DOMPU – PT Sumbawa Timur Mining (STM) kembali menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan pembangunan daerah dengan menggelar pertemuan strategis bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Dompu, Senin (13/04/2026).
Pertemuan ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan terkini Proyek Hu’u, sekaligus mempererat sinergi antarpihak agar proyek ini dapat terus berkontribusi maksimal bagi kemajuan “Bumi Nggahi Rawi Pahu”.
Penyampaian informasi perkembangan proyek ini merupakan agenda rutin tahunan STM yang dilakukan secara komprehensif di berbagai level, mulai dari tingkat dusun hingga pemerintah pusat. Langkah ini merupakan wujud nyata implementasi konsep Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) oleh STM.
Secara umum, pertemuan ini membahas tinjauan aktivitas perusahaan beserta afiliasi panas buminya, PT Sumbawa Timur Geothermal (STG), yang telah berlangsung sepanjang tahun 2025 serta pemaparan rencana strategis untuk tahun 2026 di wilayah kerja Proyek Hu’u.
Pencapaian Solid dan Berkelanjutan Sepanjang 2025
Tahun 2025 menjadi fase krusial bagi STM yang sukses menjalani masa transisi dari pra-studi kelayakan menuju studi kelayakan. Meskipun tidak ada aktivitas pengeboran pada periode ini, STM tetap produktif dengan berfokus pada kajian manajemen, desk study, serta pemeliharaan fasilitas.
Perusahaan juga memastikan bahwa absennya kegiatan pengeboran tidak menghentikan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Sektor sosial, STM terus mendorong pengembangan masyarakat melalui Program Partisipasi Desa (PPD). Dengan nilai investasi sekitar Rp1,5 miliar, program yang berfokus pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi ini sukses menjangkau masyarakat di 12 desa yang tersebar di 2 kecamatan.
Sektor lingkungan, STM mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil merehabilitasi lahan bekas area eksplorasi seluas 8,92 hektare. Angka ini melampaui target awal tahun perusahaan dengan pencapaian sebesar 105 persen.
Fase Krusial dan Rencana Strategis Tahun 2026
Menatap tahun 2026, STM bersiap untuk melakukan eskalasi aktivitas dalam pengembangan Proyek Hu’u. Beberapa aktivitas kunci yang akan menjadi fokus utama meliputi. Dimulainya kembali aktivitas pengeboran dan pengujian sampel lanjutan guna melengkapi data-data teknis yang dibutuhkan.
Perancangan fasilitas infrastruktur pendukung proyek. Penyusunan dan penyelesaian dokumen lingkungan. Kemudian, melanjutkan program pemberdayaan serta pengembangan masyarakat sekitar secara berkelanjutan.
Komitmen Kepatuhan Terhadap Regulasi
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Teknik Tambang, Yan Fuadi, memastikan bahwa seluruh tahapan pengembangan Proyek Hu’u senantiasa berjalan selaras dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Sebagai entitas yang beroperasi di bawah payung Kontrak Karya (KK) Generasi ke-7 dengan Pemerintah Republik Indonesia, STM telah memenuhi seluruh perizinan dan regulasi yang ditetapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) maupun kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Melalui sinergi yang terus terbangun dengan Forkopimda dan masyarakat Dompu, STM optimis Proyek Hu’u akan berjalan lancar dan membawa dampak positif jangka panjang bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dompu Bambang Firdaus menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap rencana aktivitas pertambangan yang akan dijalankan oleh PT Sumbawa Timur Mining.
Ia menyebutkan, arus informasi yang tidak utuh kerap memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah merasa perlu mendapatkan pembaruan informasi secara langsung dan berkala dari pihak perusahaan.
“Informasi ini menjadi sangat penting, agar kami Pemda bisa menjawab pertanyaan, sekaligus menepis misinformasi yang tengah beredar di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang Firdaus mengakui bahwa kondisi fiskal daerah saat ini tengah menghadapi tekanan. Kebijakan efisiensi anggaran serta pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam menjalankan pembangunan.
Di sisi lain, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dompu yang masih terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Menurutnya, kehadiran investasi melalui PT Sumbawa Timur Mining dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk menggerakkan roda ekonomi daerah. Selain berpotensi meningkatkan PAD melalui sektor pajak dan retribusi, proyek tersebut juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat lokal.
“Dengan kondisi fiskal seperti ini, mustahil kita bisa maksimal membangun daerah tanpa adanya dukungan investasi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Dompu, lanjut dia, menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan perusahaan sepanjang berada dalam koridor kewenangan daerah. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut memberikan dukungan terhadap setiap tahapan aktivitas proyek.
Di akhir pernyataannya, Bupati menekankan pentingnya keberlanjutan komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Ia mengusulkan agar forum pertemuan atau sharing informasi dapat diagendakan secara rutin, setidaknya tiga hingga empat kali dalam setahun.
“Hal ini dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pemerintah daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (gb)
![]()










