• Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi
Rabu, 23 September 2026
  • Login
Tamborapost.com
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tamborapost.com
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Merawat Mata Air, Menjaga Tradisi: Aksi Penghijauan Dukung Ritual Sakral Masyarakat Sasak

tamborapost by tamborapost
21 Juni 2026
in HEADLINE
0
Merawat Mata Air, Menjaga Tradisi: Aksi Penghijauan Dukung Ritual Sakral Masyarakat Sasak

LOMBOK TIMUR — Upaya menjaga kelestarian lingkungan kembali menemukan bentuk nyata melalui perpaduan antara aksi konservasi, penguatan nilai budaya, dan partisipasi sosial masyarakat.

Sejumlah organisasi lintas komunitas di Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan penghijauan dan bhakti sosial di kawasan mata air Mualan Benyer, Dusun Benyer, Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

RELATED POSTS

Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Ritual Budaya Molang Maliq Mualan Benyer. Tradisi sakral masyarakat Sasak yang diwariskan turun-temurun sebagai simbol penghormatan terhadap sumber air dan keseimbangan hubungan manusia dengan alam.

Kolaborasi ini melibatkan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) NTB, Forum Wartawan Lingkungan Indonesia (FWLI), serta Ikatan Keluarga Banyuwangi (IKAWANGI).

Melalui kegiatan tersebut, puluhan pohon ditanam di sekitar kawasan sumber mata air sebagai langkah konkret memperkuat fungsi ekologis sekaligus menjaga keberlanjutan sumber kehidupan masyarakat setempat.

Bagi masyarakat setempat, Mualan Benyer bukan sekadar sumber air, tetapi ruang hidup yang menyimpan nilai spiritual, sosial, dan ekologis. Karena itu, menjaga kawasan ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk memastikan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Ketua Forum Wartawan Lingkungan Indonesia, Saudi, menegaskan bahwa penghijauan di kawasan mata air tidak boleh dipahami sebatas kegiatan simbolik atau seremonial, melainkan investasi ekologis jangka panjang yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Peradaban besar selalu tumbuh di sekitar sumber air. Ketika kita menanam pohon di kawasan mata air, sesungguhnya kita sedang memperkuat sistem penyangga kehidupan. Pohon tidak hanya menghasilkan oksigen, tetapi menjaga siklus hidrologi, meningkatkan daya serap tanah, mengurangi risiko erosi, dan membantu mempertahankan debit air pada musim kemarau,” ujarnya.

Saudi menilai pendekatan konservasi yang dipadukan dengan tradisi lokal seperti Molang Maliq Mualan Benyer merupakan model pembangunan berkelanjutan yang relevan di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan tekanan terhadap sumber daya alam.

Menurutnya, masyarakat adat telah lama memiliki pengetahuan ekologis yang diwariskan melalui praktik sosial dan budaya jauh sebelum konsep pembangunan hijau menjadi wacana global.

“Ritual budaya seperti ini menyimpan kesadaran ekologis yang sangat tinggi. Alam dipandang bukan sebagai objek eksploitasi, tetapi sebagai ruang kehidupan yang harus dijaga dan diwariskan dalam kondisi baik. Ketika budaya dan ilmu lingkungan berjalan bersama, lahirlah konservasi yang kuat karena tumbuh dari kesadaran kolektif,” katanya.

Ritual Molang Maliq Mualan Benyer sendiri merupakan tradisi masyarakat Sasak di Lombok Timur yang berpusat di kawasan mata air. Selain memiliki dimensi spiritual, ritual tersebut juga berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk menjaga kelestarian kawasan serta memperkuat komitmen masyarakat terhadap perlindungan sumber daya air.

Sementara itu, Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, menegaskan keterlibatan organisasi media dalam kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan.

Menurut H. Boy, media tidak cukup hanya menjalankan fungsi penyampai informasi, tetapi juga perlu mengambil peran sebagai penggerak perubahan sosial melalui narasi dan aksi nyata.

“Persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pemerintah, media, dan seluruh elemen sosial. Kami melihat pelestarian lingkungan harus menjadi agenda bersama yang terus diperkuat melalui edukasi publik dan tindakan langsung di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjaga kawasan mata air merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat menghadapi ancaman krisis air dan perubahan pola iklim.

