DOMPU—Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengapresiasi pelaksanaan ‘Sabtu Budaya’ di SMKN 1 Manggelewa.
Sekolah tersebut dinilai luar biasa dalam merespon salah satu kebijakan pemerintah atasan.
“Kami mengapresiasi kesuksesan SMKN 1 Manggelewa sebagai salah satu pilot project program Sabtu Budaya. Ini harus jadi contoh bagi sekolah-sekolah lain,” ungkap Kepala Dikbud NTB, DR. H. Aidy Furqan, S. Pd, M. Pd saat melakukan kunjungan di sekolah tersebut, Sabtu (18/9).
Program Sabtu Budaya merupakan salah satu program yang dicanangkan Dikbud NTB. Kegiatan Sabtu Budaya berisi praktek-praktek baik tentang gotong royong, permainan rakyat, olahraga tradisional dan pengembangan organisasi sekolah. Tujuannya, untuk merubah karakter siswa dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan yang produktif.
“Program ini diharapkan akan menggairahkan semangat belajar siswa, semangat untuk hadir di sekolah melalui peragaan budaya-budaya lokal yang dilakukan setiap hari sabtu. Program ini akan membuat siswa tidak jenuh untuk belajar,” terangnya.
Kadis berharap kepada seluruh Kepala Sekolah di Dompu untuk tetap mengoptimalkan pelaksanaan Sabtu Budaya. Dengan memberikan ruang bagi siswa berekspresi melakukan kegiatan-kegiatan produktif yang membangun, merubah karakter generesi. Sehingga siswa jauh dari hal-hal menyimpang.
“Kebijakan ini sebagai bentuk tanggung jawab dan rasa cinta saya kepada anak-anak NTB. Supaya mereka tidak dikejar-kejar polisi karena kasus narkoba. Tidak asyik main game online. Untuk menghibur diri, mereka bisa memainkan permainan-permainan tradisional yang memiliki nilai pendidikan,” ucapnya.
Ditambahkan, untuk mensukseskan program Sabtu Budaya diperlukan sinergitas dengan sejumlah pihak. Untuk itu, pihak sekolah diharapkan terus membangun koordinasi dengan pihak-pihak terkait. ”Konektivitas penting. Sekolah harus bisa membangun kerjasama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan Kabupaten/kota, Camat dan masyarakat,” harapnya.
Program Sabtu Budaya Dikbud NTB juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Dompu, H. Khairul Insyan, MM. “Kami melihat program ini sangat luar biasa. In Shaa Allah akan kami adopsi untuk menjadi sebuah kebijakan daerah, sebagai upaya mengenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada siswa tingkatan bawah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Manggelewa, Abdul Yarid, ST menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan atas kunjungan Kadis Dikbud NTB untuk melakukan monitoring tentang pelaksanaan program Sabtu budaya. “Kami sangat berterimaksih karena sekolah kami ditunjuk sebagai tuan rumah untuk kegiatan monitoring ini,” ungkapnya.
Diakuinya, sejak diterapkan kegiatan Sabtu Budaya di SMKN 1 Manggelewa mulai mampu merubah karakter siswa didik. Selama ini siswa yang jenuh dengan materi yang disampaikan secara formal dalam kelas mulai menunjukan perubahan. Khususnya, kesenangan untuk datang ke sekolah. “Perubahan pola penyebaran ilmu dengan cara-cara yang menyenangkan diluar lapangan mulai merubah karakter siswa,” ucapnya.
Sesuai amanat Kadis Dikbd NTB, Yarid berkomitmen untuk meningkatkan program dan terus membangun sinergitas dengan pihak-pihak terkait. “Ini penting untuk mensukseskan program Sabtu Budaya,” pungkasnya.
Dalam kunjungannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan rombongan mendapat sambutan luar biasa dari pihak SMKN 1 Manggelewa dengan sejumlah atraksi budaya yang diperagakan siswa. Mulai dari sambutan, ‘Nggahi Dana’, ‘Tari Wura Bonggi Monca’ dan menyaksikan atraksi hebat ‘Gantao’.
Kadis Dikbud NTB juga menyampaikan rasa terkesan terhadap puisi perjuangan yang disampaikan oleh salah satu siswa. Bahkan sebagai bentuk apresiasinya kadis membuat sebuah puisi balasan berisi tentang kesenangannya hadiri di SMKN 1 Manggelewa.
Dalam kesempatan itu juga kadis ikut terlibat dalam sejumlah kegiatan yang digagas seperti, Senam Gemar Gatra, Senam Saremba Tembe, Permainan Enggran dan Permainan Teropah. Kadis beserta rombongan sangat menikmati sejumlah permainan rakyat itu. Bahkan tidak bisa disembunyikan rasa bahagiannya.
“Ini adalah permainan-permainan rakyat yang harus tetap dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi kita,” tambah Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud NTB yang lebih dikenal dengan Fairuz Abu Macel.
Mengakhiri rangkaian kunjungan, Kepala Dinas Dikbud NTB bersama rombongan menyempatkan diri untuk melakukan penanaman pohon pelindung di halaman sekolah. (di/*)
![]()










