELATED POSTS

‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit

Encop Sopia Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia

‎Wirapati menegaskan, narasi yang disebarkan akun tersebut bertolak belakang dengan fakta lapangan. Ia menyebut unggahan itu bukan hanya dilebih-lebihkan, tetapi diduga sengaja “digoreng” untuk kepentingan tertentu di media sosial dan menjatuhkan pamornya sebagai kepala desa.

‎“Apa yang mereka unggah itu tidak benar. Faktanya jelas tidak seperti yang dituduhkan. Tapi unggahan itu terus diulang untuk membentuk opini seolah-olah saya menjual tanah kuburan,” tegas Wirapati.

Suasana dialog dengan masyarakat berlangsung di tanah kuburan. Saat kades memberikan penjelasan secara detail.

‎Sudah Ajak Dialog, Tapi Tetap Diserang

‎Menurut Wirapati, pihaknya bahkan sudah beberapa kali mengajak pemilik akun dan rekan-rekannya untuk berdialog secara langsung. Ia mengaku telah memberikan penjelasan yang lengkap mengenai persoalan yang diviralkan itu. Namun upaya klarifikasi itu dinilai tidak diindahkan.

‎“Mereka sudah saya temui, sudah saya jelaskan baik-baik. Tapi seolah-olah mereka tidak mau mendengar. Unggahan video dan tulisan yang merugikan saya justru terus dilanjutkan,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, serangan berulang tersebut telah memberikan dampak sosial terhadap dirinya sebagai kepala desa, termasuk munculnya persepsi negatif dari sebagian masyarakat yang hanya melihat judul dan potongan video tanpa mengetahui konteks sebenarnya.

‎Merusak Nama Baik

‎Wirapati menyayangkan tindakan konten kreator yang dianggapnya tidak memahami fakta, tetapi tetap mengunggah konten yang menyesatkan.

‎“Ini bukan hanya salah informasi, tetapi sudah merusak nama baik saya sebagai kades. Keluarga dan warga juga ikut terdampak dengan fitnah seperti itu,” tambahnya.

‎Dirinya berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi di media sosial, serta tidak mudah terpancing oleh konten yang tidak berlandaskan data dan tidak melalui verifikasi.

‎Langkah Selanjutnya?

‎Ketika ditanya soal langkah hukum, Wirapati mengaku masih mempertimbangkan opsi tersebut.

‎“Untuk sementara saya fokus pada pelayanan masyarakat. Tapi kalau serangan semacam ini terus berlanjut, tentu saya akan mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan,” pungkasnya.

‎Secara utuh Wirapati, memberikan penjelasan terkait dengan perataan sebagian kecil tanah kuburan tersebut. Ia menegaskan bahwa isu tersebut telah dibelokkan jauh dari fakta, sehingga memunculkan kesan negatif yang mencoreng nama baiknya.

‎Menurut penjelasan Kades, persoalan ini bermula ketika lima paket program pembangunan milik Pemerintah Provinsi NTB masuk ke wilayah Desa Suka Damai, termasuk proyek peningkatan jalan tani. Saat pelaksana proyek berkoordinasi dengan pemerintah desa mengenai lokasi pengambilan material, Kades melihat peluang untuk sekaligus menjalankan aspirasi masyarakat.

‎Sejak 2023, tokoh-tokoh masyarakat telah mengusulkan agar sebagian kecil tanah fasilitas kuburan yang luas totalnya sekitar dua hektar itu, diratakan untuk dijadikan tempat parkir. Kondisi area yang curam selama ini membuat kendaraan warga kerap parkir sembarangan saat proses pemakaman berlangsung.

‎“Kebetulan ada program, ada alat berat, dan ada kebutuhan desa yang sejak lama diusulkan tokoh masyarakat. Maka saya sampaikan rencana itu kepada BPD dan aparatur desa. Semuanya setuju,” jelas Kades.

‎Selain itu, terdapat rencana pengeboran air bersih di lokasi tersebut melalui pokok pikiran anggota DPRD Dompu asal Suka Damai, Siswandi.

Suasana dialog antara warga dengan pemerintah desa di Kantor Desa Suka Damai. 

‎Kades menambahkan, bukan hanya meratakan tanah, pihak pelaksana proyek juga memberikan kompensasi berupa dana sebesar Rp. 2 juta untuk kegiatan masjid. Nilai ini, menurutnya, jauh lebih besar dibanding nilai tanah urukan yang hanya Rp. 25 ribu per truk jika harus dijual.

‎“Ini sebenarnya keuntungan bagi desa. Tanah parkir menjadi lebih layak, kita mendapatkan kompensasi untuk masjid, dan semua dilakukan tanpa menggunakan dana desa. Apalagi pekerjaan ini mendukung peningkatan status jalan. Tanahnya bukan untuk dibawa keluar,” ujarnya.

‎Insiden Cekcok dan Video Viral

‎Wirapati juga menyinggung insiden yang terjadi saat proses pengerjaan berlangsung. Seorang warga datang membawa parang dan menghentikan kegiatan perataan tanah, bahkan menghadang operator dan sopir truk. Sekretaris desa yang diutus ke lokasi sempat terlibat adu mulut saat memberikan penjelasan.

