DOMPU – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat mencacat populasi sapi mencapai angka 34 ribu ekor. Jumlah populasi ini diperkirakan akan terus bertambah.
Populasi tersebut didominasi oleh jenis sapi Bali. Sapi dikembangkan dengan sistim penggemukan. Selama proses penggemukan diberi pakan lamtoro. “Ini bisnis yang menjanjikan, asal ditekuni dan dirawat dengan baik,” ungkap Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Dompu, M. Abduh.
Pada tahun 2023 lalu, sebanyak 17.404 ekor sapi asal Kabupaten Dompu dikirim untuk pemenuhan kebutuhan daging nasional. Sapi yang dikirim bukan betina produktif. Tetapi sapi jantan.
Diakuinya, dari hasil penjualan sapi Bali untuk pemenuhan kebutuhan Idul Adha di Jabodetabek beberapa bulan lalu, peternak Dompu meraup untung yang berlimpah.
“Peternak mulai tergiur dengan bisnis ini. Dan mereka baru sadar, bahwa tumpuhan ternak sapi untuk Pulau Sumbawa ada di Dompu,” pungkasnya.
Diakuinya, Kabupaten Dompu, dengan padang savana yang luas, sangat bagus untuk pengembangan sapi.
“Tapi seiring perkembangan Zaman, Peternak di Kabupaten Dompu, sudah mulai meninggalkan tradisi lama pelepasan dan memilih untuk dikandangkan. Sebab, pengandangan memberikan keuntungan yang sangat bagus,” ujarnya. (di/Adv)
![]()










