DOMPU — Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Dompu kini memasuki fase krusial. Program sudah berjalan, hasil mulai terlihat, namun tantangan di lapangan masih nyata.
Kenaikan angka pada tahun 2024 menjadi pengingat bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial.
Diperlukan pendekatan komprehensif dan multidisiplin.
Beberapa kunci utama yang kini menjadi fokus pemerintah daerah antara lain:
1. Intervensi 1.000 Hari Pertama Kehidupan
Periode ini menjadi fase paling menentukan. Kekurangan gizi pada masa ini berisiko menyebabkan stunting permanen.
2. Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Pemantauan pertumbuhan anak harus dilakukan secara berkala untuk mendeteksi gangguan sejak dini.
3. Edukasi Pola Asuh Orang Tua
Stunting tidak hanya soal makanan, tetapi juga pola asuh dan kesiapan orang tua dalam merawat anak.
4. Akses Air Bersih dan Sanitasi
Lingkungan yang tidak sehat menjadi faktor besar penyebab stunting.
5. Penanganan Medis yang Tepat
Anak dengan gangguan kesehatan harus segera mendapatkan intervensi agar tidak berdampak pada pertumbuhan.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Pengentasan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada sinergi semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat,” tegasnya.
Dengan target ambisius di bawah 10 persen, bahkan menuju 8 persen pada 2029, Dompu kini berada di jalur yang menjanjikan—namun tetap penuh tantangan.
Satu hal yang pasti, keberhasilan bukan hanya milik pemerintah. Melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat. (adv)
![]()










