Tim dari PT. STM menyerahkan bantuan sembako kepada anak yatim dan kaum duafa. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan PWI Dompu.
Laporan : Saudi – Tambora Post
Sore itu, halaman Gedung PKK Kabupaten Dompu mendadak lebih ramai. Beberapa ibu turun dari ojek, sementara yang lain berjalan kaki dengan tas kain sederhana di tangan, membawa harapan di tengah bulan Ramadhan.
Di meja panitia, paket sembako tertata rapi. Beras, telur dan minyak goreng. Sederhana, tapi sangat berarti bagi mereka yang datang dengan harapan.
Di tengah suasana Ramadan yang kian mendekati Idul Fitri, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Dompu bersama PT Sumbawa Timur Mining (STM) menyalurkan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.
Ini merupakan kali kedua bagi insan jurnalis bersama perusahaan pertambangan tersebut berbagi kebahagiaan di bulan suci.
Sebanyak 100 paket bantuan dibagikan kepada warga di Kecamatan Dompu dan Kecamatan Woja.
Kegiatan itu bukan hanya pembagian sembako. Ini menjadi momentum menyalurkan empati dan tanggung jawab sosial, dimana pers dan dunia usaha berjalan beriringan menabur kepedulian di Bumi Nggahi Rawi Pahu.
Bagi PT STM, kemitraan dengan insan pers bukan hanya hubungan formal. Perusahaan yang tengah mengembangkan Proyek Hu’u itu memandang media sebagai mitra strategis dalam menjaga keterbukaan informasi kepada publik.
Head of Corporate Communications PT STM, Cindy Elza, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Adam Rahadian Ashari, mengatakan sinergi dengan PWI Dompu telah terjalin dalam berbagai kegiatan sosial.
“Sinergi ini menambah panjang daftar kerja sama antara STM dan PWI Dompu, mulai dari kegiatan sosial, literasi hingga olahraga. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Saat ini PT STM tengah berada pada fase penting dalam rangkaian studi kelayakan proyek. Kajian mendalam dilakukan dari berbagai aspek teknis, sosial, hingga lingkungan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara aman dan berkelanjutan.
Nilai perusahaan yang terangkum dalam prinsip “Dukung Orang Lain dan Didukung” juga diterjemahkan melalui berbagai kegiatan sosial selama Ramadan.
Selain santunan ini, perusahaan juga menggelar Safari Ramadan yang menjangkau 11 desa di Kecamatan Hu’u dan Pajo.
Dukungan Pemerintah
Pemerintah Kabupaten Dompu menyambut baik kegiatan tersebut.
Mewakili Bupati Dompu, Asisten Pembangunan Setda Dompu Muhammad Nukman mengatakan keterlibatan dunia usaha sangat membantu pemerintah dalam menjawab persoalan sosial masyarakat, terutama menjelang hari raya ketika harga kebutuhan pokok cenderung meningkat.
“Ini adalah bentuk kontribusi nyata dunia usaha bersama pers sebagai bagian dari pilar pembangunan daerah. Kolaborasi seperti ini sangat membantu masyarakat,” kata Nukman.
Ketua PWI Kabupaten Dompu, Muhyiddin, menuturkan kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian para jurnalis terhadap kondisi sosial di sekitar mereka.
Ia mengatakan komunikasi dengan PT STM terjalin dengan baik hingga akhirnya kolaborasi ini dapat terwujud.
“Ini sudah tahun kedua kegiatan kami bersama STM. Harapannya ke depan akan lahir program-program yang lebih inovatif dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat Dompu,” ujarnya.
Pesan Ramadan
Selain penyerahan santunan, kegiatan itu juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Dompu sekaligus wartawan senior, KH. Mokh. Nasuhi, M.Si.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, terutama salat, dalam kondisi apa pun.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi seorang Muslim untuk meninggalkan salat.
“Salat adalah ibadah utama. Dalam kondisi apa pun tetap bisa dikerjakan. Jika tidak mampu berdiri, boleh sambil duduk. Jika tidak mampu duduk, bisa sambil berbaring. Bahkan dalam keadaan sakit pun salat tetap bisa dilakukan dengan isyarat,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Islam memberikan kemudahan dalam menjalankan ibadah, tetapi bukan untuk meninggalkannya.
Salat, kata dia, merupakan tiang agama yang tidak boleh terputus dalam kehidupan seorang Muslim.
Berbeda dengan puasa, lanjutnya, syariat memberikan keringanan bagi orang yang benar-benar tidak mampu menjalankannya, seperti mereka yang sakit atau sudah lanjut usia.
“Kalau puasa, mungkin ada uzur. Misalnya karena sakit atau usia sudah sangat tua sehingga tidak kuat lagi berpuasa. Islam memberi jalan dengan menggantinya melalui fidyah. Tetapi salat tidak ada penggantinya. Ia tetap harus dijalankan,” tuturnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
“Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga. Ramadan mengajarkan kita untuk berbagi dan peduli kepada sesama, terutama kepada anak yatim dan kaum dhuafa,” katanya.
Arti Sebungkus Sembako
Bagi sebagian orang, paket sembako mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi Sri Hartati, warga Lingkungan Rato, Kelurahan Karijawa, bantuan itu terasa sangat berarti.
Harga kebutuhan pokok yang terus merangkak naik membuat pengeluaran rumah tangga semakin berat.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami di bulan puasa,” katanya sambil tersenyum.
Di sudut ruangan, Rafa, seorang anak yatim dari Kelurahan Monta Baru tampak memeluk erat paket sembako yang baru diterimanya. Wajahnya terlihat sumringah.
Ia mengaku senang bisa mendapatkan bantuan tersebut, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Senang sekali. Nanti berasnya buat makan di rumah sama ibu,” ujarnya polos.
Bagi Rafa, bantuan itu bukan sekadar paket sembako. Ia adalah tanda bahwa masih banyak orang yang peduli.
Di ruangan itu, para ibu saling menyapa dan anak-anak tersenyum bahagia. Suasana terasa hangat.
Sederhana, tetapi sangat membekas. Karena dari tempat sederhana itulah pesan Ramadan terasa nyata bahwa kepedulian tidak selalu lahir dari hal-hal besar.
Ia tumbuh dari empati. Dari kebersamaan. Dan dari tangan-tangan yang memilih untuk berbagi. (*)
![]()










