DOMPU — Di tengah tantangan fluktuasi angka stunting, Pemerintah Kabupaten Dompu tidak tinggal diam. Salah satu strategi andalan yang kini digencarkan adalah program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Program ini bukan sekadar kebijakan, melainkan gerakan sosial berbasis gotong royong.
Melalui GENTING, berbagai pihak mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat dilibatkan sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting. Mereka memberikan dukungan nyata, terutama dalam pemenuhan gizi dan edukasi pengasuhan anak.
Hasilnya mulai terlihat.
Program ini berkontribusi dalam menekan angka stunting hingga 10,27 persen pada tahun 2024, sekaligus menjadikan Dompu sebagai salah satu contoh praktik baik di tingkat provinsi NTB.
Beberapa langkah konkret dalam program ini meliputi:
Pemberian makanan bergizi, termasuk distribusi telur untuk balita dan baduta. Audit kasus stunting untuk mengetahui akar masalah
Pendampingan keluarga secara berkelanjutan. Pemantauan tumbuh kembang anak
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Dompu bahkan terus mendorong perluasan gerakan ini.
“Kami mengajak semua pihak untuk terlibat sebagai orang tua asuh. Semakin banyak yang peduli, semakin cepat stunting bisa ditekan,” ungkap salah satu pejabat DPPKB.
Program ini telah berjalan sejak Maret 2025 dan dinilai sebagai “jalan pintas” yang efektif, karena langsung menyasar kelompok paling rentan.
Namun, keberhasilan GENTING tetap bergantung pada satu hal utama: partisipasi masyarakat secara luas.
Tanpa keterlibatan bersama, program sebaik apa pun akan sulit mencapai dampak maksimal. (adv)
![]()










