DOMPU – Tiga komisi DPRD Dompu bergabung untuk membahas dua persoalan besar yang menimpa para tenaga kesehatan (Nakes) yang selama ini berada digaris terdalam dalam menangani Covid-19.
Dua persoalan tersebut yakni dugaan pemotongan insentif dan pemberhentian atau pengalihan fungsi para tenaga medis yang getol melawan atasan akibat memperjuangkan hak mereka.
“Ini adalah wujud perhatian kami sebagai wakil rakyat menyikapi keluhan para nakes hingga sampai melibatkan lintas Komisi yang ada di DPRD,” ujar Ketua Komisi I DPRD Dompu, Ir. Mutakun.
Sebagai bentuk keseriusan tersebut hari ini, Jumat (13/11) DPRD Dompu menjadwalkan memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Dompu dan Tim Gugus Tugas Covid-19. “Hari ini kita klarifikasi,” tuturnya.
Diungkapkan, DPRD sangat serius memperhatikan nasib para Nakes. Sebab, mereka adalah pahlawan yg telah berjuang untuk mendorong penyelamatan nyawa manusia yang terancam wabah Covid-19.
“Selayaknya mereka harus tetap berada dalam kondisi kerja yang penuh semangat dan tetap memiliki etos kerja yang tinggi,” ujarnya.
Dia menegaskan, dugaan pemotongan insentif para Nakes dengan alasan apapun sangat tidak proporsional dan tentu menjadi tidak adil mengingat mereka berada di frontliner. “Begitu juga dengan pengalihan fungsi Nakes karena hanya menuntut hak itu sangat tidak baik,” pungkasnya. (di)
![]()










