KUNJUNGAN WISATA : Memanfaatkan waktu luang JMSI NTB mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di sekitar Kota Serang. Salah satunya, wisata pemandian air panas Batu Kuwung.
Laporan : Saudi – Serang, Banten
DI SELA-SELA padatnya rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 di Serang, Banten, rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Nusa Tenggara Barat tak melewatkan satu hal penting. Merawat kebersamaan dan menyapa alam.
Memanfaatkan waktu luang JMSI NTB mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di sekitar Kota Serang.
Lokasi pertama yang disambangi adalah Pemandian Air Panas Batu Kuwung, yang terletak di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten.
Begitu tiba di lokasi, rombongan JMSI NTB langsung disambut suasana sejuk kaki pegunungan dan kepulan uap air panas yang perlahan naik dari permukaan kolam.
Batu Kuwung dikenal sebagai pemandian air panas alami yang unik. Airnya jernih, hangat, dan nyaris tanpa bau belerang.
Kandungan mineralnya, termasuk yodium, dipercaya secara turun-temurun mampu membantu meredakan berbagai keluhan kesehatan, seperti rematik, pegal linu, hingga kesemutan.
”Sudah banyak bukti. Ada yang datang dengan kondisi lumpuh. Setelah datang 2 kali mandi ditempat ini, sembuh,” ujar Wanda, salah seorang penjaga wisata Batu Kuwung.
Menurut pria yang bernama lengkap, Bakti Juanda ini, Batu Kuwung bukan hanya destinasi wisata. Tetapi ada sisi lain dari cerita rakyat dan kepercayaan masyarakat setempat. Nama “Batu Kuwung” berasal dari kata Sunda kuwung, yang berarti lubang besar melingkar. Konon, di sinilah Prabu Taji Wulung tokoh sakti dari masa lampau bertapa di lereng Gunung Karang.
Dikisahkan, tongkat sang Prabu menancap ke tanah dan dari celah batu besar itu memancar air panas yang tak pernah berhenti mengalir hingga kini.
Sumber air panas Batu Kuwung berasal langsung dari Gunung Karang, gunung vulkanik yang menjadi ikon wilayah Pandeglang dan Serang. Suhu airnya stabil di kisaran 45–55 derajat Celsius, cukup hangat untuk relaksasi tanpa menyengat kulit. “Kalau dikolam kita suhu panasnya bisa diatur,” ungkapnya.
Kolam-kolamnya tertata alami, dengan kedalaman berbeda untuk anak-anak dan dewasa. Datang di pagi hari memberi pengalaman berbeda. Udara sejuk pegunungan, menciptakan suasana magis yang menenangkan.
Meski mengusung konsep alami, fasilitas di Batu Kuwung terbilang lengkap dan terawat. Kolam air panas untuk anak dan dewasa. Kolam air dingin. Kamar bilas dan ruang ganti. Bilik rendam privat. Gazebo dan area santai. Mushola bersih. Area parkir luas. Warung makan dan kedai kopi. Bahkan disiapkan juga celana untuk mandi. “Sewa celana 10 ribu,” ujar seorang ibu yang menawarkan sewa celana untuk mandi.
Harga tiket masuk pun ramah di kantong. Pengunjung cukup membayar sekitar Rp15.000 per orang, sementara bilik rendam privat dibanderol Rp40.000 untuk 30 menit dan bisa digunakan hingga empat orang.
Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi mengaku kunjungan ke Batu Kuwung menjadi pengalaman yang berkesan baginya. “Sensasinya luar biasa. Badan terasa lebih ringan, pikiran lebih segar. Di tengah agenda HPN yang padat, momen seperti ini penting untuk menjaga kebersamaan dan kesehatan para insan pers,” ujarnya.
Kebersamaan yang terbangun di ruang nonformal akan memperkuat solidaritas organisasi. “Pers bukan hanya kerja keras dan idealisme, tapi juga bagian merawat hubungan antarsesama. Dari sinilah energi positif itu lahir,” tambahnya.
Di antara agenda serius dunia pers, alam Banten memberi ruang bernapas, mengajarkan bahwa menjaga kesehatan, kebersamaan dan keseimbangan hidup sama pentingnya dengan menjaga idealisme jurnalistik. (*)
![]()










