ADVERTISEMENT
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami
Selasa, 17 Maret 2026
  • Login
Tamborapost.com
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Kisah Humanis Polri Menyapa Anak-Anak Pesisir NTB, Kapal Polisi Disulap jadi Perpustakaan

Tambora Post by Tambora Post
1 Januari 2026
in HEADLINE
0
Kisah Humanis Polri Menyapa Anak-Anak Pesisir NTB, Kapal Polisi Disulap jadi Perpustakaan
BELAJAR – Nampak kapal polisi menjelma menjadi perpustakaan terapung yang membuka jendela pengetahuan bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Pekat. 

‎

‎Di banyak tempat, anak-anak belajar di ruang kelas berdinding semen. Namun di Pelabuhan Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sekelompok anak pesisir menemukan ruang belajar yang berbeda. Ditemani debur ombak dan angin laut mereka membaca buku di atas kapal polisi.  Berikut laporan. 

RELATED POSTS

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(45)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(44)

‎

‎SAUDI – TAMBORAPOST.COM

‎Pelabuhan Calabai pagi itu tampak berbeda dari biasanya. Kapal Polisi XXI-2014 milik Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB bersandar bukan untuk patroli rutin di perairan, melainkan membawa misi lain yang tak kalah penting. Menyalakan semangat literasi.

‎Di atas geladaknya, kapal itu menjelma menjadi perpustakaan terapung yang membuka jendela pengetahuan bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Pekat, sebuah lembaga pendidikan yang tumbuh di wilayah pesisir, tepat di kaki gunung berapi Tambora.

‎Puluhan pelajar menaiki kapal dengan tertib. Wajah-wajah mereka memancarkan rasa ingin tahu. Karena sebagian besar baru pertama kali menginjakkan kaki di atas kapal polisi. ‎

‎Di geladak kapal, buku-buku bacaan tersusun sederhana namun menggugah minat. Anak-anak larut membaca, sesekali mengangkat kepala untuk mengamati aktivitas pelabuhan yang sibuk di hadapan mereka.

‎Atika Putri, salah seorang siswa, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selama ini, ia hanya bisa memandangi kapal polisi dari kejauhan, dari bibir pantai tempat ia biasa bermain dan belajar. “Hari ini berbeda. Kami bisa naik ke kapal dan membaca buku langsung di atas kapal polisi,” ujarnya.

‎Menurut Atika, suasana belajar yang tidak biasa itu membuat kegiatan membaca terasa lebih menyenangkan. Deru pelabuhan, hembusan angin laut, dan pengalaman berada di atas kapal menjadikannya lebih tertarik membuka halaman demi halaman buku yang tersedia.

‎Program perpustakaan terapung ini digagas oleh Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB bersama Satpolairud Polres Dompu sebagai wujud pendekatan humanis Polri kepada masyarakat pesisir. Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi maritim bagi para pelajar sejak dini.

‎Direktur Polairud Polda NTB, Kombes Pol Boyke FS Samola, mengatakan program tersebut bertujuan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap laut dan lingkungan sekitarnya. “Anak-anak pesisir perlu dikenalkan bahwa laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang belajar yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujarnya.‎

‎Selain membaca, para siswa juga mengikuti sesi diskusi bersama personel Polairud. Dalam kesempatan tersebut, mereka dikenalkan dengan tugas dan peran polisi perairan, fungsi berbagai alat keselamatan di laut, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan laut. Diskusi berlangsung interaktif, dikemas secara sederhana, dan disesuaikan dengan usia serta tingkat pemahaman para pelajar.

‎Rusdianto, siswa lainnya, mengaku terkesan dengan berbagai peralatan yang ada di atas kapal. “Saya baru tahu ternyata ada banyak alat penting di kapal seperti ini. Jadi kepikiran, suatu hari ingin bekerja di laut,” katanya.

‎Menurut Rusdianto, pengalaman langsung berada di kapal polisi memberinya wawasan baru tentang dunia kemaritiman. Kegiatan tersebut tak hanya menumbuhkan rasa ingin tahu, tetapi juga membuka imajinasi tentang ragam profesi maritim yang sebelumnya belum pernah ia bayangkan.‎

‎Komandan Kapal Polisi XXI-2014, Aipda Metusalak Dollu, turut memberikan motivasi kepada para siswa.

‎Ia menekankan pentingnya pengetahuan sebagai bekal utama untuk memahami kehidupan. “Pengetahuan adalah kunci untuk melihat dunia lebih luas. Dari membaca, kita bisa mengenal banyak hal dan bermimpi setinggi mungkin,” ujarnya.

‎Kebiasaan membaca sejak dini akan membuka wawasan serta menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak dalam meraih cita-cita. “Apa pun latar belakang dan tempat mereka berasal,” ungkapnya.

‎Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Dompu, Drs. H. Rifaid, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda NTB menghadirkan perpustakaan terapung bagi pelajar.

‎Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan budaya literasi sekaligus memperkaya metode pembelajaran, terutama bagi siswa yang tinggal di wilayah pesisir.

‎“Kami mengapresiasi langkah Polri yang menghadirkan ruang belajar alternatif bagi anak-anak. Ini merupakan contoh kolaborasi lintas sektor yang patut diperluas dan direplikasi,” ujar Rifaid.

‎Ia menilai pendekatan pembelajaran kontekstual melalui media kapal tidak hanya mampu meningkatkan minat baca, tetapi juga membantu siswa memahami lingkungan maritim yang lekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.