“Sering kali kita menyadari pentingnya air ketika sumbernya mulai menurun. Karena itu, konservasi harus dimulai hari ini, bukan menunggu situasi menjadi lebih sulit,” katanya.

Ketua Harian INTI NTB, S. Widjanarko, menyampaikan bahwa keterlibatan organisasi yang dipimpinnya merupakan bagian dari semangat gotong royong dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab universal yang melampaui batas organisasi, latar belakang sosial, maupun identitas kelompok.

“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan adalah bentuk kepedulian paling mendasar terhadap sesama. Air dari sumber ini mengalir untuk semua orang tanpa membedakan siapa pun. Karena itu, tanggung jawab menjaganya juga harus dilakukan bersama,” ujarnya.

Widjanarko menambahkan, kolaborasi lintas organisasi dalam kegiatan tersebut menjadi contoh bahwa kerja sosial dan lingkungan dapat menjadi ruang memperkuat persaudaraan serta solidaritas masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran. Semakin banyak pihak yang bergerak bersama, semakin besar peluang kita menjaga warisan alam untuk generasi yang akan datang,” katanya.

Selain penghijauan, kegiatan juga diisi dengan bhakti sosial dan interaksi bersama masyarakat sekitar kawasan mata air.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua JMSI NTB H. Boy Mashudi didampingi Sekretaris Sukri Aruman, jajaran pengurus INTI NTB di antaranya Ketua Harian S. Widjanarko dan Sekretaris H. Rudi Hidayat, Ketua Forum Wartawan Lingkungan Indonesia Saudi, serta perwakilan IKAWANGI, Mansyur.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan, kegiatan di Mualan Benyer menjadi pengingat bahwa pelestarian alam tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Menanam pohon, menjaga mata air, dan merawat tradisi lokal dapat menjadi langkah sederhana yang memberi dampak panjang bagi masa depan kehidupan. (apin)

Loading

Tags: FWLIIKAWANGIINTIJaga AlamJMSIPenghijauanRawat Tradisi

Related Posts

Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok

Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok

by tamborapost
17 September 2026
0

NINGXIA —Sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan muhibah ke sejumlah wilayah di...

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati

by tamborapost
14 September 2026
0

MATARAM – PT Bank NTB Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor-sektor strategis di daerah, termasuk sektor kesehatan. Terbaru,...

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB

by tamborapost
1 September 2026
0

MATARAM — Malika Tours & Travel Haji dan Umrah resmi hadir dan mulai beroperasi setelah diresmikan dalam sebuah acara yang...

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026

by tamborapost
30 Agustus 2026
0

Ada Pakar Ongkologi Hingga Influencer. Inilah Mereka LOMBOK TIMUR – Pengurus Pusat Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Pringgabaya Lombok Timur...

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat

by tamborapost
28 Agustus 2026
0

DOMPU— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu dan PT Sumbawa Timur Mining (STM) menandatangani nota kesepakatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)....

Next Post
Terpidana Kasus Korupsi Puskesmas Dompu Kota Kembalikan Rp500 Juta, Total Setoran Capai Rp700 Juta

Terpidana Kasus Korupsi Puskesmas Dompu Kota Kembalikan Rp500 Juta, Total Setoran Capai Rp700 Juta

Bank NTB Syariah Kembali Menjadi Penyalur KUR, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Dukung PMI

Bank NTB Syariah Kembali Menjadi Penyalur KUR, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Dukung PMI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result




Pos-pos Terbaru

  • Perkuat Hubungan Keagamaan dan Ekonomi, Ormas Keagamaan NTB Kunjungi Tiongkok
  • Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Bank NTB Syariah Jajaki Sinergi dengan RSIA Permata Hati
  • Resmi Buka Cabang di Mataram, Malika Tours & Travel Siap Layani Jamaah NTB
  • Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026
  • Pemkab Dompu dan PT STM Teken Nota Kesepakatan Program Pengembangan Masyarakat
Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei   Jul »
Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei   Jul »
Juni 2026
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« Mei   Jul »
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Contact
  • Home 2
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Cyber
  • Sample Page
  • Syarat Penggunaan
  • Tim Redaksi

© 2020 Tamborapost.com