DOMPU— Pelayanan publik yang lebih baik merupakan salah satu tugas utama pemerintah. Termasuk pemerintah Desa.
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Muhammadiyah Bima ikut mendorong meningkatkan pelayanan publik di Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat melalui kegiatan seminar hasil pengabdian masyarakat program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik.
Kegiatan seminar yang digelar Kamis, (19/8) mengusung tema tentang “Peningkatan kualitas pelayanan publik di desa melalui penyusunan standar pelayanan”. Ini merupakan kegiatan terakhir dari beberapa rangkaian yang selama ini diselenggarakan kelompok VI STIHM.
Seminar ini dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD), Khairuddin, SH.
Dalam kesempatan tersebut sebagai pembina pemerintah desa, Kadis PMPD menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada STIHM, karena telah membantu Desa Dorokobo dalam menjalankan kewajibannya sebagaimana amanat peraturan perundang-undangan.
“Apa yang dilakukan STIHM di Desa Dorokobo akan kami jadikan sebagai contoh. Kedepan kami akan mendorong desa-desa lain untuk menyusun standar pelayanan semacam ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Dorokobo, Taufik juga mengapresiasi upaya STIHM Bima dalam membantu pemerintah desa meningkatkan pelayanan publik. “Produk yang dihasilkan dari pengabdian ini berupa rancangan Standar pelayanan, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan rancangan peraturan desa,” terangnya.
Selain itu, Desa Dorokobo juga melakuakan penandatangan memorandum of understanding (MoU) dengan Perguruan Tinggi STIH Muhammadiya Bima dalam hal pembuatan prodak hukum seperti Pembuatan Peraturan Desa (Perdes).
“Program ini sangat membantu pemerintah desa, khususnya di Dorokobo,” ujar kades yang juga menjabat sebagai Ketua DPW APDESI NTB ini. (di)
![]()