‎Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Dompu, Ir. Wahiddin, M.Si, menilai kehadiran perpustakaan terapung sebagai inovasi yang efektif dalam mendekatkan buku kepada anak-anak. Khususnya di wilayah pesisir. Keterbatasan akses dan jarak selama ini menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan literasi.‎

‎“Perpustakaan tidak harus selalu berada di gedung. Ketika buku dihadirkan langsung ke ruang hidup masyarakat, minat baca akan tumbuh secara alami,” ujar Wahiddin.

‎Kolaborasi dengan Ditpolairud Polda NTB merupakan bentuk sinergi yang strategis untuk menjangkau kelompok pembaca baru, sekaligus menanamkan kesadaran literasi sejak dini.

‎Wahiddin berharap model layanan literasi kreatif seperti perpustakaan terapung dapat terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan program perpustakaan daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelajar dan masyarakat pesisir di Kabupaten Dompu.

‎Sementara itu, pemerhati pendidikan dan akademisi NTB, Dr. Dodo Kurniawan, menilai program perpustakaan terapung sebagai langkah positif yang patut didukung. Namun, ia mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata.

‎“Secara substansi, ini inisiatif baik menyentuh anak-anak pesisir yang selama ini terbatas akses literasinya. Tapi agar berdampak jangka panjang, perlu ada keberlanjutan dan integrasi dengan program pendidikan daerah,” sarannya.

‎Menurut Dodo, perpustakaan terapung sebaiknya diikuti dengan kurikulum pendamping, pelibatan guru, serta evaluasi berkala terhadap peningkatan minat baca siswa. Ia juga menyarankan agar koleksi buku disesuaikan dengan konteks lokal dan usia pelajar.

‎“Kalau bisa, bukan hanya membaca di kapal, tetapi ada tindak lanjut di sekolah. Misalnya, tugas membaca, diskusi kelas, atau kunjungan rutin. Dengan begitu, kegiatan ini tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, melainkan menjadi proses belajar yang berkelanjutan,” ujarnya.

‎Kepala SMP Negeri 1 Pekat, Zupari, mengapresiasi kegiatan literasi yang digelar Ditpolairud Polda NTB. Program tersebut dinilai menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus kontekstual bagi para siswa.

‎“Anak-anak terlihat sangat antusias. Kegiatan ini membuka wawasan mereka tentang dunia maritim, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan laut,” ujarnya.

‎Melalui kegiatan ini, Polri tidak hanya hadir sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam bidang edukasi. Di Pelabuhan Calabai, pendekatan humanis itu menemukan wujudnya. Sederhana, dekat dan relevan dengan kehidupan anak-anak pesisir.

‎Ketika kapal polisi kembali bersiap meninggalkan dermaga, anak-anak pesisir itu pun turun dengan mata berbinar dan buku yang masih terbayang di benak mereka. Di Pelabuhan Calabai, literasi tak lagi sekadar kata, melainkan pengalaman berlayar bersama angin dan ombak. ‎

‎Dari geladak kapal itulah, benih mimpi ditanam, tentang masa depan, laut dan sebuah keyakinan bahwa negara hadir hingga ke tepian. Sebab kadang, perubahan besar bermula dari halaman buku yang dibuka di tempat paling sederhana. (*)

Loading

Tags: DOMPUKapal PolisiNtbPerpustakaanPerpustakaan LautPolairudSiswa SMPN 1 Pekat

Related Posts

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(45)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(45)

by Tambora Post
16 Maret 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(44)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(44)

by Tambora Post
16 Maret 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(43)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(43)

by Tambora Post
16 Maret 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(42)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(42)

by Tambora Post
16 Maret 2026
0

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(41)

Info APBD Provinsi NTB TA.2026…(41)

by Tambora Post
16 Maret 2026
0

Next Post
‎Hutan Dompu Kritis, Ketua DPRD Tuding Gubernur NTB hingga KPH Lakukan Pembiaran Sistematis  ‎

‎Hutan Dompu Kritis, Ketua DPRD Tuding Gubernur NTB hingga KPH Lakukan Pembiaran Sistematis ‎

‎Menuju Madrasah Adaptif Digital, KKMI 004 Dompu Gelar Bimtek Kepemimpinan  ‎

‎Menuju Madrasah Adaptif Digital, KKMI 004 Dompu Gelar Bimtek Kepemimpinan ‎

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

‎Wartawan Dompu : Dibutuhkan Saat Publikasi, Diabaikan Saat Kritik

‎Wartawan Dompu : Dibutuhkan Saat Publikasi, Diabaikan Saat Kritik

16 Maret 2026
Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(45)

Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(45)

16 Maret 2026
No Result
View All Result

BERITA TERPOPULER

  • Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    Ini Besaran Gaji PPPK Paruh Waktu di Dompu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rapat Koordinasi Ricuh, Kades dan Camat Kempo Nyaris Adu Jotos

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bus Titian Mas Kecelakaan, Satu Tewas Ditempat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerita Mistik Dibalik Kecelakaan Maut Bus Titian Mas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Kronologi Lengkap Tragedi Berdarah di Bima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0




Pos-pos Terbaru

  • ‎Wartawan Dompu : Dibutuhkan Saat Publikasi, Diabaikan Saat Kritik
  • Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(45)
  • Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(44)
  • Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(43)
  • Info APBD Provinsi NTB TA. 2026…(42)
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des   Feb »
Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des   Feb »

Januari 2026
S S R K J S M
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Des   Feb »
  • Tim Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Syarat Penggunaan
  • Kontak Kami

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • HEADLINE
  • EKONOMI
  • POLITIK
  • KESEHATAN
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • HUKRIM
  • OLAHRAGA
  • PENDIDIKAN
  • UMUM
  • PEDESAAN

© 2020 Tamborapost.com