‎“Saat itu saya masih jauh. Tapi setelah mendengar laporan, saya langsung menyusul. Saya jelaskan baik-baik, dan mereka menerima. Bahkan sudah salaman dan meminta maaf kepada operator,” katanya.

‎Namun, keadaan berubah ketika warga tersebut kemudian mengunggah video dan narasi menyerang pemerintah desa melalui akun media sosial. Unggahan itulah yang memicu gelombang komentar miring dan hujatan kepada Kades.

‎“Setelah saya jelaskan, masalah sebenarnya sudah selesai. Tapi yang membuat kami kecewa adalah mereka menyerang di media sosial dengan narasi yang dipelintir. Publik akhirnya berasumsi macam-macam. Nama baik saya rusak,” tegasnya.

‎Harapan Kades: “Jangan Dipelintir, Ini Demi Kebaikan Bersama”

‎Kades Wirapati berharap polemik ini tidak terus dipanaskan. Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun untuk merusak fasilitas umum, apalagi tanah fasilitas kuburan. Perataan tersebut, katanya, justru untuk melaksanakan usulan masyarakat agar area kuburan lebih tertata dan nyaman saat digunakan.‎

‎“Niat kami baik. Ini amanat tokoh masyarakat. Kami hanya ingin memberikan manfaat bagi warga, bukan mencari masalah,” ungkapnya.

Bahkan dia memberikan keyakinan, tanah hasil perataan tersebut tidak akan mengalami longsor walaupun dalam jangka waktu 10 tahun. “Saya sangat tahu betul bagaimana dengan tekstur tanah di Suka Damai, meski belasan tahun tidak akan longsor,” tutupnya. (di)

Loading

Tags: DOMPUKades Suka DamaiManggelewaPerataan tanah kuburanviral

Related Posts

‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit

‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit

by tamborapost
29 April 2026
0

DOMPU – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu resmi menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Dompu melalui penandatanganan Perjanjian Kerja...

Encop Sopia Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia

Encop Sopia Raih Gelar Doktor Bidang Ilmu Politik di Universitas Indonesia

by tamborapost
29 April 2026
0

DAMAR BANTEN - Encop Sopia resmi berhak menyandang gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan promotor, Co promotor, dan Tim...

‎Rp1,2 Miliar per Tahun Dana Vokasi Dompu Diperiksa Polda NTB  ‎

‎Rp1,2 Miliar per Tahun Dana Vokasi Dompu Diperiksa Polda NTB ‎

by tamborapost
28 April 2026
0

DOMPU — Program pendidikan vokasi hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Dompu dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) kini masuk radar penyidik Tindak...

‎Jejak Rp 23,48 Miliar Dana Cukai Tembakau: Dari Irigasi Retak hingga Pesta Perjalanan Dinas  ‎

‎Jejak Rp 23,48 Miliar Dana Cukai Tembakau: Dari Irigasi Retak hingga Pesta Perjalanan Dinas ‎

by tamborapost
27 April 2026
0

Nampak seorang petani di Dusun Pasir Putih Desa Calabai saat menunjuk papan informasi proyek saluran irigasi yang bersumber dari DBHCHT...

Jelang Seleksi NTB, PWI Dompu–Bima Matangkan Atlet Lewat Pertandingan Persahabatan  ‎

Jelang Seleksi NTB, PWI Dompu–Bima Matangkan Atlet Lewat Pertandingan Persahabatan ‎

by tamborapost
26 April 2026
0

‎DOMPU — Menjelang ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan digelar di Lampung, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten...

Next Post
Hari Menanam Pohon Indonesia, PT STM bersama Warga Hu’u Tanam Ratusan Bibit Pohon

Hari Menanam Pohon Indonesia, PT STM bersama Warga Hu’u Tanam Ratusan Bibit Pohon

‎Blunder Sikap Kadis DPMPD Dompu, Dinilai Membangkang dan Cederai Wibawa Bupati  ‎

‎Blunder Sikap Kadis DPMPD Dompu, Dinilai Membangkang dan Cederai Wibawa Bupati ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit

‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit

29 April 2026
Melalui Program GENTING, DPPKB Dompu Hadirkan Bantuan Nutrisi bagi Keluarga Risiko Stunting di Desa Sorisakolo

Melalui Program GENTING, DPPKB Dompu Hadirkan Bantuan Nutrisi bagi Keluarga Risiko Stunting di Desa Sorisakolo

29 April 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • ‎RSUD Dompu Gandeng Kejari, Perkuat Pengawasan Pembangunan dan Rehabilitasi Rumah Sakit
  • Melalui Program GENTING, DPPKB Dompu Hadirkan Bantuan Nutrisi bagi Keluarga Risiko Stunting di Desa Sorisakolo
  • ‎DPPKB Dompu Salurkan Bantuan Nutrisi Program GENTING untuk Keluarga Rentan Stunting di Desa Mumbu
  • ‎DPPKB Dompu Distribusikan Bantuan Nutrisi untuk Keluarga Risiko Stunting di Desa Karamabura ‎
  • Menuju Dompu Bebas Stunting, Ini Kunci yang Harus Dijaga ‎
November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« Okt   Des »
November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« Okt   Des »

November 2025
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
« Okt   Des »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com