DOMPU-Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) telah bergerak melakukan pelatihan literasi matematika di hampir 27 provinsi di Indonesia, lebih dari 100 kabupaten dan kota.
Kali ini, guru-guru Sekolah Dasar (SD) dari 8 Kecamatan se-Kabupaten Dompu antusias mengikuti Pelatihan untuk Pelatih Literasi Matematika Gernas Tastaka. Para guru ini digembleng bagaimana menerapkan pembelajaran matematika yang bernalar, kontekstual, sederhana, dan mendasar.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi Dinas Dikpora Kabupaten Dompu dan Kodim 1614 yang bekerja sama dengan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengicer).
Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Pendopo Bupati Dompu pada Sabtu (20/01/2024) Pukul 08.30 Wita – Selesai.
Bupati Dompu H. Kader Jaelani dalam sambutannya menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan Pelatihan Literasi Matematika Gernas Tastaka.
Bupati berharap Pelatihan ini dapat menjadi bekal yang baik bagi para guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibdaiyah (SD/MI) untuk menumbuhkan kemampuan generasi muda khususnya para siswa untuk meningkatkan kemampuan dalam menguasai dan menerapkan Ilmu Matematika.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Dompu Drs. H. Rifaid, M.Pd mengaku pelatihan literasi numerasi ini sangat penting untuk mewujudkan generasi emas Indonesia.
“Pelatihan ini sangat penting untuk membangun dan mewujudkan generasi emas Indonesia di masa depan. Pendekatan konkret berdasarkan pengalaman siswa sehari-hari akan sangat membantu siswa mengembangkan nalarnya,” Terangnya.
Rifaid menuturkan kompetensi literasi nunerasi sangat dibutuhkan di masa depan. Guru-guru di Dompu diharapkan dapat memperkuat kompetensi literasi numerasi dan menularkan ke guru-guru lainnya.
“Setelah pelatihan ini guru-guru diharapkan dapat menularkan ilmu yang didapat melalui pelatihan ini kepada teman-teman guru lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas Heru B. Arifin mengaku bangga atas antusiasme guru-guru di Kabupaten Dompu.
“Para guru yang antusias mengikuti kegiatan hari ini, Mereka bisa menjadi duta-duta baru Gernas Tastaka sehingga pembelajaran literasi matematika bernalar kontekstual bisa diterapkan di kelas-kelas pembelajaran,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini banyak pembelajaran matematika di kelas-kelas tidak mencerminkan pembelajaran matematika. Sebab di kelas matematika tidak terjadi proses bermatematika.
Akibatnya, kompetensi matematika siswa Indonesia selalu berada di level terendah dari berbagai survei yang dilakukan organisasi kerjasama pembangunan ekonomi OECD (Organisatikn for Economic Co-operation and Development).
“Gernas Tastaka membangun standar proses bermatematika dengan indikator yaitu penalaran dan pembuktian, koneksi, representasi, komunikasi, pemecahan masalah. Plus pendekatan konkret gambar abstrak. Di kelas matematika harus terjadi proses bermatematika tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, setiap guru di kelas sekolah dasar harus membawa anak-anak ke indikator tersebut. Dengan cara itu, anak-anak diajak untuk bernalar dengan baik sesuai dengan perkembangan kognitif anak-anak.
“Dengan pendekatan konkret-gambar dan abstrak anak-anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga matematika tidak lagi menjadi pelajaran yang menakutkan,” katanya.
Selain melakukan pelatihan literasi matematika di hampir 27 provinsi di Indonesia, lebih dari 100 kabupaten dan kota, Gernas Tastaka juga bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat, Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek, BUMN, Organisasi Masyarakat hingga Pemerintah Daerah. (di/adv)
![]()










