Bupati Dompu Bambang Firdaus menerima Laporan Progres Proyek Hu’u dari Yan Fuadi Kepala Teknik Tambang (KTT) di PT. Sumbawa Timur Mining.
DOMPU— Di tengah tekanan fiskal daerah yang kian sempit, Pemerintah Kabupaten Dompu mulai terang-terangan menggantungkan harapan pada investasi tambang di Kecamatan Hu’u.
Dalam forum berbagi informasi bersama PT. Sumbawa Timur Mining (STM), Bupati Dompu Bambang Firdaus bahkan mengajak masyarakat untuk mendukung penuh proyek tersebut.
Pertemuan yang digelar di ruang rapat Bupati, Senin (13/4/2026), bukan sekadar forum teknis. Ia menjadi penanda arah baru kebijakan daerah. Menjadikan sektor ekstraktif sebagai tumpuan ekonomi di saat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dinilai belum mampu menopang pembangunan.
“Dalam kondisi fiskal yang terbatas, kita butuh penggerak ekonomi baru. Kehadiran STM ini menjadi salah satu harapan,” kata Bambang.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi proyek menjadi penting bagi pemerintah daerah, terutama untuk meredam berbagai spekulasi dan informasi yang simpang siur di tengah masyarakat. Pemda, kata dia, juga siap memfasilitasi kebutuhan perusahaan selama masih dalam koridor kewenangan daerah.
Namun, pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan posisi pemerintah yang cenderung proaktif dalam mendukung investasi, bahkan sebelum proyek memasuki tahap produksi. Sebagai catatan, PT. STM baru menargetkan eksploitasi tambang tembaga-emas di Hu’u pada rentang 2030 hingga 2032.
Di sisi lain, pihak perusahaan melalui Kepala Teknik Tambang, Yan Fuadi, memaparkan bahwa proyek Hu’u diklaim sebagai salah satu deposit tembaga-emas kelas dunia (Tier-1). Selain itu, STM juga mengembangkan potensi panas bumi di wilayah yang sama.
Meski masih dalam tahap pengembangan, perusahaan menekankan komitmen pada aspek keselamatan kerja, standar lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai studi kelayakan berbasis teknologi juga disebut terus dilakukan untuk memastikan operasi tambang berjalan sesuai regulasi.
Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta saling bertukar pandangan dan memberikan masukan. Namun, di balik forum yang tertib tersebut, tersimpan pertanyaan yang lebih besar. Sejauh mana proyek ini benar-benar akan menjawab persoalan ekonomi Dompu, dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat sekitar dalam jangka panjang.
Pemerintah daerah berencana menjadikan forum serupa sebagai agenda rutin, setidaknya tiga hingga empat kali dalam setahun. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya transparansi perusahaan kepada publik.
Di titik ini, Dompu tampaknya sedang berada di persimpangan, antara harapan besar terhadap investasi tambang dan tantangan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, tanpa mengorbankan aspek sosial dan lingkungan. (di)
![]()










